Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dewan Kerukunan

Oleh

image-gnews
Iklan

Kenapa kita sulit untuk rukun? Padahal dalam kerukunan itu ada ketenangan, dan dalam ketenangan itulah kita bisa berbuat yang lebih baik. Dalam kerukunan itu, kita bisa berbagi, tolong-menolong, karena konon manusia diciptakan berbeda-beda agar mengenal satu sama lain.

Barangkali kita perlu membuat lembaga baru. Supaya tampak keren, sebut saja Dewan Kerukunan Nasional. Dewan ini mengkaji kenapa kerukunan kita belakangan ini merosot dan apa masalahnya, lalu apa solusinya. Dewan berada langsung di bawah presiden. Ketimbang presiden punya Dewan Pertimbangan yang tak jelas apa pekerjaannya, lebih baik punya Dewan Kerukunan Nasional yang bisa pula berfungsi sebagai penasihat moral- ah, kata ini keren amat. Presiden sudah punya menteri selain punya berbagai lembaga di luar kementerian yang sewaktu-waktu bisa diajak untuk mempertimbangkan kebijakan yang akan diambil. Jadi, untuk apa lagi Dewan Pertimbangan? Lebur saja dan jadikan Dewan Kerukunan Nasional. Lebih fokus.

Usul saya ini serius, mohon tidak ditanggapi dengan bercanda. Meski saya bukan peneliti dan bukan lulusan universitas ternama di Jepang- yang mungkin kalian percaya jika saya menyebutkan itu dengan berbohong- saya menemukan berbagai masalah yang menyebabkan kerukunan itu terganggu. Astaga! Sangat sepele, yaitu ada di antara kita yang suka merecoki keyakinan orang lain yang tak ada urusan dengan keyakinannya sendiri. Mempersoalkan atau memberi komentar ihwal keyakinan orang lain yang menyangkut akidah yang tak bersinggungan dengan masalah sosial.

Kita tak bisa mendialogkan masalah akidah antar atau lintas agama. Sia-sia memperbandingkan ayat suci agama yang satu dengan agama yang lain seraya kemudian mengambil kesimpulan bahwa agama yang satu lebih baik dari agama yang lainnya. Yang bisa kita dialogkan adalah dampak sosial dari adanya keyakinan itu. Pengeras suara di masjid terlalu keras dan mengganggu warga, mari kita bicarakan apakah bisa diperkecil volumenya. Umat Hindu di Bali- terutama di perkotaan yang penduduknya lebih makmur- menutup jalan umum ketika membuat hajatan agama, mari kita bicarakan bagaimana baiknya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kita memang harus fanatik dalam beragama. Tapi fanatisme itu jangan dikaitkan ke masalah akidah agama lain. Tiada Tuhan selain Allah. Itu fanatisme umat Islam. Hanya ada satu Tuhan, yakni Brahman. Itu fanatisme umat Hindu dalam kitab sucinya. Tidak berarti umat agama lain yang tak mengenal sebutan Allah dan tak mengenal sebutan Brahman tak punya Tuhan. Lalu dicela. Bukankah Tuhan itu bahasa Indonesia? Dan bukankah sebutan Tuhan itu bisa beragam di berbagai etnis? Dalam bahasa Indonesia saja Tuhan itu beragam: Yang Maha Kuasa, Sang Pencipta, dan seterusnya.

Mencampur-adukkan akidah agama lalu merujuk ke agama tertentu bisa jadi sumber ketidakrukunan jika itu dilakukan di ranah publik. Tak mungkin konsep Trimurti dalam Hindu atau Trinitas dalam Kristen dirujuk ke Al-Quran, misalnya. Begitu pun sebaliknya. Dewan Kerukunan nantinya bisa memberi rumusan bagaimana kita bergaul dalam lintas agama di negeri majemuk ini. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang sudah ada di setiap provinsi- yang tak jelas atasannya siapa- bisa jadi ujung tombak Dewan Kerukunan.

Tentu saja dewan ini tak cuma mengurusi kerukunan yang berkaitan dengan agama. Tapi setidaknya fokus ke sini saja dulu, karena aneh agama yang mengajak umatnya hidup damai, ternyata umatnya saling melaporkan ke polisi dengan tuduhan penistaan. Kok ajaran agama jadi menakutkan?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

2 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

16 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

17 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

17 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

18 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

24 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

43 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

52 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024