Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Anda Masih Mendengarkan Radio?

image-profil

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Antyo Rentjoko, bekas blogger

Saya kagum sama Anda, suka ngeliat Anda di TV," kata pria itu via telepon kepada seorang aktris sinetron yang sedang berbincang pagi di studio radio classic rock M97FM, Jakarta, sekitar sepuluh tahun silam.

"Ah, masa sih, Pak? Sinetron saya kan mainnya pagi, yang nonton ibu-ibu sama pembantu. Kalo pagi bapak-bapak kan di kantor," si aktris menyahut.

Saya tak tahu berapa banyak pendengar yang tersenyum. Sejauh saya tebak, stasiun itu tak memantau pendengar secara real time-kalaupun ada alatnya, pasti merepotkan, berbeda dari streaming yang servernya rajin mencatat.

Saya juga tak tahu di mana saja para pendengar pagi itu menyimak radio. Saya berpengandaian bahwa mayoritas seperti saya mendengarkannya dalam mobil.

Dalam kehidupan domestik sekarang rasanya semakin jarang radio ngoceh dan berdendang mengisi pagi. Fungsi auditifnya sebagai benda sudah lama dioper oleh televisi. Bukankah televisi juga sering kita perlakukan sebagai radio, didengarkan sambil lalu saja?

Untuk itu, koreksi si aktris tadi sebenarnya menanyakan hal lain: mengapa pagi itu bisa ada yang mendengarkan radio dan menelepon ke studio? Tanpa interaksi, pengelola radio dan pengiklan hanya bertumpu pada asumsi yang dimuat dalam rate card: jam sekian pendengarnya segini, jenis kelaminnya kebanyakan pria, dan mendengarkannya dalam mobil.

Saya tak tahu Anda kini seberapa akrab dengan radio. Saya? Karena kini jarang menyetir, saya jarang mendengarkan radio. Sementara itu, dalam angkot belum tentu sopir menyetel radio, bahkan USB flash disk telah menjadi gudang lagu. Para penumpang pun tak butuh lagu dari sopir karena mereka menjadikan musik lebih individual: ponsel adalah pustaka lagu berkatalog.

Hanya kadang saja Internet pada desktop saya pakai untuk mendengarkan (bukan menyimak) streaming secara acak, dari Radio RGS di Sumenep sampai Auralmoon untuk progrock.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Maka saya ingin tahu apakah sampel Badan Pusat Statistik itu mewakili Anda. Ada Indikator Sosial-Budaya 2003, 2006, 2009, dan 2012 dalam situs BPS. Salah satunya adalah "Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas yang Mendengar Radio". Angka selama 2003–2012, dengan interval tiga tahun, makin menurun: 50,29 persen, 40,26 persen, 23,50 persen, dan 18,57 persen. Apakah pada 2015 nanti turun lagi?

Sejauh ini, radio tidak mati. Freddie Mercury pernah melolongkannya bersama Queen dalam Radio Gaga, "Radio, someone still loves you."

Tentang bagaimana radio bertahan, biarlah para pelaku bisnis dan ahlinya yang berbicara. Lebih baik kembali ke paragraf awal tentang radio classic rock M97FM yang tampaknya menyasar pria 30–55 (usia pensiun) itu. Mulanya radio itu bernama Monalisa. Akhir 1990-an, Masima (Prambors) mengelolanya menjadi M97FM (Male 97 FM).

Radio itu tak laku di pasar iklan, padahal saudara-saudaranya, misalnya Delta (dulu radio dakwah) dan Female, bisa hidup. Lalu radio itu mati dengan berpamitan. Di sela hari-hari akhir penyiarnya keceplosan meledek adlibs tentang pakan anjing.

Agustus 2005, M97FM mati. Kabar yang menyambutnya: ada sebuah hard disk yang berisi 12.800 lagu claro (classic rock) sedang menganggur. Radio yang pernah memutar lagu keriting dari band tak tenar National Health (album Missing Pieces) itu kemudian menjadi Radio Dangdut TPI, lantas menjadi jejaring bernama Radio Dangdut Indonesia.

Terbukti radio belum mati dan bisa bertahan.


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mensos Risma Optimalkan RAPI untuk Penanganan Bencana

29 hari lalu

Mensos Risma Optimalkan RAPI untuk Penanganan Bencana

Langkah terbaru Mensos Risma, dengan memanfaatkan jaringan Radio Amatir Penduduk Indonesia (RAPI) sebagai sarana vital untuk komunikasi darurat di wilayah terdampak bencana.


