Audit Menyeluruh Waskita

Koran Tempo

Enak dibaca dan perlu.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana proyek Rusunawa Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Sehari usai kejadian, sejumlah jaringan pengaman ditambahkan di sejunlah sisi bangunan oleh kontraktor, PT Waskita Karya. Senin, 19 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Suasana proyek Rusunawa Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Sehari usai kejadian, sejumlah jaringan pengaman ditambahkan di sejunlah sisi bangunan oleh kontraktor, PT Waskita Karya. Senin, 19 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Proyek PT Waskita Karya Tbk kembali membawa korban. Besi hollow sepanjang tiga meter di proyek Rumah Susun Pasar Rumput, Jakarta Selatan, yang ditangani Waskita jatuh menimpa seorang ibu hingga tewas.

    Setelah peristiwa itu, manajemen Waskita menghentikan sementara kegiatannya untuk memberi kesempatan kepada manajemen untuk melakukan audit. Waskita mengaku sudah mematuhi prosedur standar operasi.

    Peristiwa tragis di proyek Rumah Susun Pasar Rumput itu terjadi hanya sebulan setelah kecelakaan kerja di jalan tol Becakayu yang melukai tujuh pekerja Waskita. Peristiwa ini membuat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono menghentikan semua proyek infrastruktur jalan layang, termasuk proyek-proyek di bawah Waskita. Evaluasi internal juga dilakukan perusahaan konstruksi pelat merah ini.

    Perusahaan publik seperti Waskita memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan kepada masyarakat secara rinci bagaimana dan kenapa sampai kecelakaan kerja itu terjadi. Waskita tidak cukup hanya meminta maaf dan menganggap ganti rugi serta pelayanan medis bagi yang terluka sebagai bentuk penyelesaian masalah dan upaya meredam amarah korban, keluarganya, atau masyarakat. Audit investigasi secara independen dan menyeluruh terhadap kinerja Waskita menjadi penting dan mendesak dilakukan. Hasil audit pun wajib diumumkan kepada publik.

    Waskita selayaknya bertanggungjawab atas penyelenggaraan proyek yang ditengarai tak manusiawi akibat kejar tayang. Manajemen Waskita juga harus menengok kembali sistem pengupahan pekerja seraya mencari tahu kaitannya dengan terjadinya beberapa kecelakaan. Selain itu, patut diperiksa cara rekrutmen dan kaitannya dengan risiko pekerjaan. Audit juga perlu dilakukan untuk memastikan Waskita tidak kelebihan beban proyek. Rasio proyek dengan daya dukung Waskita menjadi penting dikaji.

    Selain audit menyeluruh dan independen, pemerintah perlu melakukan moratorium seluruh proyek non-infrastruktur Waskita untuk evaluasi dan investigasi. Ibarat jalinan rantai, setiap elemen saling terkait untuk menyumbangkan terjadinya kecelakaan kerja dan sebaliknya.

    Jika hasil audit atau evaluasi menunjukkan terjadi kelalaian dan pelanggaran aturan, Waskita harus dimintai pertanggungjawaban. Kalau perlu, perusahaan ini dilarang beroperasi untuk beberapa lama hingga ada kepastian semua ketentuan dipatuhi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.