Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Diplomasi Jeruk Mandarin

Oleh

image-gnews
Ilustrasi jeruk dan jus jeruk. Shutterstock
Ilustrasi jeruk dan jus jeruk. Shutterstock
Iklan

Kebijakan pemerintah "mencekik" impor jeruk mandarin dari Cina memaksa Perdana Menteri Li Keqiang datang ke Jakarta. Sejak awal tahun ini, pemerintah memang menahan surat persetujuan impor jeruk mandarin. Tujuannya tak lain agar Cina membuka keran impor bagi produk hortikultura Indonesia.

Diplomasi dagang jeruk mandarin itu rupanya membuahkan hasil. Pemerintah Cina bersedia menambah impor minyak kelapa sawit sebesar 500 ribu ton per tahun. Angka ini akan menambah ekspor minyak sawit kita ke Cina, yang mencapai 3,7 juta ton pada tahun lalu. Pemerintah Cina juga bakal mengimpor manggis, kopi, dan produk hortikultura lainnya. Sebaliknya, Indonesia diminta membuka kembali impor jeruk mandarin.

Pemerintah cukup cerdik mengaitkan neraca perdagangan Indonesia-Cina dengan negara lain, yakni Pakistan. Dengan Cina, Indonesia menderita defisit, tapi mencatat surplus dengan Pakistan. Diplomasi segitiga Indonesia-Cina-Pakistan terbukti membawa berkah. Ekspor ke Cina dan Pakistan sama-sama meningkat dan memberikan keuntungan yang cukup besar bagi Indonesia.

Perdagangan negara kita dengan Cina memang timpang. Selama bertahun-tahun, Indonesia selalu tekor dan jumlahnya terus membesar. Pada 2013, defisit perdagangan kita terhadap Cina sebanyak US$ 8,3 miliar, dan pada 2017 naik 71 persen menjadi US$ 14,2 miliar. Hal ini terjadi karena selama lima tahun terakhir rata-rata ekspor Indonesia ke Cina turun 0,1 persen, sedangkan impor negeri ini justru naik rata-rata 3,7 persen.

Berbagai upaya menggenjot ekspor ke Cina acap dihambat. Ada saja alasan pemerintah Cina membatasi impor dari Indonesia. Misalnya, buah manggis kita disebut mengandung penyakit kutu putih. Padahal manggis Indonesia bisa lolos ke Singapura, yang persyaratan impor produk hortikulturanya lebih ketat. Cina juga memberikan perlakuan berbeda kepada negara lain. Misalnya, salak dan nanas Indonesia tak bisa menembus tembok Cina, tapi bisa lolos kalau melalui Vietnam.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Defisit perdagangan dan berbagai hambatan itulah yang menjadi alasan Kementerian Perdagangan mulai memberikan tekanan kepada pemerintah Cina, tanpa harus melanggar aturan Organisasi Perdagangan Internasional (WTO). Salah satunya dengan tidak memberikan surat persetujuan impor jeruk mandarin pada Januari-Maret lalu. Indonesia ingin Cina membuka pintu impor untuk Indonesia, terutama produk-produk hortikultura.

Periode itu bertepatan dengan masa panen jeruk di Cina dan bersamaan pula dengan peringatan Imlek. Dampaknya luar biasa. Petani jeruk di Provinsi Fujian menjerit karena hasil panen mereka membusuk. Kerugian ditaksir mencapai US$ 36 juta atau hampir setengah triliun rupiah.

Berkebalikan dengan Cina, perdagangan Indonesia surplus terhadap Pakistan. Pada 2013, surplus Indonesia mencapai US$ 1,9 miliar, dan naik menjadi US$ 2,2 miliar pada 2017. Ekspor utama Indonesia adalah minyak kelapa sawit (CPO). Baru-baru ini, Pakistan bersedia membeli gas alam cair (LNG) dengan kontrak 10 tahun dan bisa diperpanjang selama 5 tahun. Imbalannya, Indonesia membuka impor jeruk kino dari Pakistan tanpa pembatasan.

Keberhasilan diplomasi dagang ini semestinya diikuti transparansi, terutama soal siapa yang paling diuntungkan dalam perdagangan antara Indonesia-Cina dan Indonesia-Pakistan. Hal ini penting agar pemerintah, terutama Kementerian Perdagangan, tidak dituduh menjadi ujung tombak kepentingan importir tertentu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

23 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

42 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

51 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024