Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jangan Pidanakan Kajian Ilmiah

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Kepolisian Daerah Banten melalui Direktorat Resere Kriminal Khusus  telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan SPDP informasi potensi tsunami setinggi 57 meter di Kabupaten Pandegalng Banten.
Kepolisian Daerah Banten melalui Direktorat Resere Kriminal Khusus telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan SPDP informasi potensi tsunami setinggi 57 meter di Kabupaten Pandegalng Banten.
Iklan

KEPOLISIAN jangan sampai salah langkah dalam mengusut dugaan penyebaran isu tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten. Pemaksaan pemidanaan perkara tersebut bisa mengarah pada kriminalisasi karya ilmiah, yang dapat merusak semangat inovasi dan kreativitas para ilmuwan Indonesia.

Kabar tentang tsunami Pandeglang muncul dalam sebuah seminar di gedung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta, 2 April lalu. Peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Widjo Kongko, yang menjadi salah satu pembicara, memaparkan kajian mengenai potensi tsunami setinggi 57 meter di Pandeglang.

Tidak ada yang keliru dari pemaparan itu. Sebab, analisis itu bersumber dari temuannya berdasarkan pemodelan gempa besar yang berpotensi terjadi di daerah subduksi di selatan Jawa dan Selat Sunda. Pergeseran patahan di daerah tersebut dianggap berpotensi menimbulkan gempa dengan kekuatan 9 pada skala Richter di laut dangkal, yang akan memicu tsunami besar.

Kabar itu menjadi viral, juga menimbulkan keresahan, setelah sebuah laman berita nasional memberitakan potensi bencana itu dengan label "prediksi". Dengan pelintiran seperti itu, potensi bencana tersebut-yang baru akan terjadi bila sejumlah prasyarat terpenuhi-terkesan memang akan terjadi.

Kepolisian Daerah Banten bergerak cepat. Beralasan kabar itu akan merusak iklim investasi di Banten, mereka menerbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan, 5 April lalu. Polisi berencana memanggil Widjo Kongko, BMKG, BPPT, dan sejumlah akademikus. Mereka siap menguji hasil riset tentang tsunami tersebut dengan kajian ahli lainnya sebagai pembanding.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kejadian itu bisa menjadi pelajaran penting bagi media. Wartawan jangan sekali-kali melupakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat atas setiap produk jurnalistik yang dihasilkannya. Jangan sampai, demi klik atau keterbacaan, bumbu sensasi disertakan sehingga etik terlangkahi. Dalam konteks ini, publik ataupun aparat penegak hukum bisa melakukan kontrol lewat mekanisme pengaduan ke Dewan Pers.

Selanjutnya, polisi tak perlu repot-repot mengusut kasus ini. Suatu temuan ilmiah, apa pun hasilnya, bukan merupakan hoaks yang bisa dipidanakan. Hasil penelitian ilmiah seharusnya dibantah dengan penelitian lain, bukan dengan ancaman penjara. Menentukan sebuah karya ilmiah benar atau salah pun bukan tugas kepolisian.

Satu hal yang mesti diingat, kajian tsunami tersebut, terlepas dari benar atau tidaknya secara ilmiah, tetap berguna. Hal itu bisa menjadi pengingat bagi kita, yang kerap kurang serius dalam mengantisipasi bencana. Adapun soal kehebohan atau keresahan yang ditimbulkannya menjadi pekerjaan rumah bersama. Para ilmuwan harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan kajian, terutama yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat luas. Media juga perlu lebih cermat dalam memberitakan suatu temuan ilmiah yang sensitif.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024