Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

ISIS dan Ancaman di Timur Tengah

image-profil

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Obsatar Sinaga, Guru besar Universitas Padjadjaran

Fenomena gerakan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) atau Al-Dawla al-Islamiya fi Al-Iraq wa Al-Syam, atau Negara Islam di Irak dan Suriah, telah menyita perhatian dunia. ISIS lahir di perbatasan antara Irak dan Suriah, sebagai dampak dari ekspansi Amerika Serikat di Irak yang berakumulasi dengan upaya membangun harga diri bangsa Arab dari kekuasaan asing. Meski menamakan diri sebagai suatu negara dan telah menguasai sekitar 400 km persegi wilayah di Irak dan Suriah, secara de jure hingga saat ini belum ada negara di dunia yang mengakuinya sebagai negara.

Ideologi ISIS dibangun berlandaskan Islam Suni yang secara tradisional berseberangan dengan Islam Syiah. Cita-cita melahirkan pemerintahan Islam dilakukan dengan melakukan maklumat yang mewajibkan umat Islam di dunia mendukung gerakan mereka memerangi kekuasaan asing di Timur Tengah, terutama Amerika Serikat. "Kecambah" ideologi yang mereka tebar menggunakan isu keyakinan Islam diharapkan dapat berkembang menjadi suatu kekuatan besar di dunia. Terdapat indikasi kuat bahwa ISIS harus dapat memegang hegemoni di Timur Tengah menggantikan hegemoni Amerika Serikat.

Hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah dengan core interest kepentingan menjaga ladang minyak seolah mendapat ancaman dari ISIS. Persoalannya, sanggupkah ISIS menggoyahkan atau bahkan mengusir hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah, sementara persoalan internal antarsuku, agama, dan batas teritorial di Timur Tengah sendiri sejak berabad silam hingga kini belum juga reda. Ditambah lagi, hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah sebenarnya hanya merupakan sub-sistem dari hegemoni Amerika Serikat di dunia.

Henry Alfred Kissinger, seorang guru besar sejarah dan mantan menteri luar negeri Amerika Serikat yang terkenal, berujar bahwa di dunia hanya akan terdapat keseimbangan kekuatan apabila terdapat ketidakseimbangan kekuatan. Atau, secara eksplisit harus ada satu negara adidaya agar dunia dapat tertib, dan itu adalah peran Amerika Serikat. Doktrin Kissinger tersebut dapat dibaca mewakili kepentingan Amerika Serikat hingga kini.

Guna menciptakan dan mempertahankan hegemoni di dunia, Amerika Serikat sekaligus mempersiapkan perangkat pengaman dengan menggunakan berbagai sumber daya yang tersedia. Baik dalam tataran lunak (soft) dengan mengedepankan kerja sama sosial, budaya, dan perdagangan, maupun dalam tataran keras (hard). Pesan Amerika Serikat jelas: dilarang sedikit pun mengganggu kepentingannya. Mencoba mengganggu tatanan dalam negeri negara-negara sekutunya di Timur Tengah berarti berani mengganggu kepentingan Amerika Serikat. Undangan Kuwait terhadap angkatan bersenjata Amerika Serikat ketika diinvasi oleh Irak adalah contoh nyata. Demikian pula, pembiaran aktivitas Israel sebagai negara komprador guna menjaga keseimbangan kekuatan di Timur Tengah telah memperingatkan siapa pun agar tidak mengganggu hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ancaman ISIS terhadap hegemoni Amerika Serikat tampak dengan membangkitkan spirit primordial keagamaan di Timur Tengah. Namun ancaman Amerika Serikat terhadap siapa pun yang berani mengganggu kepentingannya di Timur Tengah juga patut diwaspadai. Mungkin penggunaan istilah utopia oleh beberapa kalangan guna menggambarkan fenomena keberadaan ISIS dapat membantu sisi pemahaman. Contoh konkret adalah karut-marut internal dalam negeri di Libya, Mesir, Afganistan, dan Suriah yang berujung pada perang saudara yang notabene umat satu agama. Demikian mudahnya pertikaian antarnegara, antarsuku, atau antargolongan terjadi di Timur Tengah. Melihat pertikaian internal tersebut, mampukah ISIS berdiri sebagai pelopor revolusioner guna mengatasi itu semua?

Mampukah ideologi berbasis Islam Suni yang ditawarkan ISIS dominan dan menjadi hegemon baru guna melawan hegemoni Amerika Serikat? Keragaman pemikiran sekuler maupun keagamaan hidup bernegara dan bermasyarakat di Timur Tengah semakin menjadikan utopisnya ideologi ISIS. Kecerdasan dan rasionalitas umat Islam di Timur Tengah yang memahami Piagam Madinah sebagai doktrin "masyarakat Islam yes, negara Islam no" akan semakin menohok penyebaran ideologi ISIS. Karena itu, dengan atau tanpa campur tangan asing, sebenarnya perkembangan ideologi ISIS di Timur Tengah patut dipertanyakan ke depannya.

Apakah ideologi ISIS dapat mengakomodasi berbagai unsur yang terdapat di Timur Tengah sehingga hegemoni Amerika Serikat dapat digantikan oleh ISIS, dapat dikatakan jauh panggang dari api.

