Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dokter Terawan

image-profil

Oleh

image-gnews
Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad, dokter Spesialis radiologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Dok.TEMPO/ Jacky Rachmansyah
Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad, dokter Spesialis radiologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Dok.TEMPO/ Jacky Rachmansyah
Iklan

Ada sejumlah nama yang jadi pembicaraan ramai hari-hari ini. Ada Sukmawati Soekarnoputri dengan puisi tentang ibu Indonesia yang anggun dengan kondenya. Ada Ratna Sarumpaet dengan gaya yang teatrikal bersama mobilnya yang salah parkir lantas diderek. Lalu ada Terawan Agus Putranto, dokter yang dipecat sementara oleh organisasi profesinya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Yang mana hendak saya soroti? Tentu nama terakhir, karena terhindar dari kegaduhan tahun politik. Lagi pula Dokter Terawan sangat berwarna. Lulusan Universitas Gadjah Mada ini dengan gagah berseragam tentara berpangkat mayor jenderal, namun suka bernyanyi dengan pasiennya. Dia kepala rumah sakit tentara yang sangat terkenal, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, yang sering jadi rujukan para pejabat tinggi. Dia anggota tim dokter kepresidenan, sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai presiden kita yang sekarang, Joko Widodo. Tiba-tiba dokter yang telah menyembuhkan banyak elite ini dipecat sementara gara-gara menemukan cara pengobatan yang disebut--nama ini sangat aneh-"cuci otak".

Apa "dosa" Dokter Terawan yang sudah menyembuhkan budayawan Butet Kertaredjasa sampai politikus Aburizal Bakrie ini? Sebagai orang yang sering berhubungan dengan dokter--ini tak layak ditiru karena artinya saya sering sakit--saya bisa memahami "dosa" itu, meski tak harus sependapat.

Terawan menyandang gelar dokter spesialis yang diperolehnya dari Universitas Airlangga Surabaya. Namun keahliannya adalah di bidang radiologi, atau biasa disingkat Sp Rad. Dokter seperti ini tugasnya hanya membaca hasil roentgen, bukan memberikan obat. Kok bisa menangani orang stroke?

Ternyata dokter yang humoris ini--barangkali karena pernah mengobati "hilang ingatannya" Butet Kertaredjasa sehingga ketularan suka guyon--menempuh gelar S3 di Universitas Hasanuddin Makassar, dan di sana dia mengkaji secara ilmiah sistem pengobatan dengan digital subtraction angiography (DSA). Sistem itulah yang digunakan untuk menangani pasien "terduga stroke" di RSPAD.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kalau dipaparkan dengan cara awam, sistem ini seperti menguras sumbatan di dalam got agar aliran air lancar. Metode ini menghancurkan sumbatan yang mengganggu aliran darah ke otak dengan pemberian obat menggunakan kateter di pangkal paha.Di situlah "dosa besar" Dokter Terawan. Sebuah penelitian kedokteran, sehingga hasilnya bisa dijadikan terapi penyembuhan, membutuhkan waktu bertahun-tahun karena tahapan yang dilalui sangat panjang. Penelitian harus terus-menerus diulang dengan sampel yang semakin besar dan dengan kondisi yang berbeda-beda. Semua risiko harus teridentifikasi sampai betul-betul aman.

Ini akar masalahnya sehingga IDI, lewat Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), menyebut Terawan melakukan pelanggaran etik berat dan memecatnya. Bagi MKEK, sistem pengobatan cuci otak itu belum teruji. Sedangkan bagi Terawan, sistem itu sudah diuji lewat disertasinya di Makassar dan sudah dipublikasikan di berbagai jurnal kedokteran. Lagi pula, faktanya, banyak orang disembuhkan.

Jika begitu halnya, jangan-jangan ini masalah komunikasi. Kenapa Dokter Terawan tidak dirangkul saja oleh IDI dan lupakan sejenak sekat-sekat keahlian, apakah itu ahli radiologi atau ahli saraf--dan saya paham di kalangan dokter, perkumpulan dokter ahli "lebih berbunyi" dibanding induknya, IDI. Duduklah bersama dan lakukan (lagi) pengkajian lebih lanjut, selaraskan teori dan kenyataan yang sudah jadi bukti. Para dokter tak usah ribut-ribut terimbas tahun politik.  PUTU SETIA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024