Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bioskop dan Wahabi Ortodoks

image-profil

image-gnews
Sejumlah orang menyaksikan film di bisokop pertama Arab Saudi di Jeddah, 13 Januari 2018. REUTERS/Reem Baeshen
Sejumlah orang menyaksikan film di bisokop pertama Arab Saudi di Jeddah, 13 Januari 2018. REUTERS/Reem Baeshen
Iklan

Smith Alhadar
Penasihat Indonesian Society for Middle East Studies

Mulai 18 April mendatang, untuk pertama kalinya dalam 38 tahun terakhir, warga Arab Saudi dapat menonton film di bioskop di negara mereka sendiri. Selama ini mereka hanya bisa menonton film dari gadget atau di bioskop negara tetangga, seperti Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Tak kurang dari 40 bioskop akan dibuka di 15 kota dalam kurun lima tahun mendatang. Saudi berencana membuka paling tidak 350 bioskop dengan 2.500 layar hingga 2030. Film Hollywood, Black Panther, akan menjadi film pertama yang ditayangkan.

Pembukaan gedung bioskop, yang menjadi simbol keterbukaan Saudi, tak lepas dari Visi Arab Saudi 2030 yang digagas Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman (MBS). Visi itu memproyeksikan bebasnya Saudi dari ketergantungan pada minyak, yang selama ini menyumbang tak kurang dari 80 persen pendapatan negara, pada 2030. Pada saat harga minyak dunia anjlok drastis sejak 2014, Saudi memang harus mencari sumber pendapatan alternatif. Diperkirakan, industri bioskop dapat mendatangkan pemasukan hingga US$ 24 miliar atau sekitar Rp 330 ribu triliun dan menciptakan lebih dari 30 ribu lapangan kerja langsung secara permanen dan 130 ribu lapangan kerja di sektor pendukung.

Dalam berbagai kesempatan, MBS selalu mengatakan bahwa reformasi sosial-budaya yang gencar dilancarkan negaranya belakangan ini-yang meliputi kebebasan perempuan mengemudi kendaraan serta menonton acara olahraga di stadion dan konser musik di ruang publik-hanyalah upaya mengembalikan Saudi ke paham keagamaan yang moderat dan toleran yang dianut warga Saudi pra-Revolusi Islam Iran 1979. MBS menyalahkan Iran sebagai biang kerok timbulnya konservatisme agama di negaranya. Memang benar bahwa, sebelum Revolusi Iran, sudah ada bioskop di Saudi, tapi pernyataan MBS itu tidak seluruhnya benar. Toh, Wahabisme memandang rendah karya seni.

Empat tahun sebelum Revolusi Iran, Raja Faisal bin Abdulaziz al-Saud ditembak mati oleh keponakannya sendiri karena reformasi sosial-budaya yang dilancarkannya. Pada 1960, meskipun ditentang keras oleh para ulama Wahabi, Putra Mahkota Faisal mulai mengadakan pendidikan bagi perempuan. Ia juga membawa siaran televisi ke kerajaan itu, meskipun salah seorang keponakannya terbunuh ketika memimpin protes menentang pembukaan stasiun televisi pada 1965. Sementara itu, penciptaan kaum elite yang modern dan menguasai teknologi akan membuka tirai penutup masyarakat yang penuh kecurigaan dan sangat konservatif ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Delapan bulan setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, terjadi insiden berdarah di Mekah. Sekitar 400 orang Wahabi ortodoks pimpinan Juhaimin al-Otaibi menyandera Masjid al-Haram. Tujuannya untuk merebut kekuasaan dan menggantinya dengan pemerintahan teokrasi. Otaibi dan pengikutnya mengendalikan sistem pengeras suara dan menggunakannya untuk menyiarkan pesan mereka. Pemerintah berusaha mengecilkan arti pemberontakan itu dengan mengecap mereka sebagai muslim fanatik yang marah karena penyebaran video game. Otaibi berkeras menuntut dijalankannya nilai-nilai Islam yang tidak tercemar budaya Barat. Yang ingin dia ciptakan adalah Saudi yang sangat terisolasi. Keluarga kerajaan akan terlempar dari kekuasaan dan mereka harus mempertanggungjawabkan uang yang telah mereka ambil dari rakyat. Ekspor minyak ke Amerika Serikat akan dihentikan dan semua tenaga ahli sipil serta militer asing akan diusir dari jazirah Arab.

Bioskop di Saudi pra-pemberontakan Otaibi sebenarnya juga tidak semoncer di Iran sebelum maupun sesudah Revolusi. Pada 1930-1950-an, para pegawai asal Amerika di perusahaan minyak Amerika-yang nantinya dikenal sebagai Aramco-memutar film di kompleks perumahan mereka, yang juga ikut ditonton warga Saudi. Pada 1960-1970-an, pemutaran film meluas ke klub olahraga, hotel internasional, dan vila orang kaya Saudi. Pemberontakan kelompok Otaibi, yang mendapat inspirasi dari Revolusi Islam Iran, mengakhiri dunia hiburan bioskop di Saudi setelah kelompok ulama ortodoks Saudi mengambil alih kekuasaan elite agama.

Bisa jadi reformasi sosial-budaya yang sedang dijalankan MBS sekarang akan berhasil, mengingat besarnya warga milenial Saudi, sekitar 70 persen. Namun MBS harus berhati-hati. Toh, jumlah anggota kelompok ortodoks Wahabi, yang menentang reformasi, masih cukup signifikan. Apalagi pemerintah membiarkan laki-laki dan perempuan bercampur di dalam bioskop.

Bioskop Saudi pun akan dibangun dan dijalankan oleh perusahaan jaringan bioskop raksasa dunia Amerika, AMC Entertainment Holdings. Bersama dengan pembangunan megaproyek Neo Mustaqbal (Masa Depan Baru) di barat daya Saudi, tempat penjualan alkohol dan perempuan berbikini diizinkan, bukan tidak mungkin Wahabi ortodoks-berkolaborasi dengan masyarakat sipil yang memperjuangkan kebebasan politik dan penegakan hukum berbasis hak asasi-akan bangkit melawan dinasti Al-Saud.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

18 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024