Mengenang Sandiwara Radio Misteri Gunung Merapi, Mak Lampir Populer pada 1990-an

7 Desember 2023

Sandiwara radio Misteri Gunung Merapi. Wikipedia
Mengenang Sandiwara Radio Misteri Gunung Merapi, Mak Lampir Populer pada 1990-an

Pada 1990-an, sandiwara radio Misteri Gunung Merapi berhasil mencuri perhatian publik. Kisah itu diangkat dalam serial televisi dan film layar lebar.


Kemenkominfo Buka Konsultasi Publik tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio

28 November 2023

Petugas Balai Monitor Spektrum Frekuensi Yogyakarta saat mendemonstrasikan perangkat pelacak frekuensi ilegal di Yogyakarta, Jumat, 24 Agustus 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Kemenkominfo Buka Konsultasi Publik tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio

Kemenkominfo membuka konsultasi publik atas Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio (SFR).


Pembunuhan Wartawan di Filipina Terekam di Facebook, Presiden Perintahkan Penyelidikan

6 November 2023

Ilustrasi pembunuhan dengan senjata tajam. news18.com
Pembunuhan Wartawan di Filipina Terekam di Facebook, Presiden Perintahkan Penyelidikan

Jurnalis di Filipina kembali terbunuh. Seorang wartawan radio ditembak saat siaran langsung. Penembakan itu terekam di Facebook.


Yuni Shara Hibur Penggemar dalam Pentas Bertajuk Memorabilia Intimate Dinner

20 Oktober 2023

Penyanyi Yuni Shara ditemui di Jakarta Selatan, Jumat, 25 Agustus 2023. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri
Yuni Shara Hibur Penggemar dalam Pentas Bertajuk Memorabilia Intimate Dinner

Yuni Shara menyapa penggemarnya di Surabaya dalam penampilan bertajuk Memorabilia Intimate Dinner


Kemenkominfo Awasi Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada MotoGP Mandalika 2023

14 Oktober 2023

Anggota Brimob Polda NTB menggunakan pelacak drone saat berlangsungnya sesi latihan bebas balapan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Jumat, 13 Oktober 2023. Sebanyak 3.409 personel gabungan dari TNI, Polri dan Basarnas terlibat dalam pengamanan gelaran MotoGP Mandalika 2023. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Kemenkominfo Awasi Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada MotoGP Mandalika 2023

Kemenkominfo melakukan pengawasan penggunaan Spektrum Frekuensi Radio (SFR) secara intensif dalam rangka memastikan kelancaran MotoGP Mandalika 2023


Hikayat Guglielmo Marconi Mematenkan Radio Ciptaannya

3 Juni 2023

Radio langka merk Marconi milik pelestari radio antik Denny Kesumah di kediamannya di kawasan Arcamanik, Bandung, Senin, 16 November 2020. Pria ini menerapkan konsep
Hikayat Guglielmo Marconi Mematenkan Radio Ciptaannya

Marconi juga orang pertama yang berhasil menyiarkan sinyal radio transatlantik pertama.


Arab Saudi Punya Stasiun Radio Berbahasa Inggris Pertama

23 Mei 2023

Siaran radio. TEMPO/Tony Hartawan
Arab Saudi Punya Stasiun Radio Berbahasa Inggris Pertama

MBC Loud FM menjadi stasiun radio pertama yang siaran dalam bahasa Inggris dan dapat dinikmati oleh warga di penjuru Arab Saudi.


Deretan Lagu Populer Billy Joel

9 Mei 2023

1. Billy Joel Penyanyi 'Piano Man' ini memiliki catatan 7 lagunya bertengger di 5 teratas chat Hot 100 Billboard dan 3 lagu yang berada di puncak tangga lagu: 'We Didn't Start The Fire', 'It's Still Rock And Roll To Me' dan 'Tell Her About It'. Zimbio.com
Deretan Lagu Populer Billy Joel

Billy Joel musikus yang dijuluki Piano Man


Deretan Program di Radio, Suka yang Mana?

8 Mei 2023

Deretan Program di Radio, Suka yang Mana?

Setiap stasiun radio lazimnya memiliki program yang menjadi andalan,