Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Selamatkan Air Jakarta

image-profil

image-gnews
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan hasil audit razia air tanah terhadap gedung-gedung di Jalan Thamrin-Sudirman, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 11 April 2018. Tempo/Irsyan Hasyim
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan hasil audit razia air tanah terhadap gedung-gedung di Jalan Thamrin-Sudirman, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 11 April 2018. Tempo/Irsyan Hasyim
Iklan

Nirwono Joga
Kemitraan Kota Hijau

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini melakukan gebrakan. Tim terpadu Pemerintah Provinsi DKI melakukan inspeksi mendadak terhadap 77 dari target 80 gedung di kawasan Sudirman-Thamrin. Hasilnya, 37 gedung tidak memiliki sumur resapan dan tujuh tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah. Ancamannya, sertifikat laik fungsi hingga izin operasional gedung bisa dicabut.

Jakarta memang harus lebih serius mengatasi persoalan air bersih dan air tanah. Penurunan muka tanah merupakan ancaman nyata terbesar di Ibu Kota. Penurunannya sebesar 4-28 cm per tahun. Penyebabnya adalah penyedotan air tanah yang tidak terkendali, beban gedung pencakar langit, infrastruktur jalan, dan kendaraan berat. Hal yang juga patut diperhatikan adalah kenaikan muka air laut. Kenaikan akibat perubahan iklim di pantai utara Jakarta berkisar 0,6-1,5 cm per tahun.

Penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut yang terjadi bersamaan telah memperberat kondisi lingkungan pantai. Dampaknya adalah limpasan air laut (rob) dan banjir semakin luas serta ancaman menghilangnya pesisir daratan pantai.

Perkembangan kota membutuhkan air tanah. Untuk itu, kota harus didukung ketersediaan air yang memadai dari sumber mata air dalam dan air permukaan yang terjaga kelestariannya. Untuk mengerem laju penurunan muka tanah, hal yang harus dilakukan adalah menghentikan secara bertahap penyedotan air tanah, memberikan jaminan ketersediaan air baku yang memadai, dan menerapkan konsep ekodrainase kota.

Langkah apa yang harus pemerintah lakukan? Pertama, peningkatan pasokan air. Produksi air bersih Jakarta masih bergantung pada luar DKI dengan rincian dari Waduk Jatiluhur (81 persen), perusahaan daerah air minum Tangerang (14 persen), dan Sungai Krukut (5 persen). Pemanfaatan air bersih di DKI sebesar 560 juta meter kubik (2015) dan yang tersalurkan baru 330 juta meter kubik (60 persen). Itu pun lebih banyak dinikmati kalangan menengah ke atas (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DKI Jakarta 2018-2022).

Pasokan air baku ke Perusahaan Daerah Air Minum Jakarta (PAM Jaya) dari Kalimalang, Sungai Cisadane, dan sungai lain sebesar 26,9 meter kubik per detik atau 2,3 juta meter kubik per hari (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2018).

Jika satu orang butuh air bersih 60 liter atau 0,06 meter kubik per hari, 12 juta jiwa warga Jakarta membutuhkan 720 ribu meter kubik per hari. Itu artinya hanya sepertiga dari suplai air baku. Persoalannya, kebocoran saluran air pipa mencapai 40 persen, yang membuat layanan air bersih melalui pemipaan ini tidak merata dan tak stabil memasok.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kedua, meningkatkan ketahanan air Jakarta, dari 27,78 persen kemampuan sumber daya alam/air (SDA) dan 72,78 persen sumber air perpipaan pada 2017 menjadi 82,34 persen dari SDA dan 10 persen air perpipaan pada 2030. Neraca air DKI diperkirakan memiliki potensi ketersediaan sumber air 2,34 juta meter kubik dan kebutuhan 1,28 juta meter kubik, maka ada cadangan 632 ribu meter kubik lebih (Rachmat F. Lubis, LIPI, 2018). Hal ini dapat terwujud jika pemerintah melakukan optimalisasi sumber pasokan air, seperti air permukaan statis, air permukaan dinamis, air hujan andalan, air tanah dangkal, air tanah dalam, dan air hasil pengolahan air bekas (intervensi teknologi tepat guna).

Ketiga, pemerintah harus menjamin kualitas, kuantitas, dan kesinambungan ketersediaan air bersih. Peningkatan kualitas air dapat dilakukan dengan cara mengurangi (dan menghentikan) polusi pada sumber-sumber air, mengolah limbah secara optimal di sumbernya, serta menghindari pembuangan sampah terbuka.

Peningkatan kuantitas air dilakukan melalui gerakan panen air (hujan), mengurangi bertahap pengambilan air tanah, menerapkan pertanian hemat air, memperbanyak ruang terbuka hijau (daerah resapan air), dan penguatan konektivitas antar-unsur dalam ekosistem (tanah-vegetasi-air).

Peningkatan kesinambungan air melalui pengelolaan SDA, khususnya air tanah, dilakukan secara terpadu dari hulu (pegunungan) sampai hilir (laut). Konservasi SDA harus terukur dan terpadu agar defisit kuantitas air seiring pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan.

Keempat, pendekatan kota ramah air adalah bagaimana setiap lahan dapat menampung air sebanyak-banyaknya dan kemudian diresapkan sebesar-besarnya ke dalam tanah (ekodrainase), seperti naturalisasi sungai; revitalisasi situ, danau, embung dan waduk; rehabilitasi saluran air kota; memperbanyak ruang terbuka hijau; serta membangun sumur resapan dan kolam penampung air di halaman rumah, sekolah, area parkir perkantoran, dan pusat belanja.

Ketika pasokan air bersih sudah terpenuhi, termasuk bagi keperluan rumah tangga, industri, gedung bertingkat, dan kawasan khusus lainnya, pada saat itulah pemerintah DKI harus menghentikan perizinan pengambilan air tanah serta menegakkan aturan hukum yang tegas bagi pelanggar.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

2 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

17 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

18 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

24 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

42 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

52 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024