Kami Semua Bersalah

Oleh :

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KAMI akan tetap mencarimu, anak yang kehilangan pelampung, begitulah radio itu bersuara. Serak, gemeretak, pecah-pecah, storing. Laut tidak lagi nampak laut. Hanya gemerlap, sampai jauh, dan suara radio itu mendesak-desak ke sana. Matahari membersihkan langit. Angin merapihkan awan. Kami akan tetap mencarimu, anak yang kehilangan pelampung, begitulah radio itu berkata. Tapi siapakah engkau, radio yang tak jelas gelombangnya? Kami adalah sebuah sumber. Kami yang akan tetap mencarimu, anak yang hilang dari kapal yang terbakar. Kami adalah sebuah pihak. Kami adalah sebuah regu SAR, yang tak beralamat, yang tak berpeta, tak berpasukan. Kami adalah sebuah pertanyaan yang penasaran, sebuah pencarian yang tak bisa terbatas. Katakan lagi, apa yang kau ingin cari. Kami berbunyi seperti puting beliung, kami tak nampak seperti garis lintang, kami tertera pada astronomi, kami bagian dari alam dan manusia. Kami adalah yang mencarimu akan menemukanmu, menghapus terik hari pada ubun-ubunmu, mengucurkan air es pada hausmu, menyisihkan asin dari tenggorokmu. Kami adalah rindang yang melindungimu, anak yang ditinggalkan pelampung. Saudara yang bicara pada radio tanpa sender, sebutkan apa maumu! Kami akan tetap mencarimu. Kami meniti titik-titik dari Masalembo, menyeberang laut, ke pelbagai paragraf dokumen pelayaran. Kami ingin tahu, kematian yang manakah untukmu, siapakah yang menjemputmu, dan adakah ia terbaring dengan mata merah dan memimpikan api. Kau tak akan mendapatkan apa-apa, saudara yang bicara pada radio, kau tak akan mendapatkan apa-apa. Anak yang hanyut itu telah hanyut. Ikan-ikan telah memungutnya. Ganggang dan gelombang telah menampung kesepiannya sampai ke dasar. Di sana gelap hanya sebentar, kau tahu, sebuah khayal bagi penyelam, sebuah ilusi pada snorkel, sebuah jarak yang tak bersahabat. Tapi kami akan tetap mencarimu, anak yang kehilangan pelampung, Sampai ke dasar laut, melihat koyakan tubuhmu. Sampai ke dasar kantung dan kenangan sendiri -- karena kami semua bersalah, hallo, bersalah.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.