Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menguapnya Kisah Sumadi Seng

Oleh

image-gnews
Bea Cukai Kembali Tegaskan Aturan Barang Bawaan dari Luar Negeri
Bea Cukai Kembali Tegaskan Aturan Barang Bawaan dari Luar Negeri
Iklan

MANDEKNYA pengusutan aliran dana mencurigakan dari pengusaha Sumadi Seng ke penegak hukum dan pegawai Bea dan Cukai amat disesalkan. Kepolisian seharusnya mengungkap lalu lintas dana triliunan rupiah yang berpusar pada pengusaha ekspor-impor itu sejak beberapa tahun lalu. Terbengkalainya kasus ini menyebabkan upaya membersihkan Bea dan Cukai dari pegawai yang nakal pun terhambat.

Jejak keterlibatan Sumadi sebetulnya sudah tercium saat mencuat kasus suap dan pencucian uang bekas Kepala Subdirektorat Ekspor Bea dan Cukai, Heru Sulastyono, pada 2013. Kartu anjungan tunai mandiri (ATM) atas nama anak buah Sumadi pun disebut-sebut kerap dipakai oleh Heru. Tapi, hingga Heru diadili dan divonis enam setengah tahun penjara, peran pengusaha itu menguap begitu saja. Hanya aliran duit dari importir Yusran Arief senilai Rp 11,4 miliar yang dijadikan bukti untuk menjebloskan Heru ke penjara.

Belakangan, makin terkuak peran Sumadi Seng yang diduga amat besar dalam permainan tak sedap di pelabuhan. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan aliran dana mencapai Rp 1,5 triliun di salah satu akun bank Sumadi sepanjang 2003-2014. Sebagian dana bermuara ke banyak rekening pegawai kepabeanan hingga penyidik Kepolisian RI.

Kalaupun tak sempat menggunakan jejak aliran dana Sumadi untuk memperkuat bukti kasus Heru, polisi semestinya tetap melanjutkan pengusutan. Aliran dana jumbo yang mencurigakan itu justru merupakan modal untuk membongkar tuntas jaringan eksportir dan importir penyuap pegawai Bea-Cukai. Yusran terang-benderang bukan satu-satunya penyetor fulus. Heru pun tak sendirian menikmati suap.

Para penyidik Polri seharusnya bersikap profesional. Mereka semestinya menelusuri secara serius sekalipun aliran duit itu sebagian bermuara ke koleganya. Sikap penyidik ini membuat borok di kepolisian tak terkuak. Yang terjadi justru sebaliknya. Sejumlah perwira menengah kepolisian mendapat promosi kendati nama mereka tercetak tebal sebagai penerima dana dari Sumadi Seng. Di antara mereka kini ada yang menjabat kepala kepolisian resor di salah satu kabupaten di Jawa Barat. Ada juga yang menduduki posisi penting di Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Komisi Pemberantasan Korupsi sebaiknya turun tangan untuk mengambil alih kasus Sumadi Seng yang telah lama mangkrak. KPK memiliki wewenang penuh mengusut korupsi yang melibatkan penegak hukum dan penyelenggara negara. Apalagi fenomena di kepolisian juga terjadi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Belasan kolega Heru Sulastyono yang kecipratan aliran dana itu kini mengisi sejumlah pos strategis di kantor pusat dan daerah. Sembilan nama pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang terendus menerima duit dari orang dekat Sumadi pun masih memiliki karier yang nyaman.

Kasus aliran dana Sumadi dan sejumlah perkara lain di Bea dan Cukai yang mandek menyebabkan reformasi instansi ini seakan-akan berjalan di tempat. Menteri Keuangan Sri Mulyani seharusnya menyadari bahwa upaya membenahi instansi Bea dan Cukai serta pajak belum menyentuh akar persoalan. Masih banyak pegawai dan pejabat nakal yang menduduki posisi penting di birokrasi. Sri Mulyani harus mendesak penegak hukum serius mengusut suap ini, selain mengevaluasi lagi pengawasan internal birokrasi.

Jika semua upaya itu tetap gagal, jangan-jangan cara Presiden Soeharto pada 1985 perlu ditiru: mencabut fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan merumahkan semua pegawainya, lalu mengalihkan pengelolaan kepabeanan ke swasta.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

8 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

23 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

23 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

24 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024