Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dokumen 9

image-profil

Oleh

image-gnews
ilustrasi dokumen
ilustrasi dokumen
Iklan

Bagaikan mimpi buruk, Barat dan sejarah terapung-apung dalam perasaan dan pikiran pelbagai generasi di dunia Islam, Afrika, Asia Tengah, dan Tiongkok.

Cerita Tiongkok menarik. Sebab kapitalisme yang diasosiasikan dengan "Barat" telah mengaum di seluruh negeri itu (Shanghai Stock Exchange nomor tiga terbesar di dunia, Louis Vuitton datang dan pergi), tapi Partai Komunis yang berkuasa masih belum lepas dari mimpi buruk abad ke-19.

Pada 2015, Gao Yu, perempuan berusia 70 tahun, ditangkap. Ia dipenjarakan tujuh tahun oleh pengadilan Beijing. Memang akhirnya hukuman itu diubah setapak demi setapak jadi tahanan rumah, tapi penguasa RRT menunjukkan: ada kata-kata yang tak boleh didengar orang banyak.

Gao Yu ditangkap karena mengungkapkan isi sebuah dokumen yang beredar di kalangan kader Partai Komunis Tiongkok (PKT) sejak 2013, tapi dirahasiakan.

Edaran itu-kemudian disebut "Dokumen No. 9" oleh orang luar-sebenarnya sebuah arahan ideologis bagi anggota Partai. Di dalamnya ada peringatan akan bahaya menyebarnya "nilai-nilai Barat" dan "nilai-nilai universal". "Demokrasi konstitusional model Barat", "kebebasan pers", dan "neo-liberalisme" harus ditangkal.

Tak jelas kenapa "Dokumen 9" tak boleh diketahui publik. Mungkin hipokrisi akan terungkap: penguasa membiarkan "Barat" dalam tiap sendi perekonomian RRT, tapi pada saat yang lama cemas bahwa "Barat" akan menghapus Tiongkok.

Mungkin juga bukan hipokrisi, melainkan kebimbangan.

Cerita kebimbangan itu panjang. Dalam The New York Review of Books (7 Juni 2018), ada satu pembahasan atas film Forever Young. Film ini, dibintangi antara lain oleh Zhang Ziyi dan Huang Xiaoming, mengisahkan empat generasi lulusan Universitas Tsinghua, sejak tahun 1914 sampai dengan masa kini. Dibuat untuk memperingati usia ke-100 Tsinghua, film ini dihalangi sensor untuk beredar, dan baru dilepas pada Januari 2018.

Universitas Tsinghua didirikan sebagai sekolah persiapan bagi mahasiswa yang akan dikirim ke Amerika Serikat. Setelah Jepang menduduki Tiongkok pada 1937, Tsinghua bergabung dengan Universitas Beijing dan Universitas Nankai di Tianjin.

Pada waktu itu, pasukan Nasionalis sedang menyiapkan diri untuk melawan Jepang, dengan bantuan Amerika. Di kubu lain, perlawanan terhadap Jepang dilancarkan pasukan Komunis.

Dalam konflik yang berkelanjutan, pasukan Komunis, di bawah Mao Zedong, akhirnya menang. Perang saudara itu berakhir dengan kaum Nasionalis hijrah ke Taiwan dan Partai Komunis mendirikan kekuasaan yang bertahan sampai sekarang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di bawah PKT, Universitas Tsinghua diubah. Bukan lagi pusat pendidikan ilmu sastra dan kebudayaan, melainkan tempat melatih insinyur. Ketika di tahun 1966 Mao mengguncang Tiongkok dengan "Revolusi Kebudayaan"-sebuah pengerahan kaum Maois yang fanatik, militan, dan brutal-Tsinghua ditutup. Baru di tahun 1978 ia dibuka kembali. Dan ketika kebebasan terbuka sedikit, Tsinghua kembali kepada asalnya.

Kembali juga sifat keilmuan yang pokok-yang "tak mempersoalkan, apakah ini Barat atau Timur", wuwen xidong. Yang universal dikumandangkan lagi, sesuatu yang disuarakan pakar astrofisika, mendiang Fang Lizhi: "Yang kujalankan bukan ilmu fisika Timur atau Barat; yang kujalankan ilmu fisika."

Tapi itulah yang hendak ditiadakan "Dokumen 9". Itu pula yang menyebabkan Fang Lizhi kemudian jadi pembangkang. Ia dipecat dari Partai, dihukum kerja paksa, hijrah ke Amerika dan meninggal di sana pada usia 76 tahun.

Fang, seperti Universitas Tsinghua, bebas dari mimpi buruk itu, "Barat" dan masa lalu. "Barat", diartikan sebagai kolonialisme, hegemoni, dan pemaksaan, memang pernah melukai Tiongkok, bahkan seluruh Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Sejarahnya melahirkan sisi yang membisu. Luka terjajah tumbuh jadi luka batin.

Tak cuma di RRT.

Dalam sebuah esai yang terbit di majalah Konfrontasi tahun 1955 Asrul Sani mengungkit luka batin itu dalam "percakapan dengan Eropa". Baginya, "percakapan" ini bukan hanya tak seimbang, tapi suatu oksimoron, karena kita ("orang non-Eropa") telah mencapai "tingkatan membisu".

Seruan yang diarahkan kepada kita tidak pernah kita jawab, karena kita tidak berada dalam keadaan untuk menjawab, jangankan lagi untuk menjadi kawan atau lawan dalam suatu percakapan .... Sering orang-orang Eropa mencoba menempatkan kita di kedudukan yang pasti yang tidak dapat berubah dan dengan demikian menyangka akan dapat meramalkan apa reaksi kita terhadap berbagai hal….

Kini, di abad ke-21, sebenarnya tatapan Eropa yang membuat kita beku tinggal sayup-sayup. "Eropa" dan "Barat" makin menyadari, menguasai yang di luar diri mereka adalah kebijakan yang rapuh. Makin tampak bahwa yang "di luar" itu sebenarnya juga ada di dalam; "Barat", sebagaimana "Timur", adalah sebuah proses yang mengandung percampuran yang kacau dan tak pernah selesai.

Yang tragis adalah sikap seperti Dokumen 9: ternyata luka batin itu terus, mimpi buruk itu berlanjut, dan paranoia menajam. Orang tak hendak berpegang pada wuwen xidong.

Goenawan Mohamad

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

23 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

50 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024