Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lagu Ini Ciptaan Siapa?

image-profil

image-gnews
Iklan

Denny Sakrie,
Pengamat Musik

Beberapa waktu lalu, saya menyambangi sebuah gerai musik di Plaza Senayan, Jakarta. Perhatian saya tertumbuk pada sebuah album bertajuk Symphonic Tales of Indonesia karya pianis jazz Tjut Nja Deviana, yang isinya menginterpretasi ulang lagu-lagu tradisional Indonesia.

Sebagian besar lagu yang ditampilkan dalam album tersebut memang tidak menyertakan kredit penciptaan lagu. Sebab, sebagian besar lagu tradisonal memang tak diketahui siapa penciptanya. Penggagas album ini hanya mencantumkan kode copyright control sebagai pengganti nama pencipta lagu yang tak diketahui, termasuk lagu berbahasa Makassar Anging Mammiri. Padahal, lagu yang sejak dulu kerap dianggap mewakili kultur Sulawesi Selatan itu sebetulnya diciptakan oleh Borra Daeng Ngirate.

Jadi sangat tidak beretika jika karya yang diketahui penciptanya hanya mencantumkan tulisan NN atau copyright control. Ini menunjukkan perilaku malas dari penggagas album ini-dari pemusik hingga label yang merilisnya-untuk mencari info tentang lagu-lagu yang akan dibawakan dalam sebuah produksi rekaman. Karena tidak semua lagu yang lazimnya dianggap lagu tradisional itu tak memiliki kredit penciptaan sama sekali. Misalnya, lagu Manuk Dadali karya Sambas, Rek Ayo Rek karya Is Haryanto, Tul Jaenak karya Yok Koeswoyo, atau Warung Pojok karya H Abdul Ajib.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Seringkali kita menemukan album rekaman yang merilis lagu-lagu yang saya sebut tadi tanpa menyebutkan nama pencipta lagunya sama sekali. Dengan gampang, kolom pencipta lagu hanya diisi dengan tulisan NN. Demikian pula para pengelola acara televisi yang seringkali tak menyertakan nama pencipta lagu. Mereka hanya menuliskan lagu ini dipopulerkan oleh... Contohnya, lagu Andeca Andeci, yang dipopulerkan oleh Warkop DKI. Padahal, jika mereka memang mempunyai iktikad baik dan mau bersusah-payah mencari tahu siapa pencipta lagu tersebut, niscaya akan ditemukan bahwa Andeca Andeci adalah lagu karya almarhum Oslan Husein yang terdapat dalam album soundtrack film Kasih Tak Sampai (1968).

Penulisan nama pencipta lagu dianggap hal remeh yang tak penting oleh kebanyakan pelaku di dunia hiburan, seperti pemusik, perusahaan rekaman, film, televisi, hingga pengelola tempat karaoke. Memang tak semuanya berperilaku seperti itu. Sheila Timothy, produser film Tabularasa, yang banyak menggunakan lagu-lagu Indonesia lama era 1950-an dan 1960-an, berkukuh mencari informasi mengenai penyanyi, pencipta lagu, dan perusahaan rekaman yang terkait dengan lagu Iseng Bersama dan Mak Inang Pulau Kampai untuk kemudian meminta izin penggunaan lagu-lagu tersebut dalam filmnya. Tentunya ini sebuah iktikad baik yang patut diteladani. Karena seyogianyalah lagu tidak menjadi barang yang jatuh begitu saja dari langit tanpa ada yang menciptakan.

Seperti yang kita ketahui, revisi Undang Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, yang terdiri atas 19 bab dan 126 pasal, baru saja disahkan sebagai undang-undang pada 16 September lalu. Semestinya kita tak lagi serampangan dalam menggunakan karya-karya seni, terutama lagu, dalam pelbagai keperluan dan kepentingan. Perlindungan hak cipta adalah sebuah kebutuhan yang mesti diwujudkan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hari Musik Sedunia: Kenali Tokoh-tokoh Musik Indonesia dari WR Supratman, Ismail Marzuki, hingga Tonny Koeswoyo

1 hari lalu

Komponis Ismail Marzuki. Wikipedia
Hari Musik Sedunia: Kenali Tokoh-tokoh Musik Indonesia dari WR Supratman, Ismail Marzuki, hingga Tonny Koeswoyo

Memperingati Hari Musik Sedunia, simak tokoh-tokoh pencipta lagu asal Tanah Air ari WR Supratman, Ismail Marzuki, Ibu Soed, hingga Tonny Koeswoyo.


