Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tolak Regulasi Baru Terorisme

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
07-nas-Jokowi-RUU-terorisme
07-nas-Jokowi-RUU-terorisme
Iklan

Rentetan peledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, memberi alarm nyaring tentang bahaya sel teroris di Indonesia. Teror ini patut dikutuk, tapi menjadikannya sebagai alasan membuat undang-undang baru sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme bukanlah pikiran bijak.

Tiga bom meledak di Gereja Santa Maria di Jalan Ngagel, Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna, Ahad lalu. Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebutkan pelaku peledakan adalah satu keluarga yang diduga berafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharud Daulah atau pecahannya, Jamaah Ansharut Tauhid. Ini teror besar kedua setelah pengeboman di Jalan M.H. Thamrin pada awal 2017.

Polri menyebut peledakan ini sebagai implikasi dari kurangnya kewenangan pencegahan yang diberikan Undang-Undang Antiterorisme. Undang-undang itu memang hanya memberi kewenangan kepada polisi menindak teroris jika telah melakukan aksi. Meski tahu aktivitas mereka, polisi tak bisa mengambil tindakan. Misalnya, jika mereka memiliki bahan peledak atau peluru tanpa izin, belum bisa dijerat dengan undang-undang itu.

Hal yang harus diperhatikan adalah wewenang tambahan lewat revisi UU Antiterorisme sangat berpotensi disalahgunakan. Penangkapan sewenang-wenang mudah terjadi. Kita tahu bahwa operasi pemberantasan terorisme kadang berada di wilayah gelap yang tidak diketahui publik. Operasi Densus 88, misalnya, pernah dikritik karena mengakibatkan kematian salah satu terduga teroris di Klaten pada 2016. Kita juga tak tahu apakah Densus telah benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Tak jelas juga pada wilayah mana publik dapat mengontrol kerja detasemen khusus dan tertutup ini.

Apa yang terjadi di Amerika Serikat hendaknya menjadi pelajaran. Komunitas intelijen Amerika Serikat-CIA, FBI, dan National Security Agency (NSA)-misalnya sudah mendapat informasi perihal rencana penyerangan menara kembar WTC di New York sebelum 11 September 2001. Meski demikian, mereka gagal mencegah serangan teror itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Setelah serangan yang menewaskan lebih dari 3.000 orang itu, Amerika mengesahkan Patriot Act 2001, undang-undang yang diniatkan untuk meningkatkan kemampuan penegak hukum mendeteksi dan mencegah terorisme. Amerika juga membuat badan baru, yaitu Badan Intelijen Pusat dan Pusat Kontraterorisme Nasional.

Koordinasi antar-lembaga mungkin membaik di AS, tapi Patriot Act telah melanggar banyak privasi warga Amerika. Regulasi itu memungkinkan FBI dan badan intelijen mengintai penduduk Amerika meski orang itu tak menunjukkan tanda-tanda terlibat kegiatan kriminal.

DPR hendaknya menghentikan rencana merevisi UU Antiterorisme. Presiden selayaknya juga tak mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. Pencegahan terorisme hendaknya dilakukan dengan mengefektifkan kerja Densus, BIN, dan organisasi terkait. Manakala ditemukan indikasi lembaga-lembaga itu tak serius bekerja, atau mereka menyalahgunakan wewenang, Presiden tak boleh ragu mengganti pemimpinnya. Memerangi teror adalah tugas mulia. Tapi tugas itu hendaknya tidak dilakukan dengan melanggar hak asasi manusia.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024