Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Melawan Teror dengan Teror

Oleh

image-gnews
Polisi berjaga saat pemindahan jenazah terduga pelaku teror dari ruang pendingin ke ambulans di RS Bhayangkara, Surabaya, 18 Mei 2018. Ketiga jenazah ini ditolak warga di sekitar Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo. ANTARA/Zabur Karuru
Polisi berjaga saat pemindahan jenazah terduga pelaku teror dari ruang pendingin ke ambulans di RS Bhayangkara, Surabaya, 18 Mei 2018. Ketiga jenazah ini ditolak warga di sekitar Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo. ANTARA/Zabur Karuru
Iklan

BETAPAPUN dalam luka yang diakibatkan teror bom dalam dua pekan terakhir, peristiwa itu hendaknya ditanggapi dengan kepala dingin.

Ledakan di lima lokasi di Surabaya menewaskan 25 orang-13 di antaranya diduga pelaku: tiga pasang suami-istri dan enam anak mereka. Di Pekanbaru, lima orang bermobil menyerbu Markas Kepolisian Daerah Riau: menyerang petugas dengan senjata tajam dan menabrakkan oto mereka ke penjaga. Polisi menembak mati empat dari lima penyerang setelah seorang anggota kepolisian menjadi korban. Sebelumnya, narapidana teroris melawan petugas di Rumah Tahanan Salemba Cabang Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Lima penyidik polisi dan seorang perusuh tewas dalam drama 36 jam tersebut. Ketiga serangan terhubung pada kelompok yang sama, yakni Jamaah Ansharud Daulah, yang berafiliasi pada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Tak perlu diperdebatkan lagi: teror beruntun itu merupakan kejahatan luar biasa yang harus dihadapi dengan upaya luar biasa pula. Penggunaan perempuan dan anak-anak satu keluarga dalam aksi bom bunuh diri merupakan pola baru yang harus dihadapi dengan tegas tapi hati-hati.

Meski demikian, betapapun marahnya, kita seyogianya tak terjebak pada semangat membalas teror dengan teror. Kemarahan hendaknya tidak membuat kita gelap mata: memberikan cek kosong penanggulangan teror kepada aparat penegak hukum, termasuk dengan cara-cara yang melawan hak asasi manusia. Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang ingin menyingkirkan hak asasi manusia demi menjaga stabilitas selayaknya kita sesali.

Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat hendaknya memikirkan kembali rencana merevisi Undang-Undang Antiterorisme. Disahkan pada 2003, aturan itu merupakan respons terhadap teror bom Bali yang terjadi setahun sebelumnya. Meski undang-undang itu telah disahkan, teror tak surut. Pengeboman Kedutaan Besar Australia, Hotel Marriott, dan Hotel Ritz-Carlton di Jakarta merupakan sebagian contoh.

Alih-alih memperbaiki kinerja mereka, polisi menuntut perbaikan undang-undang agar ruang gerak mereka lebih luas. Undang-Undang Antiterorisme 2003 memang memberikan sejumlah batasan. Polisi, misalnya, tidak diizinkan mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang belum melakukan aksi teror-meski sudah ada indikasi kuat. Aparat hanya diizinkan menahan terduga teroris selama tujuh hari dan melepaskannya jika tidak ditemukan bukti. Sejumlah orang yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS dan kembali ke Indonesia, misalnya, tak bisa ditangkap jika tak melakukan pelanggaran hukum di Tanah Air. Dalam rancangan revisi Undang-Undang Antiterorisme, sejumlah "kelemahan" itu diperbaiki.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun benarkah aturan yang baru menjamin efektivitas pemberantasan terorisme? Pertanyaan lain: apa yang membuat aparat dalam tiga insiden terakhir tampak kewalahan-wewenang yang terbatas atau konsentrasi yang berada di titik nadir?

Tak perlu diragukan: Detasemen Khusus Antiteror Kepolisian RI merupakan pasukan elite yang mumpuni. Dibentuk tak lama setelah bom Bali, detasemen ini adalah pasukan dengan personel yang unggul dan peralatan yang canggih. Tapi, dalam insiden di Markas Komando Brimob, tampak jelas pasukan antiteror itu tak kuasa melawan amuk narapidana. Sejumlah kelalaian teknis terkuak: 155 narapidana yang umumnya pernah mengikuti latihan paramiliter hanya dijaga 13 polisi-kekuatan yang tentu saja tak seimbang.

Polisi hendaknya mawas diri. Ancaman teror bisa datang kapan saja dan karena itu, sebagai garda depan penjaga keamanan, mereka harus ekstrawaspada. Hindari penyalahgunaan wewenang, termasuk pemakaian kekuatan antiteror untuk kepentingan di luar urusan terorisme. Kepala Polri harus memastikan pasukannya berada dalam satu komando. Sudah lama terdengar desas-desus: fragmentasi di tubuh Polri membuat kinerja lembaga itu tak optimal.

Jika kelemahan-kelemahan itu diperbaiki, polisi praktis tak membutuhkan payung hukum baru. Undang-undang lama plus Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebetulnya bisa dipakai untuk memayungi mereka dalam menghadapi teror. Teroris yang memiliki senjata, misalnya, dapat dihukum dengan pasal pemilikan senjata gelap. Alumnus Suriah yang kembali bisa dikenai delik imigrasi. Pemantauan terhadap eks teroris dapat dilakukan tanpa revisi undang-undang.

Aturan baru itu juga berbahaya karena bersifat eksesif. Kebebasan berserikat dan berkumpul-yang dijamin konstitusi-dapat terabaikan. Alih-alih dilindungi, publik boleh jadi menghadapi dua ancaman sekaligus: teror kelompok radikal dan teror negara. Berkurangnya hak-hak sipil masyarakat, seperti disebut dua sarjana Barat, Alan B. Krueger dan Jitka Maleckova, pada gilirannya dapat memicu terorisme baru. Lingkaran setan itulah yang selayaknya kita hindari.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

8 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

23 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

23 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

24 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024