Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kuda Hitam

image-profil

Oleh

image-gnews
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V Cetak dan KBBI Edisi V Daring resmi diluncurkan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V Cetak dan KBBI Edisi V Daring resmi diluncurkan.
Iklan

Putu Setia

Kelemahan Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam memberi arti pada kiasan adalah tidak menelusuri asal-muasal kiasan itu lahir. Misalnya kambing hitam, dalam kamus diuraikan sebagai "orang atau sesuatu yang dipersalahkan atas suatu kejadian, padahal dirinya tidak terbukti bersalah". Kenapa harus kambing yang berbulu hitam? Atau, bagaimana kalau monyet hitam?

Lalu, kiasan membabi-buta diuraikan sebagai "melakukan sesuatu secara nekat, tak peduli apa-apa lagi". Ada peternakan babi di kampung saya dan kebetulan saya melihat babi yang matanya buta. Hewan itu malah sangat kalem dibanding temannya.

Apa arti kuda hitam? Kamus merujuk ke istilah olahraga, "peserta pertandingan (perlombaan) yang semula tidak diperhitungkan akan menang tapi akhirnya menjadi pemenang". Istilah ini jadi viral sekarang, padahal dikaitkan dengan pemilihan presiden tahun depan dan bukan olahraga. Tentu kebetulan calon presidennya (kalau jadi) ada penggemar kuda, Prabowo Subianto. Namun, kalau Prabowo betul-betul jadi calon presiden, beliau bukan dalam posisi kuda hitam, karena banyak yang memperhitungkan akan menang. Tak percaya, tanya Fadli Zon.

Begitu pula Joko Widodo. Beliau bukan kuda hitam, karena banyak yang memperhitungkan menang untuk dua periode. Orang yang sudah diperhitungkan akan menang oleh kelompoknya bukanlah kuda hitam menurut kamus. Kuda hitam itu adalah seseorang (tapi kok pakai kiasan nama hewan) yang tidak diperhitungkan tapi ternyata bisa menang pada saat "pertandingan".

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jadi, siapa kuda hitam itu? Ada banyak, tergantung siapa yang meng-kuda-hitam-kan. Lembaga Survei Kedai Kopi--ini akronim tak berurusan dengan kopi--menyebut ada lima orang, yakni Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli, Susi Pudjiastuti, Anies Baswedan, dan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi. Kelimanya bukan elite partai, bahkan cuma nama terakhir saja yang anggota partai. Karena itu, ada kuda hitam lain seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Sejatinya istilah kuda hitam untuk pilpres 2019 terlalu dini. Merujuk ke kamus, kuda hitam baru muncul jika sudah ada "peserta pertandingan". Bagaimana mungkin memperhitungkan siapa yang menang kalau yang resmi bertanding saja belum ada? Harus diterka dulu siapa "peserta pertandingan" pada pilpres nanti. Apakah Jokowi sudah pasti? Fahri Hamzah menyebutkan: "Jokowi belum tentu dapat tiket capres, lihat saja Agustus nanti, percayalah saya." Apakah Prabowo sudah yakin mau jadi capres? Tanyalah orang-orang dekat Jokowi, mereka yakin Prabowo jadi cawapresnya Jokowi. Saya memang sengaja mengutip komentar dari sisi lain. Kalau mengutip pendukung fanatiknya, tentu tak asyik.

Jika Jokowi dan Prabowo saja belum pasti menjadi "peserta pertandingan", bagaimana pula dengan Gatot, Rizal, Cak Imin, Romy, Anies, dan seterusnya? Mereka cuma mengandalkan "kalau rakyat memintanya dan Tuhan menghendaki apa pun bisa terjadi". Permintaan rakyat ini sulit diterima, karena rakyat sudah diwakili partai dalam mengusung capres. Sedangkan "jika Tuhan menghendaki" terlalu abstrak, meski benar, karena kekuasaan Tuhan tak bisa kita duga. Jangankan pilpres tahun depan, besok saja rencana kita bisa batal kalau tengah malam ini kiamat.

Sebaiknya kita tak usah dulu mengkhayal adanya kuda hitam, karena yang kita kuda-hitamkan itu lebih banyak bermimpi. Mereka asyik menunggu mukjizat dari langit. Tunggu saat pendaftaran capres. Apa betul ada kuda hitam ataukah cuma kuda lumping, itu kuda dari anyaman bambu untuk berkhayal.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

50 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024