Ancaman ISIS terhadap hegemoni Amerika Serikat dapat diibaratkan kenakalan anak kecil dalam masa pertumbuhan. Sedangkan ancaman Amerika Serikat terhadap ISIS lebih merupakan suatu penyadaran kepada ISIS yang belum paham bahwa Amerika Serikat selalu berkepentingan menjadi satu-satunya polisi dunia sebagai penjaga ketertiban dunia. Timur Tengah adalah suatu kawasan yang sejak dulu hingga kini tidak pernah lekang dari beragam latar belakang ancaman. Namun ancaman terhadap hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah berarti mengusik kedigdayaan sumber daya Amerika Serikat untuk menertibkannya.


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


10 Negara Eropa dengan Penduduk Muslim Terbanyak, Rusia Nomor Satu

42 hari lalu

Foto udara sejumlah umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri 1445 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 10 April 2024. Salat Idul Fitri 1445 Hijriah yang diikuti ribuan warga muslim dari berbagai daerah tersebut setelah adanya penetapan oleh pemerintah 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu (10/4). ANTARA FOTO/Makna Zaezar
10 Negara Eropa dengan Penduduk Muslim Terbanyak, Rusia Nomor Satu

Berikut ini daftar negara Eropa dengan penduduk Muslim terbanyak berdasarkan jumlahnya pada 2020. Rusia jadi nomor satu.


Makna Isra Miraj 1445 Hijriah dan Rekomendasi 30 Link Twibbon

8 Februari 2024

Isra Miraj artinya perjalanan yang dilakukan Nabi SAW di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk bertemu Allah SWT. Ini sejarahnya. Foto: Canva
Makna Isra Miraj 1445 Hijriah dan Rekomendasi 30 Link Twibbon

Untuk memeriahkan Isra Miraj petang ini, berikut link twibbon untuk media sosial anda.


Nahdlatul Ulama Dorong Pendidikan Madrasah Berkualitas, Moderat & Tak Radikal di Depok

29 Mei 2023

Ilustrasi Madrasah. antaranews.com
Nahdlatul Ulama Dorong Pendidikan Madrasah Berkualitas, Moderat & Tak Radikal di Depok

Nahdlatul Ulama Depok tengah fokus dalam pengembangan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan terutama madrasah.


Mengkaji Islam dalam Ilmu dan Pengamalnya

31 Maret 2023

Mengkaji Islam dalam Ilmu dan Pengamalnya

Ilmu mengkaji Islam berkembang di timur tengah dan negara barat. Namun ihwal pengamalan patut belajar ke Indonesia.


Indonesia Diharapkan Jadi Referensi Keislaman Dunia

15 Maret 2023

Indonesia Diharapkan Jadi Referensi Keislaman Dunia

Indonesia tidak hanya negara muslim terbesar


Hukum Puasa Ramadan Bagi Orang dalam Perjalanan Jauh

9 Maret 2023

Pengamat astronomi Palestina menggunakan teleskop untuk melihat posisi bulan yang menandai awal bulan suci puasa Ramadan di Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel 12 April 2021. REUTERS/Mussa Qawasma
Hukum Puasa Ramadan Bagi Orang dalam Perjalanan Jauh

Hukum puasa Ramadan bagi orang dalam perjalanan jauh adalah boleh dibatalkan atau diteruskan asalkan sesuai ketentuan. Simak hukum puasanya di sini:


Pembakaran Al Quran Pernah Terjadi di 4 Negara Ini

25 Januari 2023

Seorang pengunjuk rasa memegang spanduk di depan Konsulat Jenderal Swedia setelah Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras, membakar salinan Alquran di dekat Kedutaan Besar Turki di Stockholm, di Istanbul, Turki, 22 Januari 2023  .REUTERS/Umit Bektas
Pembakaran Al Quran Pernah Terjadi di 4 Negara Ini

Dunia sedang digemparkan oleh peristiwa pembakaran Al Quran yang dilakukan Rasmus Poludan di Swedia. Berikut daftar negara alami kejadian serupa.


Ada Makam Keramat dalam Kebun Binatang Ragunan, Pusara Siapa?

24 Januari 2023

Makam keramat Eyang Sona Wijaya Sakti di dalam Taman Margasatwa Ragunan. Google Maps
Ada Makam Keramat dalam Kebun Binatang Ragunan, Pusara Siapa?

Tak banyak orang tahu, ada makam keramat dalam kebun binatang Ragunan. Makam tersebut ternyata milik almarhum Syekh Sona Wijaya Sakti, siapakah dia?


4 Manfaat Menghindari Gibah Selain Mahir dalam Bergaul

3 Desember 2022

Ilustrasi bergosip. shutterstock.com
4 Manfaat Menghindari Gibah Selain Mahir dalam Bergaul

Orang yang menjaga lisan dan menghindari gibah akan lancar dalam pergaulan dan mahir menjaga pertemanan.


10 Agama Terbesar di Dunia 2022 Berdasarkan Jumlah Pengikutnya, Islam ke Berapa?

23 November 2022

Warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di hari pertama Idul Adha di kompleks yang dikenal umat Islam sebagai Tempat Suci dan Gunung Kuil, di Kota Tua Yerusalem, 9 Juli 2022. REUTERS/Ammar Awad
10 Agama Terbesar di Dunia 2022 Berdasarkan Jumlah Pengikutnya, Islam ke Berapa?

Berikut daftar 10 agama terbesar di dunia 2022 berdasarkan jumlah pengikutnya versi World Population Review