Hari Musik Sedunia Diperingati Setiap 21 Juni, Ini Asal Mulanya

2 hari lalu

Pertunjukan musik siswa Artherapy Centre (ATC) Widyatama dalam peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia pada Jumat, 1 April 2022 di The Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat. Dok. ATC
Hari Musik Sedunia Diperingati Setiap 21 Juni, Ini Asal Mulanya

Setiap 21 Juni diperingati Hari Musik Sedunia yang telah digagas sejak puluhan tahun lalu. Begini sejarahnya.


Mengenal Pemutar Musik Winamp

12 hari lalu

Winamp. gamingph.com
Mengenal Pemutar Musik Winamp

Aplikasi pemutar musik Winamp belakangan disoroti di media sosial, nostalgia bagi para penggunanya


Musik Iwan Fals Digemari Lintas Generasi

14 hari lalu

Musik Iwan Fals mampu masuk ke seluruh kalangan usia, dari generasi lama hingga kini.
Musik Iwan Fals Digemari Lintas Generasi

Musik Iwan Fals mampu masuk ke seluruh kalangan usia, dari generasi lama hingga kini.


Morrissey akan Kembali Naik Panggung Konser, Mengenal Mantan Anggota The Smiths

17 hari lalu

Musisi asal Inggris Morrissey yang memiliki nama lengkap Steven Patrick Morrissey tampil menghibur penggemarnya dalam konser bertajuk Morrissey di GBK Sports Complex Senayan Jakarta, 12 Oktober 2016. TEMPO/Nurdiansah
Morrissey akan Kembali Naik Panggung Konser, Mengenal Mantan Anggota The Smiths

Morrissey akan kembali mengadakan konser di House of Blues, Las Vegas pada 26 Juli dan 27 Juli 2024


Momen Konser Kolaborasi Angkatan Darat Inggris dengan Yogyakarta Royal Orchestra

19 hari lalu

Band Angkatan Darat Inggris, The Colchester berkolaborasi dengan kelompok orkestra Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) konser mini, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa, 4 Juni 2024 sore. (Dok.istimewa)
Momen Konser Kolaborasi Angkatan Darat Inggris dengan Yogyakarta Royal Orchestra

Kelompok band Angkatan Darat Inggris, The Colchester berkolaborasi denganYogyakarta Royal Orchestra menggelar konser mini di Bangsal Kepatihan Yogyakarta Selasa 4 Juni 2024


Era 1990-an Lagu dan Suara Pance Pondaag Merajai Blantika Musik, Siapa Dia?

20 hari lalu

Pance Pondaag. Wikipedia
Era 1990-an Lagu dan Suara Pance Pondaag Merajai Blantika Musik, Siapa Dia?

Mengenang musisi Pance Pondaag yang meninggal 14 tahun lalu. Lagu dan suaranya merajai blantika musik Indonesia era 1990-an.


Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram, Inovasi dan Pemaknaan Baru Gending Kerawitan Bali

22 hari lalu

Sesi diskusi Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram di Singaraja, Bali, Jumat, 31 Mei 2024. Dokumentasi: Wrdhi Cwaram
Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram, Inovasi dan Pemaknaan Baru Gending Kerawitan Bali

Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram selama tiga hari bertempat di Sasana Budaya, Singaraja, Bali, pada 31 Mei sampai 2 Juni 2024


BAALE dan Fortuna: Perjalanan Menjadi Manusia Seutuhnya

24 hari lalu

Iqbaal Ramadhan
BAALE dan Fortuna: Perjalanan Menjadi Manusia Seutuhnya

BAALE adalah sebuah perjalanan panjang yang ditempuh seorang Iqbaal Ramadhan dalam menemukan dirinya sendiri.


Mengenang P. Ramlee, Seniman Legendaris Malaysia yang Meninggal 51 Tahun Lalu

25 hari lalu

P. Ramlee. discogs.com
Mengenang P. Ramlee, Seniman Legendaris Malaysia yang Meninggal 51 Tahun Lalu

Meskipun sudah meninggal dunia lebih dari 5 dekade lalu, tetapi karya P. Ramlee akan selalu terkenang bagi masyarakat Malaysia dan negara lain, termasuk Indonesia. Simak artikel ini untuk mengetahui profil dan karya seniman legendaris Malaysia ini!