Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Padmaavat

image-profil

Oleh

image-gnews
Film Bollywood Padmaavat. YouTube
Film Bollywood Padmaavat. YouTube
Iklan

Para pengarang, juga bila ia seorang penyair sufi ternama, tak bisa menaklukkan pembacanya.

Ketika di tahun 1540 Malik Muhammad Jayasi menggubah Padmaavat dalam bahasa Awadhi, ia tak akan menduga, apalagi menangkal, kemarahan orang Hindu di abad ke-21 karena puisinya. Zaman memang lain, medium berubah.

Kini, Padmaavat bukan lagi puisi yang berbicara dari kertas dan huruf yang dibaca para literati. Di tahun 2018, sutradara terkenal India, Sanjay Leela Bhansali, menyajikannya dalam film yang tersebar luas ke orang ramai. Seakan-akan disetel, protes meletus berhari-hari; orang-orang Rajput di daerah Rajasthan menyatakan film itu menghina dan mencemari seorang putri Hindu yang cantik jelita. Mereka tahu karya Bhansali diilhami puisi epik Malik Muhammad Jayasi tentang putri Padmaavat yang digandrungi raja muslim Alauddin Khilji-meskipun mereka tak tahu persis bagaimana.

Yang jelas, sang sutradara diserbu. Set untuk latar film itu dibakar. Bahkan jauh sebelum film diluncurkan 25 Januari yang lalu, seorang pemimpin Partai Bharatiya Janata menyerukan agar Deepika Padukone, yang memerankan Padmaavat, dipenggal lehernya, bersama sang sutradara. Sementara itu, sekelompok perempuan Rajasthan menyatakan akan bunuh diri jika film itu diteruskan. Empat negara bagian India pun melarang peredarannya-sampai akhirnya Mahkamah Agung membatalkan keputusan itu.

Saya belum menonton Padmaavat, saya tak kenal masyarakat India dengan baik, tapi tampaknya kemarahan kolektif itu mirip kemarahan kolektif di mana-mana. Pada mulanya adalah para demagog. Ada orang-orang yang pandai memilih kata untuk menghasut--kata sebagai bunyi keras tanpa makna yang diucapkan ke arah orang ramai yang dirundung resah, cemas, kehilangan, dan kebingungan.

Seorang demagog, kata Aristophanes, ibarat penangkap lele. Di kolam yang tenang dan jernih ia tak akan menangkap apa-apa. Maka diguncangnya air. Bagian yang butek dan berlendir pun akan mengubah genangan. Dan si penangkap lele akan dengan gampang menangguk.

Di suasana keruh India itulah terdengar kabar bahwa dalam film yang dibuat Bhansali ada adegan hubungan intim Padmaavat, putri aristokrat Hindu, dengan Alauddin Khilji, raja penyerbu yang Islam. Dan itu, bagi para demagog, mencemarkan kesucian sang putri dan menista ajaran Vedha.

Sudah tentu, seperti biasa, demagogi menancapkan tafsirnya sendiri-melupakan bahwa Padmaavat tak pernah ada dalam sejarah. Ia hanya tokoh fiktif sebuah puisi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tapi mereka tak peduli. Orang yang pernah menonton Padmaavat mengatakan, adegan "intim" itu tak ada dalam karya Bhansali. Bagaimana mungkin? Dengan sejenak mengintip Wikipedia orang akan menemukan bagaimana alur cerita Malik Muhammad Jayasi: Alauddin Khilji memang terpikat kecantikan Padmaavat, tapi perempuan itu telah jadi istri setia Raja Ratan San. Syahdan, permaisuri itu terjun ke dalam api sebagai tanda cinta ketika baginda tewas dalam sebuah perang tanding. Tatkala Alauddin dan pasukannya datang menyerbu, perempuan-perempuan Hindi di kerajaan Rata San bakar-diri bersama dalam upacara jauhar. Sang penakluk tak mendapatkan apa-apa.

Dan cerita ditutup dengan murung. Alauddin berduka. Ia merasa tak berdaya menghindari tragedi itu-tragedi karena "hasrat tak pernah puas, tak pernah lenyap" dalam "dunia yang fana dan khayali".

Di sini, sang penyair, Jayasi, seorang muslim, menutup puisinya dengan kontemplasi yang buddhistis, setelah menunjukkan ikatan cinta yang tulus sepasang orang Hindu. Agaknya bagi sufi ini, agama hanya wadah yang memisah-misahkan.

Ironisnya, hampir 600 tahun kemudian, perspektif ini dikukuhkan justru oleh kekerasan di Rajasthan. Barangkali puisi Jayasi bermula hendak membuka sekat, tapi apa daya seorang penyair kuno di sebuah zaman yang oleh esais India terkenal, Pankaj Mishra, disebut the age of anger, "abad kemarahan"?

Sang sufi tak bisa mengarahkan penafsirnya. Zaman berubah, situasi berubah. Juga agama di India, di mana orang Hindu menegakkan kekuasaan mayoritas dengan Partai Bharatiya Janata yang meminggirkan mereka yang bukan Hindu.

Agama Hindu di India-bukan cuma agama Hindu di India-akhir-akhir ini tampak jadi sumbu yang pendek di tengah bara dalam sekam. Umat tak lagi menyambut yang mahasuci di dunia, tapi menyambut yang profan: kelompok sendiri, yang serba curiga, serba cemas. Ekspresi keagamaan yang disebut Ernest Gellner sebagai celebration of community-mengibarkan bendera kesatuan sosial, bukan merunduk takzim di depan yang transendental-berkembang jadi mobocracy. Dan lahirlah kekuasaan gerombolan yang beringas, yang merumuskan dirinya dengan kebencian kepada apa saja yang lain.

Tapi "yang-lain" akan selalu datang: dari iman lain, wilayah lain, atau realitas lain-terutama, akhir-akhir ini, realitas yang dilahirkan ilmu dan teknologi yang tumbuh terus, lepas dari agama-agama. Terdesak itu semua, mobocracy menyatakan perang kepada sekitar. Satu kalimat dalam film Padmaavat yang bisa dikutip: "Perang hanya punya satu aturan-menang." Tapi tidakkah di sini perang juga tanda kegagalan jadi penyelamat hidup di dunia?

Goenawan Mohamad

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024