Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Botoh Politik

image-profil

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Musyafak, Staf Balai Litbang Agama Semarang

Pemilu selalu menjadi momentum bangkitnya kekuatan para botoh. Meski pada pemilihan presiden 2014 ini botoh tak terlalu mendapat sorotan, bukan berarti golongan "penjudi politik" itu tidak ada.

Saat hari pencoblosan pada 9 Juli lalu, beberapa botoh di kampung saya berkeliaran dari satu tempat pemungutan suara (TPS) ke TPS lainnya. Pagi, ketika pencoblosan hendak dimulai, para botoh pun sibuk. Mereka bergerilya mencari lawan judi. Ada yang memasang taruhan untuk kemenangan capres-cawapres nomor urut 1, atau sebaliknya menjagokan nomor urut 2. Level taruhan botoh-botoh kecil itu biasanya hanya perolehan suara di tingkat TPS atau kelurahan. Taruhannya tidak melulu uang, tapi bisa juga kendaraan atau benda-benda berharga yang dimiliki.

Botoh di tingkat desa atau daerah biasa beroperasi ketika pemilihan kepala desa atau pemilihan pemimpin lokal lainnya. Botoh memang bisa semata-mata tukang taruhan yang nihil peran politik. Tapi botoh juga lumrah berperan aktif dalam politik praktis.

Kita bisa membaca kisah para "botoh politik" dalam novel Mantra Penjinak Ular anggitan Kuntowijoyo. Novel itu memerikan realitas figuratif bagaimana botoh bersaing dengan mesin politik, atau sebaliknya menjadi bagian dari mesin politik, untuk mempengaruhi "kemurnian" suara rakyat dalam pemilihan kepala desa. Demi memenangkan perjudian, botoh rela menyuplai dana kampanye dan membagi uang kepada tokoh-tokoh kunci.

Botoh punya kekuatan politik yang tak bisa dinafikan. Astrid Susanto dalam buku Political Power and Communication in Indonesia (Jackson dan Pye, 1978) menyebutkan peran botoh sebagai public relation yang mewakili kandidat atau tim sukses sangat berfaedah dalam komunikasi politik tradisional. Selain kaya, botoh mestilah berpengaruh sekaligus pemimpin opini publik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di level pemilihan presiden, botoh besar yang bertaruh besar untuk capres-cawapres yang dijagokan tentu saja tidak sekadar "duduk di meja kasino". Botoh, yang menyulap demokrasi menjadi lahan judi, mau tak mau turut terjun di arena politik. Kerja botoh tidak sebatas memasang taruhan lalu berdiam menunggu kemenangan si jagoan. Botoh terjun ke arena politik, berperan aktif menyukseskan calonnya dengan pelbagai cara.

Botoh juga bisa bergerak di luar mesin politik. Di luar sistem kampanye yang dibangun oleh tim pemenangan, botoh bekerja sendiri untuk membangun opini publik atau memobilisasi massa supaya memilih calon pemimpin yang sudah dipasangi taruhan.

Mengintervensi proses politik, botoh yang cuma bersyahwat pada uang tak segan menggunakan taktik yang kontraproduktif dengan prinsip-prinsip-prinsip dan nilai-nilai demokrasi. Sebagian kampanye hitam beraroma fitnah yang menyerang tiap capres-cawapres bukan tidak mungkin bersumber dari rumah judi para botoh. Sebagai pihak ketiga, botoh justru lebih leluasa mendayagunakan trik-intrik kotor. Botoh menunggangi keadaan dan memperkeruhnya. Walhasil, kampanye hitam, fitnah, money politic, dan sejenis kecurangan lain itu bukan ulah tim sukses belaka, tapi juga onar para penjudi.

Menjelang pengumuman KPU pada 22 Juli, botoh juga sama cemasnya dengan pasangan capres-cawapres beserta tim pemenangan berikut relawannya.  


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Survei Capres Muhaimin Iskandar Rendah, PKB: Masih Ada Peluang

27 Desember 2021

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar
Survei Capres Muhaimin Iskandar Rendah, PKB: Masih Ada Peluang

Dalam survei tersebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar hanya dipilih 0,1 persen responden.


DPR Dorong KPU dan Bawaslu Antisipasi Potensi Masalah Pemilu 2024

22 Desember 2021

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa
DPR Dorong KPU dan Bawaslu Antisipasi Potensi Masalah Pemilu 2024

Komisi II DPR meminta KPU dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat mengantisipasi kesulitan pemilih menggunakan hak pilih, lantaran diprediksi akan banyak surat suara.


