Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polemik Perpanjangan Cuti Lebaran

Oleh

image-gnews
Salinan foto Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018 yang ditanda tangani hari ini di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu, 18 April 2018. Kementerian PANRB
Salinan foto Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018 yang ditanda tangani hari ini di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu, 18 April 2018. Kementerian PANRB
Iklan

Tulus Abadi
Ketua Pengurus Harian YLKI

Mudik Lebaran 2018 sudah di pelupuk mata. Tiket mudik pun sudah ludes diborong konsumen, khususnya untuk kereta api. Antusiasme publik juga kian membuncah manakala pemerintah memperpanjang masa cuti bersama Lebaran. Siapa yang tak suka hari liburnya ditambah, apalagi untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Namun kalangan pelaku usaha dan perbankan sangat keberatan dan meminta pemerintah merevisinya.

Jika dilihat dari proses pembuatan kebijakan publik, perpanjangan cuti bersama ini sangat absurd dan menggelikan. Hal ini menandakan kebijakan tersebut diputuskan secara linier, sepihak, dan tanpa memperhatikan pemangku kepentingan utama lainnya. Padahal cuti bersama diputuskan oleh tiga kementerian (Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) dan dikomandoi seorang menteri koordinator.

Secara linier, perpanjangan cuti bersama bisa dimengerti. Pemerintah ingin praktis, yakni agar arus lalu lintas lebih mencair, bahkan tidak terjadi bencana lalu lintas, yaitu gridlock (kemacetan total) saat mudik Lebaran. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Royke Lumuwa, memprediksi mudik kali ini akan lebih macet, khususnya di ruas jalan tol. Prediksi itu cukup beralasan karena pada masa mudik ini akses jalan tol Trans Jawa sudah tersambung 100 persen, walau di beberapa ruas masih belum sempurna. Tersambungnya akses ini akan mendorong bangkitan lalu lintas jalan tol. Masyarakat akan beramai-ramai menggunakannya sebagai alternatif jalur utama. Bahkan keberadaan jalan tol ini bisa memacu semangat untuk mudik dengan kendaraan pribadi.

Itulah persoalan utamanya. Arus mudik selalu didominasi kendaraan pribadi. Akses dan kapasitas angkutan umum sangatlah minim, apalagi angkutan umum di daerah nyaris mati suri. Kendaraan pribadi menjadi andalan, bukan hanya untuk arus mudik dari Jakarta ke daerah tujuan, tapi juga untuk mobilitas di kampung halaman. Jadi perpanjangan cuti ini didedikasikan sebagai bentuk rekayasa lalu lintas yang menjadi domain Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan. Pada titik inilah perpanjangan libur Lebaran menjadi hal yang rasional.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun sungguh sangat kontraproduktif jika pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, peruntukannya hanya untuk memfasilitasi mudik Lebaran. Infrastruktur jalan, apalagi jalan tol, peruntukannya haruslah berjangka panjang, yakni untuk mempercepat arus barang dan mendorong pertumbuhan sektor riil. Tapi, secara kasatmata, hal ini sulit terwujud. Jalan tol justru menjadi kendala. Pasalnya, tarif jalan tol dianggap mahal oleh kalangan pelaku usaha dan pengguna kendaraan pribadi. Jalan tol malah meningkatkan logistic fee, bukan sebaliknya. Sebagai contoh, tarif jalan tol dari ruas Merak sampai Surabaya, jika diakumulasikan, bisa mencapai Rp 1 juta per kendaraan. Akibatnya, kalangan pelaku usaha akan malas menggunakan jalan tol karena biaya tinggi dan tetap memilih jalan arteri.

Pemerintah juga lupa bahwa perpanjangan cuti Lebaran, selain kontraproduktif terhadap ekonomi dan perbankan, akan mendorong sikap konsumtif masyarakat. Masyarakat akan "menghamburkan" tabungan yang dikumpulkan dalam setahun untuk beberapa hari saja. Dan, mereka menghabiskannya untuk pembelian barang/jasa yang sekali pakai, bukan barang untuk investasi jangka panjang. Selain itu, menurut data yang ada, Indonesia termasuk salah satu negara yang jumlah hari liburnya terbanyak di dunia.

Karena itu, desakan kalangan pelaku usaha dan perbankan agar perpanjangan libur Lebaran dibatalkan bisa diterima akal sehat. Namun hal ini tidak boleh dilakukan secara gegabah, mengingat sebagian masyarakat sudah kadung membeli tiket transportasi mudik Lebaran.

Polemik perpanjangan cuti Lebaran harus menjadi pelajaran berharga dalam proses pembuatan kebijakan publik. Semua pemangku kepentingan, apalagi pemangku kepentingan utama, harus diajak bicara dan dilibatkan secara intens. Janganlah perpanjangan libur ini dijadikan momen populis menjelang pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum. Bahkan seharusnya pemerintah mempunyai kalkulasi secara matang dan komprehensif, seberapa signifikan benefit ekonomi mudik Lebaran dibanding dampak sosial-ekonomi lain. Pemerintah pun harus mulai berpikir keras, haruskah mobilisasi masa dan libur panjang hanya dengan momen Lebaran? Tidak bisakah mulai direkayasa agar momen mudik pada saat Lebaran Haji? Mudik Lebaran hanyalah produk budaya, maka seharusnya pemerintah berani melakukan kebijakan yang transformatif dan fundamental, yakni rekayasa budaya. Bukan sekadar memperpanjang libur sebagai wujud rekayasa lalu lintas.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

2 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

17 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

18 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

24 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

42 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

52 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024