Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Wajib Belajar atau Wajib Sekolah?

image-profil

image-gnews
Iklan

Junaidi Abdul Munif,  penulis   

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memiliki program wajib belajar 12 tahun. Sebelumnya, kita akrab dengan program wajib belajar 9 tahun. Perkembangan zaman memaksa pemerintah untuk menaikkan standar minimal belajar, agar anak-anak Indonesia tidak tertinggal oleh anak-anak dari negara (yang dianggap) maju.

Kendati dinamakan wajib belajar, yang dimaksud program ini adalah wajib sekolah 12 tahun. Seperti dikatakan Menteri Anies Baswedan, "kalau sudah wajib belajar, jika tidak sekolah, anak bisa kena sanksi. Semua harus belajar (Kompas, 30/10). Artinya, anak-anak minimal harus lulus setingkat SMA. Rinciannya adalah SD (6 tahun), SMP (3 tahun), dan SMA (3 tahun).

Kita tampaknya begitu mudah dan tanpa beban menukar "sekolah" dengan "belajar", seolah dua kata ini bersinonim. Sekolah dan belajar tentu saja adalah dua kegiatan yang sangat berbeda. Sekolah memiliki konsekuensi berupa ruang kelas, guru, mata pelajaran, jam pelajaran, dan evaluasi hasil pembelajaran yang terencana. Karena itu, dunia persekolahan, dengan segala kelengkapannya, lebih bertumpu pada kebijakan negara.

Sementara itu, belajar tak memerlukan konsekuensi secara rigid seperti pada sekolah. Proses belajar tak memerlukan institusi resmi bernama sekolah. Di mana pun tempatnya, seseorang bisa menjadi pembelajar dan mendapatkan ilmu. Tempat kursus, pesantren, komunitas, kamar kos, dan lain-lain bisa menjadi tempat belajar. Orang pun bisa belajar sambil tidur-tiduran, misalnya.

Ivan Illich, pemikir pendidikan, bisa diambil sebagai contoh tokoh yang membedakan secara tegas sekolah dan belajar. Kritiknya bermuara pada sekolah yang mempunyai kurikulum tersembunyi. Sekolah dianggapnya sebagai ruang kapitalisme pengetahuan, legalisasi ilmu pengetahuan, dan ketergantungan masyarakat pada sekolah. Sekolah adalah medium untuk belajar tentang sesuatu, bukan belajar dari sesuatu (Paulo Freire, dkk, 1999). Orang kemudian merasa bahwa sekolah adalah satu-satunya tempat belajar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Revolusi mental Jokowi-JK semestinya tidak berjalan pada pola pikir yang menyederhanakan belajar dengan sekolah, dan dunia persekolahan sama dengan dunia pendidikan. Seperti halnya pendidikan, pembelajaran adalah dunia yang begitu luas dan kaya. Toh, Jokowi juga memilih Susi Pudjiastuti, yang hanya lulusan SMP, untuk menjadi menteri di Kabinet Kerja 2014-2019.

Orang belajar tidak harus secara "resmi" dilakukan di sekolah, yang sejatinya hanya salah satu tempat belajar, di antara ribuan tempat belajar lainnya. Sekolah dibatasi dengan waktu, belajar berbatas waktu ketika manusia meninggal dunia. Seperti peribahasa Arab, manusia belajar dari ayunan sampai liang lahat.

Penyebutan "wajib sekolah 12 tahun" lebih benar dan dapat diterima secara empiris-formalis. Di situ negara dituntut membuka akses masuk sekolah kepada anak bangsa, sekaligus meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran di sekolah. Di luar sekolah, kehidupan adalah ruang belajar yang terbuka untuk dipelajari, dan manusia belajar darinya. Siapa gurunya? Kata peribahasa bijak, pengalaman adalah guru yang terbaik. Biarkan masyarakat mengolah potensinya untuk menciptakan ruang dan suasana belajar yang unik, heterogen, dan multikultural.

Untuk itu, alangkah elok jika istilah "wajib belajar" diganti dengan "wajib sekolah" agar tidak terjadi "penyesatan" publik. *


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


IDEAS: Penggunaan Dana BOS untuk Program Makan Siang Gratis Bakal Merusak Agenda Wajib Belajar 12 Tahun

4 Maret 2024

Sejumlah siswa menunjukkan makanan gratis saat simulasi program makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis 29 Februari 2024. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meyediakan 162 porsi dengan empat macam menu makanan sehat senilai Rp15 ribu per porsi pada simulasi program makan siang gratis itu. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
IDEAS: Penggunaan Dana BOS untuk Program Makan Siang Gratis Bakal Merusak Agenda Wajib Belajar 12 Tahun

Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) menilai pengalihan dana BOS untuk makan siang gratis bisa merusak program wajib belajar 12 tahun


BAF Salurkan Donasi untuk Pendidikan Ratusan Anak di Maluku

17 November 2023

Gedung Bussan Auto Finance. (BAF)
BAF Salurkan Donasi untuk Pendidikan Ratusan Anak di Maluku

BAF berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) yang membantu pemerintah mewujudkan Program Wajib Belajar 12 Tahun.


