Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Betulkah Lagu SBY Bentuk Plagiat?

image-profil

image-gnews
Iklan

Denny Sakrie , Pengamat Musik

Jason, seorang teman di Kanada, bertanya kepada saya, "Betulkah SBY melakukan plagiat dalam menulis lagu?" Jason, melalui kanal YouTube, menemukan kemiripan yang telak antara refrain lagu karya mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bertajuk Majulah Negeriku dan refrain lagu Baby Blue dari George Baker Selection yang di Indonesia dinyanyikan ulang penyanyi Tantowi Yahya.  

Perhatikan melodi pada lirik berikut ini: "Bangkitlah  bangsaku, mari kita singsingkan lengan baju, bangunlah negeriku, majulah negeriku, Merah Putih berkibar selamanya".

Bandingkan dengan melodi pada lirik: "Baby blue, baby blue.  Do you know that I'm still in love with you.  Now I know that you won't be here no more ."

Sebetulnya, saya sudah mengetahui hal ini sejak album Rinduku Padamu karya SBY dirilis Nagaswara pada 2007. Saat itu, saya sempat memastikan hal tersebut dengan menanyakan kepada Tantowi Yahya, yang menyanyikan lagu tersebut. Memang ada kemiripan antara refrain lagu SBY dan lagu George Baker Selection, kata Tantowi Yahya. Musikolog Remy Sylado juga menyatakan hal senada.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Memang banyak hal yang bisa menjadi pemicu munculnya plagiarisme, terutama pada lagu, dari faktor kebetulan yang tak disengaja, mengambil referensi karya, hingga unconscious plagiarism atau tanpa sadar melakukan tindakan plagiat. Dalam hal ini, saya melihat telah terjadi hal yang ketiga dalam kasus kemiripan antara lagu SBY dan George Baker Selection, yang dalam terminologi kejiwaan disebut sebagai cryptomnesia. Istilah ini pertama kali digunakan oleh psikiater Theodore Fluornoy untuk sebuah kondisi di bawah sadar berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya dalam menikmati karya seni-entah itu membaca buku atau mendengar musik-yang kemudian tercetus lagi pada saat menulis sebuah karya. Contoh kasus unconscious plagiarism yang sangat populer adalah lagu My Sweet Lord, yang ditulis dan dinyanyikan George Harrison (1970) dan dianggap menjiplak bagian substansial dari lagu He's So Fine (1963) yang dibawakan The Chiffons. Diduga mantan gitaris The Beatles itu sering mendengar lagu gospel tersebut saat remaja dan secara tak sengaja gagasan melodi lagu tersebut muncul pada saat menulis lagu My Sweet Lord pada 1969.

Meski Harrison tak mengakui tuduhan plagiarisme tersebut, dalam persidangan ia tetap dinyatakan kalah karena sejak 1976, preseden Hukum Hak Cipta di Amerika Serikat telah memberlakukan hal yang sama terhadap kasus cryptomnesia ataupun yang disengaja (subconscious).

Bisa jadi saat hampir seluruh radio di Indonesia memutar lagu Baby Blue milik George Baker Selection pada 1974, Susilo Bambang Yudhoyono, yang saat itu berusia 25 tahun, tengah gandrung dengan lagu tersebut. Apalagi, pada era itu, SBY memiliki hobi bermain dalam band. Dugaan saya, kasus cryptomnesia SBY itu bermula dari sini, yang akhirnya berujung pada kemiripan lagu karyanya tersebut hingga mendekati 8 birama.

Wajar bila hal seperti itu terjadi. Sangat disayangkan, lagu Majulah Negeriku ini telah diperdengarkan kepada seluruh rakyat Indonesia dalam acara kenegaraan perayaan detik-detik Proklamasi RI di Istana Negara enam tahun lalu. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hari Musik Sedunia: Kenali Tokoh-tokoh Musik Indonesia dari WR Supratman, Ismail Marzuki, hingga Tonny Koeswoyo

1 hari lalu

Komponis Ismail Marzuki. Wikipedia
Hari Musik Sedunia: Kenali Tokoh-tokoh Musik Indonesia dari WR Supratman, Ismail Marzuki, hingga Tonny Koeswoyo

Memperingati Hari Musik Sedunia, simak tokoh-tokoh pencipta lagu asal Tanah Air ari WR Supratman, Ismail Marzuki, Ibu Soed, hingga Tonny Koeswoyo.


