Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Harga Suara dalam Politik Jasa

image-profil

image-gnews
Ketua Bawaslu Abhan didampingi anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dan Mochammad Afifuddin membacakan putusan dugaan pelanggaran administrasi yang dilaporkan 10 partai politik  terhadap proses pendaftaran parpol peserta Pemilu 2019 di Ruang Sidang Bawaslu, Jakarta, 15 November 2017. Pada sidang tersebut Bawaslu mengabulkan gugatan pelanggaran administrasi dalam proses pendaftaran calon peserta pemilu yang diajukan Partai Idaman, PBB, dan PKPI. TEMPO/Subekti
Ketua Bawaslu Abhan didampingi anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dan Mochammad Afifuddin membacakan putusan dugaan pelanggaran administrasi yang dilaporkan 10 partai politik terhadap proses pendaftaran parpol peserta Pemilu 2019 di Ruang Sidang Bawaslu, Jakarta, 15 November 2017. Pada sidang tersebut Bawaslu mengabulkan gugatan pelanggaran administrasi dalam proses pendaftaran calon peserta pemilu yang diajukan Partai Idaman, PBB, dan PKPI. TEMPO/Subekti
Iklan

Apakah yang begitu menarik dari kekuasaan? Di tepi Sungai Yamuna, seorang pencari ikan, yang anak perempuannya begitu cantik sehingga Santanu, Raja Hastina, jatuh cinta seketika, mengajukan syarat bahwa anak-anak yang dilahirkan putrinya harus menjadi raja jika sang raja bermaksud menikahinya. Satyavati nama perempuan itu. Ayahnya, yang hidup dari mencari ikan, tidak pernah tercatat namanya dalam Mahabharata tapi ingin keturunannya menjadi raja.

Santanu pun jatuh sakit. Meski kekuasaannya besar, kedudukan putra mahkota Bhishma Devavrata tidak mungkin dia batalkan. Ternyata Bhishma sendiri memilih tidak menjadi raja. Demi kesembuhan ayahnya, ia menjemput Satyavati ke tepi sungai, dengan sumpah tiada akan pernah menikah agar tidak ada keturunan yang kelak akan menuntut kedudukan (Rajagopalachari, 1958: 24). Bagi Bhishma, restu pencari ikan bagi pernikahan anaknya adalah jasa yang layak diimbali takhta bagi cucunya.

Dalam terminologi politik, si tukang ikan memainkan politik jasa. Politik yang sama ternyata juga bermain dalam Ramayana. Kaikeyi, yang bukan permaisuri Dasarata, memiliki jasa penyembuhan bisul sang raja Ayodya. Sebagai balas jasa, Dasarata berjanji akan memenuhi apa pun yang diminta Kaikeyi. Namun perwara, yang semula baik hati, itu tidak meminta apa pun sampai kelak Manthara mengingatkannya: jika Ramacandra, putra permaisuri Kausalya, naik takhta, nasib Kaikeyi sebagai kesayangan raja terancam. Begitu pula Bharata, anaknya.

Manthara hanyalah perempuan pelayan tua yang bungkuk (Widia, 1993: 44), tapi berhasil memainkan politik jasa ini melalui Kaikeyi, yang lantas menuntut agar Bharata menjadi Raja Ayodya. Meskipun kelak Bharata tidak bersedia, terbukti betapa ampuhnya utang balas jasa menyandera kekuasaan, sampai putra mahkota Ramacandra pun terusir sebagai bagian tuntutan Kaikeyi.
Begitulah. Bagi pencari ikan maupun pelayan tua, sahih belaka kekuasaan dipikirkan untuk diraih, meski bukan untuk diri mereka-berdasarkan pengetahuan bahwa jasa wajib dibalas.

Mahabharata dan Ramayana sudah ratusan tahun umurnya. Sejak masing-masing dituliskan oleh Vyasa dan Valmiki, terdapat penambahan dan pengurangan cerita dalam ketersebaran dan hegemoni wacana. Sejauh ini keberadaan politik jasa itu tetap. Dalam penelitian antropologi atas peradaban non-literer, terdapat penemuan adanya potlatch (Boas, 1897; Malinowski, 1922; Mauss, 1925): bentuk pelembagaan pertukaran hadiah, yang dalam dirinya sendiri berarti distribusi publik atas barang-barang, dan bahwa penyandang potlatch dapat melakukan klaim demi suatu status berdasarkan daya untuk memberi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Distribusi dan redistribusi membentuk lingkar-lingkar penyandang potlatch menjadi jejaring pemberian dan pinjaman, yang bahkan mengikat keturunan. Kompetisi dalam sistem ini berlangsung sengit ketika berlangsung jorjoran pengorbanan di antara penyandang potlatch untuk menyingkirkan saingan. Pemberian, di atas segalanya, adalah sesuatu yang disampaikan dengan harapan atas timbal balik, sebagai mekanisme utama pertukaran, yang lebih dari sekadar transaksi ekonomi, dalam khalayak non-moneter membentuk dasar solidaritas sosial (Grimshaw, Freedman dalam Bullock & Trombley, 1999: 295, 366, 676).

Kondisi kultural seperti itu membentuk etika "kesopanan" atau "kepentingan umum" yang, bagi Socrates, adalah politik: seni dengan kesadaran atas arah-tujuan. Untuk setiap langkah berlaku sebuah etika. Unsur-unsur politis dalam potlatch inilah yang membuat peneliti seperti Malinowski mengabdikan hasil kerjanya untuk menolak doktrin-doktrin lazim ekonomi kuna (yang disebutnya "primitif") karena ekonomi tukar-menukar gagal dicocokkan dengan prinsip-prinsip ekonomi alamiah atau utilitarianisme (Mauss, 1992: 116, 158)-saya memahaminya sebagai penolakan atas pembenaran terhadap kemungkinannya sebagai alat politik.

Dalam lingkar wajib memberi-menerima-membayar kembali pada khalayak kuna, terkandung politisasi pemberian atau hadiah (termasuk jasa di dalamnya), yang tidak bisa diterima dalam ekonomi maupun etika sosial modern. Lepasnya takhta dari pewaris selayaknya dalam Mahabharata maupun Ramayana hanya mungkin karena penghargaan tinggi terhadap jasa yang wajib dibayar kembali, yang tidak sebanding dengan kebutuhan obyektifnya: yang pertama, kesembuhan sakit asmara untuk takhta; yang kedua, penyembuhan bisul untuk takhta.

Politik modern belum bebas dari etika kasur tua yang ingkar terhadap semangat zaman. Jasa-jasa jumlah suara dan dana untuk memenangi pemilihan (seperti) wajib dibayar kembali dengan kursi menteri, posisi-posisi tertentu dalam pemerintahan, maupun berbagai konsesi yang menodai demokrasi. Kesepakatan seperti itu tidak tertera dalam peraturan maupun undang-undang. Tapi pemimpin terbaik mampu mengabaikannya!

Seno Gumira Ajidarma
Panajournal.com

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

23 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

42 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

51 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024