Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sejarah

Oleh

image-gnews
Ilustrasi belajar. TEMPO/Prima Mulia
Ilustrasi belajar. TEMPO/Prima Mulia
Iklan

Hari ini, Kamis Kliwon, 18 Agustus 2078, sebagai guru sejarah Nusantara, saya sudah siap di depan ratusan pelajar sekolah menengah. Ini kelas gabungan karena seusai perayaan hari kemerdekaan selalu ditradisikan ada pelajaran sejarah Nusantara untuk seluruh siswa. Oya, negeri ini masih bernama Indonesia, namun banyak yang sudah memakai nama Nusantara lantaran ada ahli yang menyebutkan nama Indonesia secara nilai angka kurang bagus alias lebih banyak sialnya. Tapi itu tak ada dalam buku sejarah yang saya pakai untuk acuan mengajar.

"Anak-anak, kita langsung pada halaman 14," saya mengawali pelajaran. Semua anak membuka buku pegangan yang sama dengan buku yang saya bawa. Guru sejarah saat ini tak boleh keluar dari buku pegangan, betapa pun buku itu ditulis dengan tergesa-gesa. Beda dengan guru bahasa. "Di akhir tahun 2017, 60 tahun yang lalu saat kita semua belum lahir, ada ketua parlemen yang menghilang sehari gara-gara mau diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi."

Saya teruskan. "Di halaman 5 sudah dijelaskan korupsi itu artinya ada pejabat yang menilap uang pajak dari rakyat, padahal mereka sudah digaji." Seorang murid mengacungkan tangan. "Pak Guru, korupsi itu kan haram. Kok, tak takut sama hukum duniawi dan hukum akhirat?" Saya langsung jawab: "Waktu itu hukuman duniawi sangat ringan untuk koruptor. Sedang hukum akhirat tidak ditakuti karena agama di era itu lebih banyak untuk keperluan mengisi kolom KTP."

Tak ada yang ngacung, lalu saya lanjutkan. "Anak-anak, kembali ke ketua parlemen yang diduga korupsi itu. Sempat menghilang sehari, malamnya dia ditabrak tiang listrik. Eh, maksud saya, mobilnya menabrak tiang listrik. Akhirnya masuk rumah sakit. Cerita selanjutnya sesuai dengan yang ada di buku, penuh humor karena masyarakat justru menuntut agar tiang listrik itu diperiksa sebagai tersangka. Silakan kalian baca sendiri. Yang perlu saya garis bawahi, eh jangan mengeluarkan penggaris, meski ketua parlemen jadi tersangka dan sempat menghilang, dia tetap saja menjadi ketua. Itu karena wakil ketuanya juga bermasalah, sudah dipecat dari partai."

Ada anak yang ngacung. "Pak Guru, soal tiang listrik yang ditabrak, apa ada hubungannya dengan penggabungan daya listrik yang heboh saat itu?" Saya kesal. "Kita bicara korupsi, soal listrik tak ada di buku sejarah. Memang buku lain menyebutkan, waktu itu PLN utangnya banyak, Rp 186 triliun, sementara listrik berlimpah karena proyek ambisius 35 ribu megawatt hampir rampung.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebenarnya belum seluruh desa di Nusantara teraliri listrik. Tapi, kalau itu dikerjakan, PLN kesulitan membangun distribusinya, utangnya banyak. Ironis, setrum berlimpah, jaringan distribusi tak bisa dibangun, akal-akalan pun dibuat. Pelanggan diguyur listrik berlimpah dengan harapan rakyat boros pakai listrik. Lumayan, ada pemasukan buat PLN."

Saya baru sadar memberi pelajaran sejarah yang kurang fokus. "Anak-anak, kembali ke ketua parlemen. Dia disebut sebagai orang yang licin, berkali-kali kena kasus tetapi selalu selamat. Selain licin, juga cerdik. Selalu menempel kekuasaan sehingga kasusnya semua masuk angin. Tapi di akhir tahun 2017 itu Presiden Nusantara bernama Jokowi. Meski ketua parlemen itu sudah mendekat bahkan mendukung pencalonan Jokowi untuk periode kedua, ketika dia kena kasus dugaan korupsi KTP itu, Jokowi tak mau membantu. Sang Ketua tak bisa ngeles lagi."

"Apa itu ngeles Pak Guru?" seorang anak memotong. Saya kesal dan menggebrak meja: bruakkk. Astaga, saya terbangun. Wow, rupanya saya lagi bermimpi. Edan tenan. PUTU SETIA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.