Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Malapetaka di Teluk Balikpapan

Oleh

image-gnews
Sisa tumpahan minyak terlihat dari foto kamera drone di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, 4 April 2018. Pipa baja dengan diameter 20 inci dan tebal12 miliar tersebut berada di dasar laut dengan kedalaman 20-25 meter.Imeida Tandrin/ REUTERS
Sisa tumpahan minyak terlihat dari foto kamera drone di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, 4 April 2018. Pipa baja dengan diameter 20 inci dan tebal12 miliar tersebut berada di dasar laut dengan kedalaman 20-25 meter.Imeida Tandrin/ REUTERS
Iklan

INSIDEN kebocoran pipa minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, menunjukkan PT Pertamina (Persero) tidak siap melakukan mitigasi kegagalan operasi. Perusahaan negara minyak dan gas bumi itu seperti tergagap mengatasi tumpahan minyak yang kini menutupi 20 ribu hektare laut.

Kebocoran terjadi sekitar pukul 03.00 Wita, 31 Maret lalu, akibat patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke kilang Balikpapan. Pipa yang dipasang pada 1998 itu putus dan bergeser sekitar 120 meter dari posisi awalnya.

Sedikitnya 40 ribu barel minyak mentah tumpah meski kebocoran dapat ditutup dua jam kemudian. Ada kesan Pertamina menyembunyikan kejadian tersebut: pengumuman resmi baru disampaikan tiga hari berselang. Sempat pula terjadi kekacauan komunikasi ketika pejabat Pertamina Balikpapan menyangkal ada kebocoran meski kemudian meralatnya.

Dampak ekologis tentulah mengerikan: tumpahan minyak menutup 34 hektare kawasan mangrove di Kelurahan Kariangau, habitat kepiting. Sebanyak 6.000 batang dan 2.000 bibit mangrove di Kampung Atas Air, Margasari, menghitam oleh tumpahan bahan bakar mentah.

Minyak yang tumpah di laut merupakan polutan organik yang sulit terurai dalam waktu singkat. Minyak mentah yang tumpah di Prince William Sound, Alaska, Amerika Serikat, Maret 1989, diperkirakan baru bisa dibersihkan 25 tahun kemudian. Saat itu, tanker Exxon Valdez terguling dan mengguyurkan 41 ribu meter kubik minyaknya ke laut.

Greenomics Indonesia memperkirakan kerugian ekologis di Teluk Balikpapan mencapai US$ 8,27 miliar atau sekitar Rp 111,7 triliun. Penghitungan minimal ini didapat dengan mengacu pada nilai ekonomis dari berbagai komponen utama ekosistem laut dan hutan bakau.

Indikasi kelalaian sulit ditutupi. Pertamina mengaku usia pipa yang bocor telah 20 tahun. Tabung penyalur minyak itu juga tidak dilengkapi sensor sehingga lokasi kebocoran tidak diketahui dengan cepat. Lokasi itu baru diketahui setelah penyelam turun ke kedalaman laut 20-26 meter. Patut dicemaskan: perusahaan sekaliber Pertamina tidak memiliki sistem pengamanan kegagalan operasi. Perusahaan itu juga menggunakan pipa dengan alat pemberi peringatan yang tidak berfungsi.

Bila terbukti melakukan kelalaian yang berdampak kerusakan lingkungan dan menelan korban, perusahaan minyak itu bisa dijerat Pasal 99 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelanggar aturan itu diancam hukuman penjara 9 tahun dan denda Rp 9 miliar serta keharusan membayar ganti rugi kepada masyarakat dan lingkungan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemerintah mesti bersikap tegas. Langkah awal adalah meminta Pertamina bertanggung jawab mengatasi dampak kerusakan ekosistem laut akibat tumpahan minyak tersebut. Pertamina dimungkinkan menuntut pihak lain yang menjadi pemicu kebocoran pipa bawah laut itu-termasuk dugaan keterlibatan kapal pengangkut batu bara yang ditengarai menyeret pipa ketika buang sauh.

Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut bisa menjadi peluru bagi Pertamina untuk menyeret pihak yang menjadi penyebab kebocoran pipa. Aturan yang memakai prinsip pencemar membayar (polluter pays principle) ini mewajibkan pemilik kapal membayar kerugian masyarakat dan kerusakan lingkungan dari pencemaran.

Pembentukan tim gabungan mitigasi bencana mesti diprioritaskan. Tim itu perlu melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kementerian teknis, akademikus, LSM lingkungan, serta masyarakat setempat.

Kehadiran pemerintah dalam mengatasi bencana lingkungan ini penting sebagai koreksi atas pernyataan "offside" Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, yang mengatakan kebocoran pipa itu sudah bisa diatasi dan bukan merupakan kesalahan Pertamina. Klaim ini jelas prematur karena penyelidikan saat itu belum lagi dilakukan.

Langkah Amerika Serikat dalam mengatasi kerusakan lingkungan akibat ledakan kilang pengeboran minyak Deepwater Horizon milik British Petroleum (BP) di Teluk Meksiko pada 2010 bisa ditiru. Saat itu, Presiden Barack Obama meminta BP membayar ganti rugi senilai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 172 triliun kepada masyarakat dan pemerintah selain memperbaiki lingkungan yang tercemar.

Bencana lingkungan yang terjadi mesti menjadi momentum bagi Pertamina untuk melakukan audit ulang kondisi dan sistem pengamanan semua pipa minyak bawah laut. Adapun dalam proses penyidikan, polisi harus bertindak cergas dan tak pandang bulu. Bencana serupa tak boleh terulang.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

23 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024