Setya Novanto: Golkar Siap Menangkan Jokowi di Pilpres 2019  

27 Maret 2017

Ketua DPR Setya Novanto melambaikan tangan sembari tertawa usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 15 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Setya Novanto: Golkar Siap Menangkan Jokowi di Pilpres 2019  

Setya Novanto mengungkap hitung-hitungan apabila Jokowi kembali berhadapan dengan Prabowo dalam pilpres 2019.


Gagal Pilkada DKI, AHY Punya Modal Besar Ikut Pilpres 2019

22 Maret 2017

Putera sulung mantan Presiden SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) menyerahkan piala kepada Ketua Pelaksana Kejuaraan Asia Karate SBY Cup XIV Jackson AW Kumaat (keempat kiri) di Jakarta, 25 Februari 2017. ANTARA FOTO
Gagal Pilkada DKI, AHY Punya Modal Besar Ikut Pilpres 2019

Qodari mengatakan masyarakat cukup mengenal figur Agus Yudhoyono atau AHY ini


Tiap Parpol Bisa Ajukan Calon Presiden, Jokowi: Masih Proses

16 Januari 2017

Presiden Joko Widodo memberi pernyataan usai Rapim TNI, didampingi Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Cilangkap, 16 Januari 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis
Tiap Parpol Bisa Ajukan Calon Presiden, Jokowi: Masih Proses

RUU Permilu Diperkirakan selesai sekitar bulan empat ke depan.


Sindrom I Want SBY Back, Sinyal Ani Yudhoyono Maju Capres?

10 September 2015

Susilo Bambang Yudhoyono membacakan pidato politiknya usai ditetapkan menjadi ketum periode 2015-2020 dalam penutupan Kongres Demokrat di Surabaya, 13 Mei 2015. Dalam pidato politiknya SBY membacakan 10 rekomendasi hasil kongres untuk landasan kerja selama lima tahun kedepan. TEMPO/Nurdiansah
Sindrom I Want SBY Back, Sinyal Ani Yudhoyono Maju Capres?

Ada spekulasi bahwa Demokrat memunculkan sindrom I Want SBY Back untuk mempersiapkan Ani Yudhoyono.


Jokowi Tak Butuh, Relawan Bakal Membubarkan Diri

28 Oktober 2014

Relawan membentangkan Bendera Merah Putih raksasa saat mengikuti kirab budaya menyambut Presiden ketujuh Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kawasan MH Thamrin, Jakarta, 20 Oktober 2014. TEMPO/M IQBAL ICHSAN
Jokowi Tak Butuh, Relawan Bakal Membubarkan Diri

Sampai saat ini mereka masih menunggu kepastian dari Jokowi.


Jokowi Dilantik, Relawan Jokowi-JK Berevolusi

13 Oktober 2014

Pendukung Jokowi-JK menggunduli rambutnya saat Pemilu Presiden 2014 di posko Relawan Keluarga Nusantara di Kuta, Bali, 9 Juli 2014. TEMPO/Johannes P. Christo
Jokowi Dilantik, Relawan Jokowi-JK Berevolusi

Relawan Jokowi-JK turut mengontrol realisasi program pemerintah di pedesaan.


Fahri: Koalisi Pro-Prabowo Tidak Berencana Pilpres MPR  

9 Oktober 2014

Pimpinan MPR terpilih, Ketua Zulkifli Hasan bersama Wakil Ketua (kiri-kanan) Hidayat Nur Wahid, H. Mahyuddin, Evert Erenst Mangindaan dan Oesman Sapta Odang berfoto bersama pada Sidang Paripurna pemilihan pimpinan MPR di Gedung Nusantara, Jakarta, 8 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Fahri: Koalisi Pro-Prabowo Tidak Berencana Pilpres MPR  

"Enggak ada agenda itu. Makanya, tidak perlu ditanyakan,"
kata


Fahri Hamzah soal agenda mengubah pemilihan presiden dari



langsung menjadi lewat MPR.


Giman Membawa Ratusan Pesan untuk Jokowi

30 September 2014

Jokowi. ANTARA/Rosa Panggabean
Giman Membawa Ratusan Pesan untuk Jokowi

Dalam perjalanannya, pria yang kesehariannya berjualan kue putu keliling itu membawa buku catatan yang berisi ratusan pesan ditulis tangan.