Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kutukan 17 Oktober

image-profil

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Muhidin M. Dahlan, kerani @warungarsip

Ketika Prabowo Subianto merayakan ulang tahunnya yang pertama, 17 Oktober 1952, sejumlah jenderal di bawah komando Kolonel A.H. Nasution melakukan show force di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Saat Prabowo dikecup banyak tamu pada hari ulang tahunnya yang pertama, sejarah politik Indonesia geger oleh ulah koboi-koboian Nasution. Pada pagi itu, pasukan yang dikawal Kemal Idris mengarahkan moncong tank ke arah kediaman Presiden Sukarno. Anda pasti tahu, menodongkan bedil ke muka presiden bukan suatu candaan yang lucu. Apalagi menodongnya dengan senjata berat. Ini gertakan paling kasar yang satu trip di bawah status "pemberontakan".

Prabowo Subianto masih belajar merangkak saat Nasution berjudi dengan karier militernya yang cemerlang. Dan 17 Oktober adalah pertaruhan nasib Nasution yang paling heroik, tapi sekaligus menentukan langkah politiknya.

Prabowo Subianto masih teramat suci indra pendengarannya dari frasa "DPR" dan politik parlemen ketika Nasution mengajukan tuntutan kepada Presiden Sukarno untuk membubarkan DPR. Bagi Nasution, komposisi DPR yang ada masih merupakan sisa-sisa kekacauan Revolusi. Nasution menganggap, mestinya tentara yang sudah mati-matian di garis depan pertempuran mendapatkan privelese untuk melakukan pembenahan internal tanpa campur tangan sedikit pun dari parlemen.

Pembenahan internal yang dimaksud Nasution adalah penyingkiran semua unsur Laskar Rakyat yang menempuh pendidikan militer secara "nonformal" dari Jepang. DPR yang dikuasai unsur-unsur revolusioner tidak membiarkan ide Nasution itu menggelinding mulus. Karena kesal, Nasution mengambil langkah berani, yaitu menggertak Sukarno dengan tank untuk menghabisi parlemen.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun sial, dalam perjudian itu, Nasution justru terjungkal. Ia disingkirkan dari jabatan menterengnya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Namun sang kolonel tak menyerah. Dengan sisa-sisa optimisme politiknya untuk mendapatkan panggung, ia bersama serdadu "17 Oktober" membikin partai politik Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), yang kemudian kalah telak pada Pemilu 1955.

Nasution memang kembali mendapatkan posisi tertingginya di Angkatan Darat pada Oktober 1955. Namun hal itu terjadi berkat kemurahan hati Sukarno. Nasution setelah itu adalah jenderal tanpa pasukan, tanpa inisiatif. Hingga Sukarno terjungkal oleh politik berdarah, sinar Nasution tetap meredup untuk selamanya.

Tanggal 17 Oktober adalah kutukan bagi Nasution, dan sekaligus koinsidensi jalan militer untuk Prabowo Subianto. Sebagaimana Nasution, karier militer Prabowo begitu cemerlang. Sosoknya gagah dan kecakapan bahasa dan intelejensi di atas rata-rata serdadu tidak mampu menyelamatkannya dari "kutukan 17 Oktober". Bintang-gemintang jenderal muda itu dicopot Presiden B.J. Habibie pada 1998 atas rekomendasi Dewan Kehormatan ABRI.

Namun, 63 tahun kemudian, Prabowo Subianto berbeda sama sekali dengan Nasution. Walau karier militernya berakhir cepat 1998, ia kembali ke puncak politik lewat kendaraan partai politik yang didirikannya, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dan ikhtiar yang sungguh-sungguh dari Prabowo itu hampir saja menjadikannya Presiden RI ke-7, jika tak ada wong ndeso dari Solo bernama Joko Widodo. Si kurus itulah yang melumatkan, tidak saja impi-impi pribadinya, tapi juga impian keluarga besarnya yang kerap dimamahnya di meja makan.


