Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Akal

image-profil

Oleh

image-gnews
Diagram fungsi otak manusia. sciencephoto.com
Diagram fungsi otak manusia. sciencephoto.com
Iklan

Benarkah akal lebih baik ketimbang okol? Dalam petuah Jawa, itulah yang sering dikatakan: akal umumnya diartikan sebagai nalar, okol kekuatan kasar. Sebaiknya, demikian dinasihatkan, kita gunakan nalar dalam beradu pendapat, jangan dengan gertak dan kekerasan. Melalui nalar, orang akan bisa diyakinkan dan akan menerima posisi kita bukan karena ketakutan.

Tapi perlu ada catatan: "akal" tak niscaya sama dengan "nalar". Tak jarang "akal" mengacu kepada kecerdikan. "Akal-akalan" adalah kata yang menyiratkan kepintaran memperdaya.

Mungkin sebab itu lebih baik kita bedakan "akal" dengan "akal budi", kata lain buat nalar, yang dalam bahasa Inggris disebut reason: kapasitas membentuk makna secara sadar dari gejala yang tampak, mempertegas fakta dan mengujinya, menggunakan logika, dan menjelaskan dan mengoreksi cara bekerja, kebiasaan, atau keyakinan. Kata "budi" mengandung sisi ethis: kemampuan kita memakai nalar juga kemampuan kita membedakan mana yang baik dan mana yang keji, dan memilih yang pertama.

Sisi ethis akal budi ini yang membuat nalar bukan satu kemampuan yang unggul tersendiri, terlepas dari totalitas diri manusia. Dalam kitab Wulangrèh, misalnya, melatih kemampuan nalar bertautan dengan melatih "kalbu", hati nurani, dan jasmani:

Padha gulangen ing kalbu, ing sasmita amrih lantip, aja pijer mangan néndra, kaprawiran den kaèsthi pesunen sariranira, sudanen dhahar lan guling.

(Biasakanlah engkau melatih kalbu, agar tajam dan cerdas menangkap tanda dan gejala. Jangan hanya makan-minum. Bersikap perwira adalah menggembleng tubuh; kurangilah makan dan tidur.)

Tampak, bagi Wulangrèh, membiasakan diri sepenuhnya dalam kenikmatan jasmani bertentangan dengan melatih kecerdasan dan mempraktikkan kearifan.

Ini agaknya ajaran yang beredar dari masa ke masa: hanya memanjakan tubuh akan membuat kita abai dan lemah pikir. Yang paling menarik di abad ke-4 sebelum Masehi, di Yunani Kuno: Sokrates, penganjur rasionalitas dalam hidup dan politik mengecam kenikmatan-dan menarik: ia menentang retorika.

Retorika, baginya, cuma enak didengarkan: bisa merayu orang sedemikian rupa hingga jauh dari susah payah mencapai kebenaran dan keadilan. Kepintaran dalam retorika (dalam Wulangrèh disebut "sugihwuwus") bisa membuat orang terlena dan berhenti menggunakan nalar. Seorang orator, dengan retorikanya, "tak perlu mengetahui kebenaran", demikian Sokrates dikutip dalam Gorgias. Yang dibutuhkan hanya "menemukan cara membujuk". Retorika, bagi Sokrates, hanya seperti membuat masakan atau mempercantik diri. Ia bukan kiat (tèchne), melainkan cuma keterampilan yang tumbuh karena pengalaman, empereia. Tak ada hubungannya dengan nalar, tak pula memenuhi kebutuhan akal budi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sokrates-yang tak menyukai demokrasi-mengemukakan pandangannya di masa ketika Athena memanas oleh orang-orang yang dengan pidato yang hebat mengobarkan gelora perasaan para demos, orang ramai. Para orator itu membujuk khalayak ramai bukan karena keinginan akan pengetahuan dan kebenaran, melainkan dengan membuat demos merasa asyik. Mereka bertepuk dalam rapat politik, ikut marah, memuja atau membenci dalam mahkamah.

Wulangrèh bahkan mengingatkan bahwa dengan ucapan yang seru dan memukau, oleh para orator "kedengkian diumbar, tanpa batas", panastèné kang dèn umbar, nora nganggo sawatawis.

Ada yang sejajar di sini: Wulangrèh adalah ajaran berkuasa (nge-rèh) bagi generasi muda aristokrat Surakarta untuk mengikuti guru yang bukan sembarang guru; Sokrates memajukan argumentasi untuk mengganti semangat demokratik dengan sesuatu yang lebih perkasa: rasionalitas. Kita ingat, Sokrates anggap orang ramai dungu.

Tapi sebenarnya tak jelas benar apa yang dimaksudkan "rasionalitas" dalam politik. Kini kita ragu bisakah perjuangan ke arah kekuasaan dan hegemoni dijalankan dengan mempertahankan akal sehat. Asas yang diajarkan Machiavelli, yang mengutamakan tujuan negara dengan menghalalkan bahkan cara yang busuk, juga bisa dianggap penerapan akal "rasionalitas"-setidaknya yang disebut sebagai "rasionalitas instrumental".

Kini suasana "pasca-kebenaran" dikukuhkan; nilai-nilai yang dulu dinyatakan universal dianggap hanya topeng bagi pemegang hegemoni, hingga "berpihak" adalah sikap yang diutamakan. Kini, imbauan ke arah sebuah percaturan politik dengan "akal sehat" terdengar sumbang....

Maka apa yang bisa dilakukan?

Mungkin politik perlu lebih rendah hati tanpa mati semangat. Orang perlu mengakui bahwa "rasionalitas" dalam politik tak punya formula yang terang dan kekal. Lebih sering terjadi adalah "akal-akalan". Wajar bila pasca-Sokrates, Aristoteles mengakui: "Awal pemikiran rasional... bukanlah pemikiran rasional, melainkan sesuatu yang lebih kuat." Bukan wahyu Tuhan, melainkan hasrat akan kemerdekaan dan keadilan.

Goenawan Mohamad

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024