Senin, 15 Oktober 2018

Selamat Datang (Kembali), Ifa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan film Koki-koki Cilik. Youtube.com/MNCP Movie

    Adegan film Koki-koki Cilik. Youtube.com/MNCP Movie

    Sebuah buku berisi sebuah warisan resep keramat.

    Si kecil Bima (Farras Fatik) menjaga buku resep dari almarhum ayahnya seperti menjaga jiwanya sendiri. Bukan hanya karena dia gemar makan, suka memasak dan menggunakan lidahnya dengan cermat untuk menentukan tingkat kegurihan, keasaman, atau kemanisan,tetapi lebih lagi karena tubuh kecil berusia 10 tahun itu memiliki gairah dan keinginan tahu tentang makanan. Passion.

    Kegairahan inilah yang mendorongnya rajin menabung agar bisa ikut kompetisi Cooking Camp atau Koki-koki Cilik yang dipimpin chef senior Pak Malik (Adi Kurdi) dan Chef Grant (Ringgo Agus Rahman). Ternyata ongkos administrasi 10 juta rupiah pun masih kurang (mahal sekali ya mau ikut kompetisi), maka rombongan sekampung urunan demi si koki cilik berbakat yang mereka banggakan. Naik angkot pun bersama rombongan pendukung tak mengapa, karena itulah bagian dari Indonesia.

    Tapi tentu saja saingan Bima tak boleh dipandang enteng. Ada gerombongan indo yang cakep-cakep seperti si kembar Ben (Cole Gribble) dan Clay (Gribble) yang tampaknya dipimpin oleh Oliver (Patrick Miligan) tapi jelas menjadi geng bully bagi peserta lain.  Para cowok indo ganteng ini ternyata anak-anak pemilik restoran, sama dengan tokoh Audrey (Chloe Xaviera) yang sudah tiga kali berturut-turut menjadi juara dan merupakan puteri seorang pemilik restoran ternama.

    Adegan film Koki-koki Cilik. Youtube.com/MNCP Movie

    Formula si underdog  yang berbudi ini digarap dengan menarik, lucu tanpa khutbah berkepanjangan. Bima tampak tak takut dengan para bully. Dia maju terus meski tak paham beda sushi dan lemper; atau tak paham mengapa ‘mantan chef’ Rama (Morgan Oey) yang begitu mahir memasak harus bersembunyi di Kawasan Cooking Camp dan hanya ditugaskan bebersih. Bima adalah perwakilan anak dari keluarga serba pas-pasan yang polos, baik hati sekaligus punya cita-cita besar untuk menjadi koki yang bisa menyenangkan lidah penikmat masakannya. Ini bagian moralitas yang dengan hati-hati digarap Ifa agar jangan menjadi cerita yang serba menggurui.

    Sembilan puluh menit itu tak terasa karena penulis skenario Vera Varidia dan sutradara Ifa Isfansyah dengan cerdas mengisi ketiga babak dengan cerita yang mengalir dengan asyik, lancar sekaligus lucu. Meski Bima adalah peran utama film ini, hampir setiap anak memiliki porsi yang pas lengkap dengan keistimewaan, keunikan, kebandelan mereka. Para pemain anak-anak yang mendukung Bima bermain dengan bagus dan solidaritas mereka sungguh mengharukan. Farras Fatik dan Morgan Oey sebagai murid dan mentor tampil kompak.

    Membuat film tentang makanan bukan perkara mudah karena penulis skenario (dan sutradara) harus mampu mengawinkan drama para tokohnya dengan seluk beluk kuliner. Kalau sineas dan penulis cerita tidak menikmati seni kuliner, mending bikin film lain saja. Mengawinkan film kuliner dan anak-anak adalah tantangan yang bertumpuk, karena memuat film anak artinya harus membuat film yang disukai seluruh keluarga, harus mempunyai visi moral tanpa berkhotbah.

    Adegan film Koki-koki Cilik. Youtube.com/MNCP Movie

    Karena itu ketika sutradara Ifa Isfansyah menyatakan akan membuat film Koki-koki Cilik, saya menganggap sutradara ini nekad. Tetapi ketika saya menyaksikan film ini, saya gembira karena Ifa Isfansyah sudah ‘kembali ke elemennya’ setelah tempo hari sempat kesasar ke beberapa ‘area’ tema yang menurut saya bukan kawasannya. Ifa berhasil menampilkan moral perkawanan yang lebih penting daripada persaingan dengan tanpa harus melalui dialog pedantic orang tua. Ifa bahkan memperlihatkan sebagian problem justru ada pada orang tua (Ibu Audrey yang diperankan Aura Kasih) yang saling bertengkar.

    Hanya ada satu dua ganjalan yang agak menggampangkan cerita (adegan Audrey yang menentang ibunya dan begitu saja gelar berubah), seolah ada rasa terburu-buru ingin membuat akhir cerita yang bahagia. Tetapi, di luar itu, film ini sungguh sebuah film yang charming, yang membuat kita mengucapkan dengan lega kepada sutradara Ifa: selamat datang kembali.         

    KOKI-KOKI CILIK

    Sutradara: Ifa Isfansyah

    Skenario: Vera Varidia

    Pemain: Morgan Oey, Farras Fatik, Ringgo Agus Rahman, Adi Kurdi, Chloe Xaviera, Aura Kasih, Fanny Fabriana

    Produser: Rissa Putri

    Produser Eksekutif: Toha Essa

    Produser Kreatif: Lukman Sardi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.