Hari Musik Sedunia Diperingati Setiap 21 Juni, Ini Asal Mulanya

2 hari lalu

Pertunjukan musik siswa Artherapy Centre (ATC) Widyatama dalam peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia pada Jumat, 1 April 2022 di The Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat. Dok. ATC
Hari Musik Sedunia Diperingati Setiap 21 Juni, Ini Asal Mulanya

Setiap 21 Juni diperingati Hari Musik Sedunia yang telah digagas sejak puluhan tahun lalu. Begini sejarahnya.


Mengenal Pemutar Musik Winamp

12 hari lalu

Winamp. gamingph.com
Mengenal Pemutar Musik Winamp

Aplikasi pemutar musik Winamp belakangan disoroti di media sosial, nostalgia bagi para penggunanya


Musik Iwan Fals Digemari Lintas Generasi

14 hari lalu

Musik Iwan Fals mampu masuk ke seluruh kalangan usia, dari generasi lama hingga kini.
Musik Iwan Fals Digemari Lintas Generasi

Musik Iwan Fals mampu masuk ke seluruh kalangan usia, dari generasi lama hingga kini.


Morrissey akan Kembali Naik Panggung Konser, Mengenal Mantan Anggota The Smiths

17 hari lalu

Musisi asal Inggris Morrissey yang memiliki nama lengkap Steven Patrick Morrissey tampil menghibur penggemarnya dalam konser bertajuk Morrissey di GBK Sports Complex Senayan Jakarta, 12 Oktober 2016. TEMPO/Nurdiansah
Morrissey akan Kembali Naik Panggung Konser, Mengenal Mantan Anggota The Smiths

Morrissey akan kembali mengadakan konser di House of Blues, Las Vegas pada 26 Juli dan 27 Juli 2024


Momen Konser Kolaborasi Angkatan Darat Inggris dengan Yogyakarta Royal Orchestra

19 hari lalu

Band Angkatan Darat Inggris, The Colchester berkolaborasi dengan kelompok orkestra Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) konser mini, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa, 4 Juni 2024 sore. (Dok.istimewa)
Momen Konser Kolaborasi Angkatan Darat Inggris dengan Yogyakarta Royal Orchestra

Kelompok band Angkatan Darat Inggris, The Colchester berkolaborasi denganYogyakarta Royal Orchestra menggelar konser mini di Bangsal Kepatihan Yogyakarta Selasa 4 Juni 2024


Era 1990-an Lagu dan Suara Pance Pondaag Merajai Blantika Musik, Siapa Dia?

20 hari lalu

Pance Pondaag. Wikipedia
Era 1990-an Lagu dan Suara Pance Pondaag Merajai Blantika Musik, Siapa Dia?

Mengenang musisi Pance Pondaag yang meninggal 14 tahun lalu. Lagu dan suaranya merajai blantika musik Indonesia era 1990-an.


Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram, Inovasi dan Pemaknaan Baru Gending Kerawitan Bali

22 hari lalu

Sesi diskusi Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram di Singaraja, Bali, Jumat, 31 Mei 2024. Dokumentasi: Wrdhi Cwaram
Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram, Inovasi dan Pemaknaan Baru Gending Kerawitan Bali

Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram selama tiga hari bertempat di Sasana Budaya, Singaraja, Bali, pada 31 Mei sampai 2 Juni 2024


BAALE dan Fortuna: Perjalanan Menjadi Manusia Seutuhnya

24 hari lalu

Iqbaal Ramadhan
BAALE dan Fortuna: Perjalanan Menjadi Manusia Seutuhnya

BAALE adalah sebuah perjalanan panjang yang ditempuh seorang Iqbaal Ramadhan dalam menemukan dirinya sendiri.


Mengenang P. Ramlee, Seniman Legendaris Malaysia yang Meninggal 51 Tahun Lalu

25 hari lalu

P. Ramlee. discogs.com
Mengenang P. Ramlee, Seniman Legendaris Malaysia yang Meninggal 51 Tahun Lalu

Meskipun sudah meninggal dunia lebih dari 5 dekade lalu, tetapi karya P. Ramlee akan selalu terkenang bagi masyarakat Malaysia dan negara lain, termasuk Indonesia. Simak artikel ini untuk mengetahui profil dan karya seniman legendaris Malaysia ini!