Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Militerisme dan Geopolitik

image-profil

image-gnews
Anggota TNI mengibarkan bendera Merah Putih saat pengukuhan nama KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di Pelabuhan Benoa, Denpasar, 10 Januari 2018. Kapal perang ini merupakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru TNI untuk memperkuat poros maritim Indonesia. ANTARA
Anggota TNI mengibarkan bendera Merah Putih saat pengukuhan nama KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di Pelabuhan Benoa, Denpasar, 10 Januari 2018. Kapal perang ini merupakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru TNI untuk memperkuat poros maritim Indonesia. ANTARA
Iklan

Seno Gumira Ajidarma
Panajournal.com

Konsep yang secara ilmiah telah gugur tidak dengan sendirinya mati. Sebaliknya, ia justru bisa tetap hidup dan berkembang meskipun menjadi ketersesatan pikir karena menguntungkan kepentingan politik identitas pihak yang membutuhkannya. Demikian yang terjadi pada rasisme, begitu pula pada Geopolitik. Maka, perlu segera dipisahkan antara geopolitik sebagai peminatan ilmu pengetahuan yang mempertimbangkan ruang dalam pengertian tata politik dunia atau ilmu bumi politis (political geography) dan Geopolitik sebagai pemikiran yang tumbuh di Jerman tahun 1930-an.

Kekeliruan yang dibuat Friedrich Ratzel (1844-1904) ini mengalihkan konsep Raum (ruang) kelompok-kelompok politik, menjadi Lebensraum (ruang untuk hidup) yang dimanfaatkan kaum geopolitikus. Jika konsep Raum merupakan wacana ilmu bumi tentang perbatasan negara, konsep Lebensraum menganggap negara merupakan organisme alamiah yang membenarkan penguasaan ruang geografis berdasarkan hukum alam sebagai pengembangan gagasan Darwinian (Smith dalam Bullock & Trombley, 1999: 364).

Hukum alam? Paham ini menjadi cara membenarkan peperangan dan menjadi alasan utama untuk melakukan militerisasi di seluruh negeri. Peperangan telah menggiring pendapat para ahli ilmu bumi ke bidang politik praktis. Inilah Geopolitik yang bukan geopolitik, melainkan gubahan militerisme yang menganggap perang sebagai segi penting politik dan ilmu bumi, yang mencampuradukkan ilmu bumi politik dan kesetiaan politik. Tidak hanya kaum nasional-sosialis Nazi di Jerman, Karl Haushofer (1869-1946) pada 1923 juga menulis tentang Dai Nippon atau Nippon Raya, yang kelak meminjam konsep-konsep geopolitik dalam politik ekspansinya (Whittlesey dalam Earle, 1962 [1943]: 317-23).

Apakah Indonesia Raya di wilayah sendiri sama dengan Jerman sebagai Imperium Ketiga atau Nippon Raya semasa Perang Dunia II? Semestinya tidak. Namun kita belum memeriksa konsep "raya" itu. Apakah sungguh berbeda atau sama saja dengan "raya" pada Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya dalam ekspansionisme fasis Dai Nippon.

Kemegahan dan kebesaran dalam pengertian "raya" itu, melalui konsep Haushofer, adalah (a) Autarki, cita-cita memenuhi sendiri kebutuhan ekonomi nasional karena setiap kesatuan politik harus menghasilkan segala keperluannya; (b) Lebensraum, hak suatu bangsa atas ruang yang cukup bagi penduduknya; (c) Panregions, pencaplokan bagian-bagian dunia berdasarkan imajinasi tentang pembagian wilayah kebudayaan, perdagangan, dan pengelompokan politik; (d) Perbatasan, bahwa negara berhak atas perbatasan-perbatasan alam melampaui perbatasan-perbatasan politiknya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam kombinasi konsep-konsep ini-"senapan untuk mentega" dalam Autarki, kodrat kematian negara-negara kecil dalam Lebensraum, pengesahan bagi penaklukan wilayah-wilayah di luar negerinya dalam Panregions-dan karena itu batas dengan negara tetangga bisa diubah dalam konsep Perbatasan, ditampilkan kembali dengan dalil-dalil "ilmiah" agar menjadi sahih bahwa angkatan perang harus dibangun dan berlaku agresif demi keselamatan nasional.

Sejak awal, Geopolitik berjalin erat dengan perang, tumbuh di negara militer, dan perkembangannya dipimpin orang-orang militer. Propaganda pemutarbalikan dan kedok "pelaksanaan ilmu bumi" tidak pernah dapat menutupi fakta Geopolitik sebagai resep satu macam adonan: politik kekuatan dan agresi (ibid., 323-33).

Melampaui era para pemikir Perang Dingin, seperti Henry Kissinger dan Zbigniew Brzezinsky, telah dikenal spesialis geopolitik pada awal abad ke-21, seperti Leonid Ivashov dan Vladimir Karyakin, maupun pakar meta-geopolitik Nayef Al-Rodhan yang membuat kombinasi dimensi geopolitik baru dan tradisional demi pandangan atas relasi kuasa multidimensional. Jelas ini menjauh dari "geopolitik negatif" tahun 1930-an dan setidaknya menjejaki topik-topik akhir abad ke-20, yakni (a) struktur hierarkis dan regional kekuasaan negara; (b) peran imajinasi geografis dalam membentuk ideologi negara yang membenarkan tindakan teritorial spesifik; (c) ekonomi politis dalam perilaku negara, tempat hubungan-hubungan antara proses akumulasi kapital, kompetisi sumber daya, dan kebijakan luar negeri dianalisis sebagai bagian dari sistem global yang tunggal dan saling tergantung (Smith, op.cit., 364).

Kekuatan militer dapat dilibatkan dalam "tindakan teritorial spesifik", tapi secara umum wacana geopolitik kontemporer tidak membawa militerisme. Ketersesatan militerisme dalam Geopolitik perlu diungkapkan kembali karena yang tampak sebagai nasionalisme bagi orang awam cukup mudah dibelokkan ke dalam tujuan kelompok-bahkan pribadi-sendiri. Indonesia Raya, sebagai nama lagu kebangsaan maupun partai mana pun, adalah bahan kajian wajib untuk memeriksa karakter geopolitik macam apa yang ada di dalamnya. Ini supaya kita tidak tersesat.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

6 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

20 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

21 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

21 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

22 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

28 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

47 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

56 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024