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Resign dari Pekerjaan

26 hari lalu

Ada beberapa alasan resign mendadak yang bisa Anda gunakan saat ingin mengundurkan diri. Pastikan Anda mengkomunikasikan dengan HRD. Foto: Canva
5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Resign dari Pekerjaan

Berikut lima hal yang perlu dipertimbangkan bagi Anda yang punya keinginan resign dari pekerjaan.


Pentingnya Peran Perempuan Dalam Keluarga dan Dunia Profesional

55 hari lalu

TalKshop Hari Kartini bertajuk 'Perempuan dan Perannya '/Nakara
Pentingnya Peran Perempuan Dalam Keluarga dan Dunia Profesional

Refleksi terhadap dinamika peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan dalam memperingati Hari Kartini.


Gen Z Dikenal Selalu Ingin Memaknai Hidup

24 April 2024

Marina Beauty Journey 2024/Marina
Gen Z Dikenal Selalu Ingin Memaknai Hidup

Karakter Gen Z berevolusi menjadi pribadi yang lebih sadar untuk memaknai kehidupan tidak mementingkan kebahagiaan sendiri.


4 Tips Tingkatkan Performa Setelah Libur Lebaran

21 April 2024

Ilustrasi dua wanita bekerja dalam satu ruangan. Foto: Freepik.com/Pressfoto
4 Tips Tingkatkan Performa Setelah Libur Lebaran

Simak tips meningkatkan semangat bekerja setelah libur lebaran agar kamu lebih fresh.


5 Tips Cari Kerja di Perusahaan Keren Lewat LinkedIn

17 April 2024

Ilustrasi wanita karier. Shutterstock.com
5 Tips Cari Kerja di Perusahaan Keren Lewat LinkedIn

Kebanyakan perusahaan memerlukan kombinasi hardskill dan softskill yang baik untuk berkarier di dunia kerja. Ini tips cari kerja lewat LinkedIn.


15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

17 April 2024

Ilustrasi wanita karier atau bekerja. shutterstock.com
15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

Jaringan profesional LinkedIn merilis daftar Top Companies 2024 edisi ketiga untuk Indonesia.


Mengenal Kutu Loncat dalam Dunia Kerja dan Dampaknya pada Karier

16 Januari 2024

Kutu loncat adalah istilah yang diberikan pada seseorang yang suka berpindah pekerjaan dalam waktu singkat. Ini dampaknya untuk karier. Foto: Canva
Mengenal Kutu Loncat dalam Dunia Kerja dan Dampaknya pada Karier

Kutu loncat adalah istilah yang diberikan pada seseorang yang suka berpindah pekerjaan dalam waktu singkat. Ini dampaknya untuk karier.


Mengenal Quarter Life Crisis, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

8 Januari 2024

Memasuki usia dewasa, seseorang seringkali mengalami quarter life crisis yang membuatnya jadi tak percaya diri. Apa itu quarter life crisis? Foto: Canva
Mengenal Quarter Life Crisis, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

Memasuki usia dewasa, seseorang seringkali mengalami quarter life crisis yang membuatnya jadi tak percaya diri. Apa itu quarter life crisis?


Jauh dari Kontroversi, Lee Dong Wook Punya Mantra Khusus untuk Menjaga Kariernya

31 Desember 2023

Lee Dong Wook. Instagram.com/@leedonwook_official
Jauh dari Kontroversi, Lee Dong Wook Punya Mantra Khusus untuk Menjaga Kariernya

Baru-baru ini wawancara lama Lee Dong Wook viral. Dia mengungkapkan caranya mempertahankan karier 25 tahun di inudstri hiburan


Dekat dengan Dunia Digital, Sebaiknya Gen Z Miliki Keahlian Ini

8 Desember 2023

Marina Beauty Journey 2023 di Lombok, Bintang Marina/Marina
Dekat dengan Dunia Digital, Sebaiknya Gen Z Miliki Keahlian Ini

Pentingnya gen Z memiliki pola pikir yang peka serta kepedulian tinggi dalam kesehariannya.