Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Belenggu Calon Pendamping

Oleh

image-gnews
Presiden terpilih Jokowi bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla, dalam peresmian pembubaran Tim kampanye nasional Jokowi-JK, di Posko Pemenangan, Jakarta, 29 Agustus 2014. Dalam pidato pembubaran Jokowi menyatakan bersyukur atas terlaksananya Pemilihan Presiden yang dimenangkan oleh pasangan Jokowi-JK. TEMPO/Imam Sukamto
Presiden terpilih Jokowi bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla, dalam peresmian pembubaran Tim kampanye nasional Jokowi-JK, di Posko Pemenangan, Jakarta, 29 Agustus 2014. Dalam pidato pembubaran Jokowi menyatakan bersyukur atas terlaksananya Pemilihan Presiden yang dimenangkan oleh pasangan Jokowi-JK. TEMPO/Imam Sukamto
Iklan

SEBAGAI inkumben dalam pemilihan presiden 2019, Joko Widodo hampir memiliki segalanya: kekuasaan, birokrasi, dan kesempatan luas untuk bertemu dengan pemilih. Kemungkinan dia kembali menjadi presiden pada 2019-2024 relatif besar. Tingkat keterpilihannya meningkat dari waktu ke waktu. Elektabilitas Jokowi kini di atas 50 persen-meninggalkan Prabowo Subianto, calon presiden dari Partai Gerindra.

Empat tahun memerintah, Jokowi menorehkan banyak prestasi. Sejumlah proyek infrastruktur dia selesaikan-meski dengan sejumlah catatan, misalnya kecelakaan kerja, pendanaan yang berantakan, dan sejumlah problem teknis. Ia hampir tiap pekan meresmikan proyek, seremoni yang memberinya kesempatan meraih simpati.

Dengan kenyataan ini, Jokowi semestinya lebih percaya diri menghadapi pemilihan umum. Presiden tak perlu cemas terhadap analisis yang menyebutkan dia tak diminati pemilih muslim. Pasca-demonstrasi 212, pemerintah memang dikesankan berseberangan dengan umat Islam. Tudingan pencemaran agama yang diarahkan kepada Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta ketika itu, ikut "menyeret" Jokowi. Tuntutan kepada polisi agar memenjarakan Ahok-demikian Basuki biasa disapa-berubah menjadi dorongan untuk menjatuhkan Presiden. Sebelum itu, untuk pelbagai kepentingan politik, Jokowi juga kerap dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia.

Menyikapi analisis itu, Jokowi masih terkesan galau. Pertemuannya dengan Persaudaraan Alumni 212-sejumlah orang yang mengatasnamakan demonstran penentang Ahok pada 2016-mudah dibaca sebagai keinginan Jokowi agar tak "ditinggalkan" pemilih Islam. Presiden hendaknya tak rancu: Islam, pemilih muslim, dan Persaudaraan Alumni 212 adalah tiga entitas yang tidak sepenuhnya kongruen.

Akar persoalannya adalah analisis yang menyebutkan Jokowi tak disokong umat Islam-hal yang kerap digaungkan lawan politik. Padahal tak ada data yang meyakinkan untuk mendukung klaim itu. Pendukung dan penentang Jokowi, seperti tampak dalam sejumlah survei, tersebar di segala agama dan keyakinan. Pada sebuah sigi, pendukung Jokowi dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persatuan Islam-untuk menyebut tiga organisasi Islam-masih di atas 50 persen. Angka itu sejalan dengan elektabilitas Jokowi tanpa mengindahkan identitas pemilih.

Sayangnya, analisis bahwa Jokowi tak diminati umat Islam itu tampaknya telanjur dipercaya-tidak hanya oleh Presiden, tapi juga oleh mereka yang ingin mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden. Di media sosial dan pelbagai pesan berantai, kini kerap ditemukan pejabat publik yang mendadak "saleh": bersongkok dan mengucapkan pelbagai doa. Itu pesan-pesan yang tentu saja baik, tapi sulit untuk tak menduganya bermotif politik, termasuk keinginan dipinang sebagai wakil presiden.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jokowi semestinya tak hirau terhadap itu semua. Satu setengah tahun lagi memerintah, ia selayaknya berfokus pada peningkatan kinerja. Akan halnya memilih calon wakil presiden, ia bisa lebih rileks.

Calon wakil presiden seyogianya mereka yang cakap bekerja. Tidak hanya mengimbangi kegesitan Presiden menyelesaikan pembangunan ekonomi, kandidat itu juga mesti punya perhatian pada persoalan hukum, kesetaraan gender, lingkungan hidup, hak asasi manusia, dan politik internasional-isu-isu yang relatif terbengkalai selama ini. Calon wakil presiden Jokowi selayaknya bukan orang yang hanya membebek keinginan Presiden. Ia juga harus menjadi devil’s advocate bagi kebijakan-kebijakan Presiden.

Mempertimbangkan aspirasi partai pendukung tentu tidak ada salahnya. Tapi aspirasi itu hendaknya tidak mengikat Presiden. Abaikan partai, organisasi, atau individu yang menyorongkan diri dengan membawa nama agama. Terhadap organisasi kemasyarakatan berbasis religi, Jokowi harus mengedepankan kinerja, bukan tetek-bengek menyangkut identitas diri.

Sudah selayaknya Indonesia keluar dari belenggu politik identitas. Lima tahun terakhir, problem suku, agama, dan golongan telah menjadi virus dalam politik Tanah Air. Dalam persaingan politik, dua pihak yang berseberangan bisa menggunakan isu agama untuk saling menjatuhkan. Isu inilah yang hendak dipertahankan dalam perhelatan 2019.

Jokowi punya kesempatan emas untuk memperbaiki keadaan. Untuk mendinginkan suhu politik, ia boleh-boleh saja mendengarkan dan merangkul semua golongan. Tapi, sebagai calon presiden, ia tidak boleh merangkul kelompok intoleran hanya untuk memenangi pertandingan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024