Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Perempuan Pemimpin Zaman Now

Oleh

image-gnews
Maria Ulfah. Wikipedia.org
Maria Ulfah. Wikipedia.org
Iklan

Firliana Purwanti
Penulis The 'O' Project

Ibu Soekanto, anggota Komite Wanita Utom; Ibu Suwardi, istri Ki Hajar Dewantara; dan Soejatin, guru perguruan Taman Siswa, mencetuskan Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang terlaksana pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres yang dihadiri hampir 30 perkumpulan perempuan ini membahas masalah pendidikan dan perkawinan. Rekomendasi penting yang lahir adalah (1) jumlah sekolah untuk anak perempuan harus ditingkatkan, (2) membuat penjelasan resmi mengenai arti taklik yang diberikan kepada calon mempelai perempuan pada saat akad nikah dan (3) membuat peraturan yang menolong para janda dan anak yatim-piatu dari pegawai negeri sipil.

Perjuangan perempuan di bidang pendidikan sejak era Kartini membuahkan hasil. Dulu anak perempuan dilarang bersekolah, kini lebih banyak perempuan bersekolah daripada laki-laki. Berdasarkan Survei Sosial-Ekonomi Nasional 2015, angka rata-rata partisipasi pendidikan perempuan usia 7-18 tahun adalah 88,40, sedangkan laki-laki 87,03.

Advokasi terhadap perempuan yang mengalami ketidakadilan dalam perkawinan semakin keras dilakukan sejak Kongres Perempuan Indonesia Kedua di Batavia, 20 Juli 1935. Maria Ulfa, perempuan Indonesia pertama yang lulus sebagai sarjana hukum di Leiden Universiteit, Belanda, mengatakan, "Di zaman kolonial Belanda, penghulu-penghulu harus hidup dari uang nikah, talak, dan rujuk. Surat nikah pun waktu itu sangat sederhana, tidak dicantumkan taklik talak dan tidak pakai potret suami-istri sehingga mudah sekali disalahgunakan."

Maria Ulfa, yang kemudian menjadi Menteri Sosial di Kabinet Sjahrir (1946-1947), mempelopori gerakan untuk membuat Undang-undang Perkawinan agar laki-laki tidak semena-mena menceraikan istri. Kini taklik talak, janji tertulis untuk melindungi istri dan menjadi dasar untuk perempuan menggugat cerai, wajib ditandatangani dan dibacakan oleh suami setelah selesai proses akad nikah di depan penghulu. Kebijakan sistem pensiun untuk janda pegawai negeri pun sudah terlaksana sejak 1977, yang dikelola PT Taspen (Persero).

Mengacu pada pengalaman gerakan perempuan zaman old, terutama kiprah Maria Ulfa, pembuat kebijakan harus paham kebutuhan perempuan agar kebijakannya tidak merugikan perempuan. Dalam hal ini, kepentingan perempuan untuk masuk parlemen tetap relevan agar pengalaman-pengalaman khusus yang hanya dialami perempuan, seperti kekerasan seksual, kesehatan reproduksi, dan perlindungan pekerja rumah tangga, diperhitungkan dalam pembahasan rancangan undang-undang sebagai acuan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hal inilah yang membuat gerakan perempuan zaman now terus memperjuangkan kuota 30 persen perempuan dalam pemilihan umum legislatif (pemilu). Pemilu 1955 mengantarkan 16 perempuan untuk duduk di parlemen atau 5,88 persen dari total 272 kursi. Kini ada 17,32 persen perempuan di DPR RI untuk periode 2014-2019. Walaupun jumlah perempuan di parlemen meningkat 12 persen dalam kurun waktu 60 tahun, belum mencapai kuota 30 persen.

Enam belas bulan menjelang Pemilu 2019, aktivis perempuan yang tergabung dalam organisasi politik, seperti Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia, Kaukus Perempuan Politik Indonesia, dan Maju Perempuan Indonesia, mendorong partai politik agar menempatkan perempuan potensial di nomor urut 1 di 30 persen daerah pemilihan kantong suara partai. Namun semangat gerakan perempuan politik untuk sukses memenuhi kuota 30 persen perempuan terpilih di parlemen dalam Pemilu 2019 saja belum cukup.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat bertemu dengan aktivis gerakan perempuan politik pada 5 Desember 2017, mengatakan, "Pemimpin-pemimpin perempuan harus ikut mengambil tanggung jawab dan tampil untuk memimpin dalam menjawab tantangan global, seperti tekanan demografi, yang akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan."

Kondisi perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan hukum memang belum ideal. Namun menjadi pemimpin perempuan zaman now tidak bisa hanya berpikir sampai 2019 dan terbatas pada persoalan pendidikan serta kesehatan. Kemiskinan global karena krisis politik, seperti isu Rohingya di Myanmar; isu perubahan iklim; krisis pangan; dan kejahatan transnasional, seperti perdagangan manusia, narkotik, dan terorisme, masih akan menjadi karakter dunia.

Jika ingin menjadi kepala daerah pada 2018 atau anggota legislatif pada 2019, perempuan pemimpin harus mampu berimajinasi tentang solusi apa yang ditawarkan untuk menjawab persoalan-persoalan ini, terutama perempuan, pada 2019 sampai 2024. Menggunakan pertanyaan "Apa yang akan dilakukan setelah 2019 untuk bangsa dan perempuan?" sebagai pedoman dalam menyusun visi-misi dan berkampanye dapat memberikan nilai lebih kepada perempuan calon kepala daerah dan calon anggota legislatif sehingga sukses dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

12 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

26 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

27 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

27 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

28 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

34 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

53 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024