Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hantu 'Jadul' Komunisme

Oleh

image-gnews
Iklan

Pengepungan dan penyerangan terhadap kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada Sabtu hingga Minggu malam lalu merupakan tindakan anarkistis yang tak beradab. Sebuah acara diskusi dan pergelaran seni yang sama sekali tak melanggar hukum bisa diteror sedemikian rupa. Polisi semestinya menangkap aktor di balik penyerangan yang terindikasi telah direncanakan ini.

Sulit memahami bagaimana diskusi bertema "Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/1966" yang disusul pentas seni itu dianggap berbahaya. Pada hari pertama, polisi mendesak agar acara dibubarkan, bahkan sampai menyerbu masuk ke area seminar. Pada hari kedua, giliran puluhan orang berteriak-teriak, mengepung, melempari, dan berusaha menyerbu masuk, walau polisi yang kemudian berjaga-jaga telah menjelaskan bahwa tak ada diskusi tentang Partai Komunis Indonesia di dalam gedung.

Peristiwa seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sudah beberapa kali diskusi, seminar, atau pemutaran film tentang tragedi 1965 berlangsung di bawah tekanan atau dibubarkan. Seolah-olah kebetulan, pada pekan yang sama TNI Angkatan Darat mengumumkan rencana mereka menggelar acara nonton bareng film warisan Orde Baru, Pengkhianatan G 30S PKI, di seluruh Indonesia.

Tak ada aturan yang dilanggar dalam rencana nobar itu, walau mereka yang paham akan sejarah tahu persis bahwa film tersebut adalah propaganda Soeharto yang akurasi sejarahnya sudah terlalu sering digugat. Hal yang jadi soal adalah penyerangan terhadap diskusi di LBH, juga ajakan menonton film itu, menimbulkan kesan bahwa lagi-lagi berlangsung upaya membangkitkan hantu PKI.

Upaya ini selalu muncul setiap September, dan terutama terasa sejak pemilihan presiden pada 2014. Saat itu bertebaran isu bahwa Joko Widodo, yang maju sebagai calon presiden, dekat dengan PKI. Boleh jadi, menjelang pemilihan presiden dua tahun lagi, isu kebangkitan PKI akan menjadi amunisi politik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sesungguhnya, menganggap komunisme akan bangkit adalah cara berpikir "anti-realitas". Sejarah sudah membuktikan, ideologi komunis telah rontok atau sekurang-kurangnya tidak laku lagi. Praktik komunisme di negara-negara yang dulu dikenal sebagai Blok Komunis sudah tercerai-berai.

Di Uni Soviet dan Cina, ideologi ini terbukti gagal. Cina bahkan lebih dikenal sebagai negara kapitalis. Begitu pula Vietnam, yang lebih sibuk mengejar pertumbuhan ekonominya, dan akan disusul Kuba. Satu yang tersisa adalah Korea Utara dengan rezimnya yang menindas. Bagaimana ideologi "jadul" seperti itu bisa dianggap kuat dan menakutkan?

Upaya membangkitkan hantu "jadul" komunisme bukan hanya tindakan anti-sejarah, tapi juga menyesatkan. Menempatkan komunisme sebagai musuh utama akan membuat kita lupa bahwa ada musuh yang jauh lebih berbahaya dan nyata: korupsi. Itulah hantu sesungguhnya. Apakah kita lupa, saat terjadi ribut-ribut seminar PKI dan nobar itu, pada waktu yang sama dua kepala daerah tertangkap basah oleh KPK saat menerima suap? Tidak cukup merusakkah lenyapnya puluhan triliun rupiah uang negara yang dimakan para koruptor?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya dengan Makanan Tambahan

30 detik lalu

Ilustrasi stunting. freepik.com
Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya dengan Makanan Tambahan

Penanganan stunting tidak hanya dengan pemberian makanan tambahan tetapi perlu melihat faktor lain yang menyebabkan balita sulit berkembang.


Sepekan Berlalu, Polisi Masih Buru Penjambret HP di CFD Sudirman

5 menit lalu

Penjambret ponsel saat car free day (CFD) di Jakarta, Ahad, 16 Juni 2024. Foto: Roni Asnan
Sepekan Berlalu, Polisi Masih Buru Penjambret HP di CFD Sudirman

Wajah dan identitas motor penjambret di kawasan CFD Sudirman pada Ahad, 16 Juni 2024 terekam kamera seorang fotografer. Polisi masih memburu.