Sejak Kapan Jenjang Sekolah SMP dan SMA Ada Kelas VII dan XII?

23 Desember 2022

Sejumlah siswa saat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMPN 1 Depok, Jawa Barat, Senin 4 Oktober 2021. Pemerintah Kota Depok kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas kepada seluruh sekolah dimulai hari ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan pembelajaran hanya dilakukan seminggu dua kali selama 2 jam. TEMPO/M Taufan Rengganis
Sejak Kapan Jenjang Sekolah SMP dan SMA Ada Kelas VII dan XII?

Sekolah di Indonesia memiliki beberapa jenjang pendidikan, apa sajakah itu? Dan sejak kapan ada kelas VII dan XII?


UT Gagas Program Wajib Kuliah, Biaya UKT Diharapkan Bisa Gratis

24 Juni 2021

Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ojat Darojat dalam pembukaan kegiatan Dies Natalis UT ke-37 dan Disporseni yang dipantau di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Kredit: ANTARA/Indriani
UT Gagas Program Wajib Kuliah, Biaya UKT Diharapkan Bisa Gratis

Ojat mengatakan program wajib kuliah tersebut sejalan dengan target periode kedua Presiden Joko Widodo.


Bagaimana Orang Dewasa Belajar dari Anak?

16 Oktober 2017

Ilustrasi orang tua antar anaknya ke sekolah. skim.gs
Bagaimana Orang Dewasa Belajar dari Anak?

Dalam Temu Pendidikan Nusantara 2017, para guru tidak hanya bisa berbagi ilmu antar guru, namun juga dengan murid


MK Tolak Revisi Wajib Belajar 12 Tahun

8 Oktober 2015

TEMPO/Iqbal Lubis
MK Tolak Revisi Wajib Belajar 12 Tahun

Aturan dasar setingkat undang-undang untuk wajib belajar 12 tahun dianggap sudah sangat diperlukan.


Lewat Budaya, Pelajaran Matematika Bisa Lebih Asik  

5 Oktober 2015

Ilustrasi. (CNN)
Lewat Budaya, Pelajaran Matematika Bisa Lebih Asik  

Bisa juga dengan menyelipkan permainan dalam mengajar matematika.


Wajib Belajar 12 Tahun Dimulai Tahun Ajaran Baru Ini

23 September 2015

Guru membimbing murid SMP terbuka atau sekolah rakyat di kelas bilik Kampung Ranca Belut, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 22 Mei 2015. Sebanyak 34 orang siswa belajar dengan segala keterbatasan dibawah bimbingan relawan pengajar dari Universitas Padjadajaran dan UIN Sunan Gunung Jati. TEMPO/Prima Mulia
Wajib Belajar 12 Tahun Dimulai Tahun Ajaran Baru Ini

Pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan kelas bagi anak-anak yang tidak melanjutkan ke tingkat sekolah menengah atas.


Ganjar Minta Wajib Belajar 12 Tahun Diuji Coba di Jateng  

21 Agustus 2015

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berdialog dengan murid Sekolah Dasar Warga di Surakarta, Jawa Tengah, 6 Agustus 2015. Kegiatan Gubernur Jawa Tengah tersebut selain membagikan seragam sekolah dasar bagi siswa yang tidak mampu juga menghadiri pelantikan panitia Ibadah Haji Surakarta. Bram Selo Agung/Tempo
Ganjar Minta Wajib Belajar 12 Tahun Diuji Coba di Jateng  

Ganjar belum bisa memastikan apakah wajib belajar 12 tahun tersebut dilakukan secara gratis seluruhnya.


Menteri Anies Siapkan Ujian Akhir SMA di Semester V

28 April 2015

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melihat proses belajar mengajar matematika di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 11 April 2015. Nama kampung matematika diberikan karena di kampung itu pelajaran utama yang diajarkan para guru adalah matematika. Ridwan Hasan Saputra adalah pihak yang membantu terselenggaranya kampung matematika itu.  TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat
Menteri Anies Siapkan Ujian Akhir SMA di Semester V

Satu semester lainnya dipersiapkan untuk kerja atau kuliah.