Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Terorisme dan Ketakutan

image-profil

image-gnews
Sejumlah anggota Gegana Sat-Brimob Polda Banten memeriksa pengendara sepeda motor di Alun-alun Serang, pasca Bom Surabaya, 14 Mei 2018. Pemeriksaan dilakukan guna mempersempit ruang gerak jaringan teroris menyusul serangkaian ledakan bom di Surabaya. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Sejumlah anggota Gegana Sat-Brimob Polda Banten memeriksa pengendara sepeda motor di Alun-alun Serang, pasca Bom Surabaya, 14 Mei 2018. Pemeriksaan dilakukan guna mempersempit ruang gerak jaringan teroris menyusul serangkaian ledakan bom di Surabaya. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Iklan

Nova Riyanti Yusuf
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Jiwa Jakarta

Dalam masyarakat Indonesia tampaknya telah muncul gejala dan gangguan berbasis ketakutan akibat teror. Berbagai cacian, makian, sumpah serapah, dan wujud konflik virtual lainnya telah ditampilkan masyarakat di berbagai media sosial. Fenomena ini tampil begitu personal-dengan tolok ukur agama, moral, politik, ideologi, spiritual, etika atau pengaruh-pengaruh lainnya-sedangkan terorisme itu sendiri tidaklah personal. Berbagai referensi mengatakan bahwa terorisme hampir bisa dipastikan mempunyai tujuan politis sehingga wujud ketakutan akan terorisme pun ikut tunduk pada manipulasi politik.

Tindakan teror jarang sekali sebatas sebuah perwujudan amarah tak bertujuan. Tindakan itu cenderung direncanakan secara hati-hati. Teroris adalah manusia, yang hampir sama dengan manusia pada umumnya, yang juga mempunyai atasan. Organisasi teroris membutuhkan pemimpin sampai dengan bawahan dengan pendanaan yang datang dari banyak sumber yang konon mencengangkan. Karena itu, jejaring-jejaring terorisme pun harus melalui proses seperti perusahaan pada umumnya, yaitu perekrutan.

Selama ini berbagai teori terus menyoroti perilaku bom bunuh diri, tapi sungguh sangat sulit untuk mengenali seorang teroris. Misalkan pelaku di Surabaya adalah sebuah keluarga. Hal ini bertolak belakang dengan proxy konsep pemikiran sosiolog Prancis, Emile Durkheim. Menurut Durkeim, individu yang terpinggirkan, belum menikah, berpendidikan tinggi, dan ekonomi baik, berkemungkinan besar akan direkrut untuk menjadi pelaku bom bunuh diri.

Radikalisme harus juga dilihat dari kacamata psikologis dan problem psikososial. Proses perekrutan, yang dilanjutkan dengan penggemblengan dan indoktrinasi, sangatlah mungkin bersifat nepotisme. Hubungan kekeluargaan bisa sangat menentukan kedekatan dengan kelompok teroris. Tekanan sebaya atau keluarga juga sangat berperan. Faktor-faktor seperti tragedi personal dan keinginan balas dendam sangat potensial sebagai motivasi. Keterbatasan lapangan pekerjaan memberikan sebuah kemungkinan bahwa menjadi teroris adalah sebuah pilihan karier.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Terorisme sebagai sebuah fenomena sosial biasanya juga berakar pada konteks lokal. Ketahanan keluarga adalah salah satu jargon pentingnya pembangunan Indonesia dari unit terkecil. Tragedi hari ini menjadi sebuah satire yang memilukan pada saat media massa mancanegara mendeskripsikan bahwa peristiwa teror Indonesia dilakukan oleh "sebuah keluarga". Keluarga menjadi kata yang ternistakan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Dimona, Israel, pada 2009 menunjukkan bahwa dukungan sosial dari teman adalah faktor protektif bagi remaja terhadap kemungkinan efek depresi akibat stres yang berkaitan dengan terorisme. Sementara itu, pada kasus yang terjadi di Surabaya belakangan ini, ada indikasi (yang belum terkonfirmasi) terjadinya pemaksaan dari orang tua terhadap anak-anaknya. Kalaupun tidak terjadi, ada banyak kemungkinan lain yang terjadi pada keluarga tersebut.

Akhir-akhir ini Indonesia cenderung lebih banyak mengalami serangan bom bunuh diri. Negara-negara yang mengalami perubahan tatanan sosial secara cepat tetapi tidak segera membuahkan hasil yang diinginkan dari peristiwa revolusioner tersebut dapat meningkatkan prevalensi bom bunuh diri, seperti Algeria (1992), Palestina (1993), bahkan Indonesia (1998).

Terorisme jelas memperdalam, memperburuk, dan memperkuat kebencian di Indonesia yang "masih terluka" akibat pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 yang segregatif. Pemberitaan yang bias tentang terorisme memberi teroris oksigen publisitas yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Sesulit apa pun, beberapa hal harus dilakoni Indonesia saat ini. Pertama, kesehatan jiwa masyarakat, yang ditunjukkan dengan ketenangan diri, kemampuan menahan diri, dan menjaga persatuan, adalah hal utama untuk memotong suplai oksigen bagi teroris. Kedua, pemangku kepentingan yang bertanggung jawab atas keamanan bangsa dan negara terus bersemangat dan disemangati untuk berikhtiar dalam menangani terorisme. Terakhir, selain mendalami dan menangani manifestasi ketakutan di dalam masyarakat, profesional di bidang kesehatan jiwa harus berusaha untuk memfasilitasi dialog bagi semua pemangku kepentingan dalam diskursus teror.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

23 jam lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

14 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

15 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

22 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

41 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

50 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024