Polisi Sebut Kasus Pegawai Bank di Maluku yang Gelapkan Uang Rp 1,5 Miliar untuk Judi Online yang Pertama

6 menit lalu

Petugas mengemas barang bukti uang usai konferensi pers pengungkapan kasus judi online, Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024.  Periode 23 April- 17 Juni 2024, Satgas Pemberantasan Perjudian Online yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo telah mengungkap 318 kasus judi online dan menetapkan 464 tersangka, serta menyita barang bukti berupa 67,5 miliar, 494 ponsel, 36 leptop, 257 rekening, 98 akun judi online dan 296 kartu ATM. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Polisi Sebut Kasus Pegawai Bank di Maluku yang Gelapkan Uang Rp 1,5 Miliar untuk Judi Online yang Pertama

Polisi mengungkapkan kasus seorang pegawai bank di Maluku yang gelapkan uang Rp 1,5 miliar untuk judi online adalah yang pertama di Maluku.


PHK Massal Tokopedia, Pengamat: Perusahaan Bergantung pada Investor

14 menit lalu

Ilustrasi PHK. Shutterstock
PHK Massal Tokopedia, Pengamat: Perusahaan Bergantung pada Investor

Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada Tadjudin Nur Effendi menganalisa terjadinya PHK di e-commerce Tokopedia.


Beby Tsabina Menikah dengan Rizki Natakusumah, AHY Jadi Saksi

29 menit lalu

Beby Tsabina dan Rizki Natakusumah menikah pada Ahad, 23 Juni 2024. Foto: Instagram Bebi Tsabina
Beby Tsabina Menikah dengan Rizki Natakusumah, AHY Jadi Saksi

Beby Tsabina resmi menikah dengan Rizki Natakusumah, AHY dan Ahmad Muzani dipercaya sebagai saksi nikahnya.


Bocah Tewas Diduga Disiksa Polisi, Polresta Padang Sebut Bila Ada Pelanggaran Akan Diproses

32 menit lalu

Ilustrasi Penyiksaan oleh Polisi atau Kekerasan oleh Polisi. shutterstock.com
Bocah Tewas Diduga Disiksa Polisi, Polresta Padang Sebut Bila Ada Pelanggaran Akan Diproses

Jika ditemukan pelanggaran oleh anggota polisi Padang yang mengakibatkan tewasnya Afif Maulana diproses oleh Bidpropam Polda Sumbar.


Tren Minyak Jarak untuk Turunkan Berat Badan, Pakar Ingatkan Bahayanya

39 menit lalu

Ilustrasi minyak jarak (castor oil). Shutterstock
Tren Minyak Jarak untuk Turunkan Berat Badan, Pakar Ingatkan Bahayanya

Pakar menyebut risiko diare akibat minyak jarak. Meski bisa menurunkan berat badan, banyak zat penting dari tubuh yang terbuang.


Dapat Jaminan Pasokan Gas, Pupuk Kujang Bersiap Bangun Pabrik Baru

44 menit lalu

TEMPO/Subekti
Dapat Jaminan Pasokan Gas, Pupuk Kujang Bersiap Bangun Pabrik Baru

Pupuk Kujang berencana membangun pabrik baru Kujang-1C sebagai pengganti pabrik Kujang-1A yang sudah tua dan relatif tidak efisien.


Jemaah Haji Debarkasi Solo Mulai Pulang ke Tanah Air, Nana Sudjana: Jadilah Teladan

48 menit lalu

Jemaah haji kloter pertama Debarkasi Solo tiba di Bandara Adi Soemarmo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Ahad dini hari, 23 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Jemaah Haji Debarkasi Solo Mulai Pulang ke Tanah Air, Nana Sudjana: Jadilah Teladan

Jemaah haji kloter 1 Debarkasi Solo berjumlah 360 orang, satu masih di Arab Saudi untuk menjalani perawatan rumah sakit.


Abdul Halim Iskandar Respons soal Jatah Menteri Prabowo dan Rencana Program Makan Bergizi Gratis

49 menit lalu

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. Tempo/Pribadi Wicaksono
Abdul Halim Iskandar Respons soal Jatah Menteri Prabowo dan Rencana Program Makan Bergizi Gratis

Abdul Halim Iskandar merespon soal wacana soal jatah menteri kabinet presiden-wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran ke depan.