Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kerbau

image-profil

image-gnews
Iklan

Nur Haryanto
Anto@tempo.co.id

Namanya Bagong. Nama tenar dari tokoh punakawan dalam kisah pewayangan ini disematkan kepada seekor kerbau milik Keraton Kasunanan Surakarta. Pekan lalu, Bagong meninggal, atau lebih tepatnya mati. Kematiannya cukup tragis, karena Bagong ditusuk dengan tombak oleh seseorang dua pekan sebelum mengembuskan napas terakhir.

Bagong adalah kerbau albino yang disebut orang Jawa sebagai kebo bule. Meski keturunan "darah biru" dari kerbau Keraton Surakarta, yakni Kyai Slamet, Bagong dipelihara bersama kerbau warga di area persawahan di Sukoharjo, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari keraton. Sebagai penghormatan terakhir, Bagong dikubur di Siti Hinggil halaman keraton.

Alangkah istimewanya kerbau ini. Sebenarnya budaya mengistimewakan kerbau bukan milik orang Jawa saja, tapi juga orang Toraja. Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dalam upacara Rambu Solok-upacara kematian-yang agung dan sakral, ratusan kerbau dipotong. Salah satu kerbau yang menjadi favorit adalah Tedong Bonga, kerbau yang mempunyai warna belang hitam dam putih. Harga kerbau jenis ini bisa mencapai Rp 350 juta, untuk dipancung dalam upacara itu. Mungkin orang Jawa memilih untuk membeli mobil dengan uang sebesar itu.

Tanduk kerbau yang tersisa dalam upacara itu kemudian disusun di depan tongkonan, sebutan rumah adat Toraja. Tanduk kerbau ini menjadi perlambang status sosial warga Tana Toraja. Semakin banyak susunan tanduk kerbau di depan tongkonan, semakin tinggi pula status sosial maupun ekonomi seseorang.

Tak kurang 95 persen populasi kerbau di dunia ada di Asia, termasuk di Pakistan, India, Bangladesh, Bhutan, Nepal, Cina, dan kawasan Asia Tenggara. Hewan ternak ini tak cuma membantu petani membajak sawah, tapi juga rata-rata diambil daging dan susunya.

Ada dua subspesies kerbau yang hidup di Asia, yaitu kerbau sungai yang dapat dijumpai di Nepal pada ketinggian 2.800 meter dan kerbau rawa yang ada di Danau Panggang, Kalimantan Selatan. Untuk kerbau rawa di tempat ini, harganya sekitar Rp 10 juta-kalah jauh dibanding harga kerbau di Toraja. Namun peternak kerbau rawa di Kalimantan Selatan rata-rata memiliki 40-100 ekor. Jika pemiliknya hendak naik haji, tinggal jual 3-4 kerbau.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Khasanah kerbau sebagai hewan istimewa juga telah ada dalam masyarakat muslim di Kudus, Jawa Tengah, sejak abad ke-14. Saat Idul Adha, umat muslim di Kudus memilih untuk memotong kerbau dibanding sapi atau kambing.

Konon, Ja'far Shodiq atau Sunan Kudus melarang pengikutnya menyembelih sapi sebagai hewan kurban. Mayoritas penduduk Kudus yang menganut agama Hindu meyakini sapi sebagai hewan suci. Untuk menghormati umat Hindu, Sunan Kudus menganjurkan umat Islam menyembelih kerbau sebagai hewan kurban pada hari raya Idul Adha.

Soal kerbau, masih ada lagi kisah uniknya. Dalam sebuah demo 100 hari pemerintahan SBY-Boediono, 28 Januari 2010, para pengunjuk rasa menyeret kerbau besar dengan tanduk panjang ke Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Tubuh kerbau itu dicat dengan tulisan "SiBuYa". Berselang beberapa hari setelah demo, Presiden SBY di sela-sela pengantar pembuka rapat kerja mengatakan: "Ada yang bawa kerbau, SBY badannya besar, malas, dan bodoh…."

Bagong, Tedong Bonga, atau SiBuYa, bagi saya hanyalah kerbau dalam keseharian kita. Ia mewakili kelas dan profesi: menjadi bangsawan, hartawan, atau demonstran.


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Perlunya Revitalisasi Seni Tradisional Menurut Pelaku Seni, Ini Harapannya

4 hari lalu

Maestro tari Indonesia Didik Nini Thowok menari di Keraton Ratu Boko, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis, 28 Desember 2023. Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan dan Ratu Boko berkolaborasi dengan maestro tari Indonesia Didik Nini Thowok menggelar menari bersama untuk mendukung keberadaan atraksi seni pertunjukan tradisional serta menarik minat kunjungan wisata heritage. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Perlunya Revitalisasi Seni Tradisional Menurut Pelaku Seni, Ini Harapannya

Seni tradisional Indonesia sebagai benteng kebudayaan Nusantara semakin tergerus di tengah arus perubahan zaman. Apa harapan seniman?


Jokowi Temui Presiden MBZ di Abu Dhabi, Bahas Kerja Sama Perdagangan hingga Sosial Budaya

4 hari lalu

Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan saat pertemuan bilateral yang digelar di sela-sela COP28 di Dubai, Jumat (1 Desember 2023). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden RI
Jokowi Temui Presiden MBZ di Abu Dhabi, Bahas Kerja Sama Perdagangan hingga Sosial Budaya

Presiden Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Uni Emirat Arab (UAE) Mohamed bin Zayed Al Nahyan alias MBZ di Qasr Al Watan, Abu Dhabi.


Cerita Anak Muda Papua Jadi Laskar Rempah dan Berlayar Keliling Indonesia

6 hari lalu

Laskar Rempah Muhammad Luthfi Dzulfikar asal Sorong, Papua Barat saat memberikan pidato dalam kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) 2024, Senin, 15 Juli 2024. Tempo/CiciliaOcha
Cerita Anak Muda Papua Jadi Laskar Rempah dan Berlayar Keliling Indonesia

Pada 2023, pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah menyusuri titik Jalur Rempah di Surabaya dan Kepulauan Selayar. Lutfi menjadi peserta Laskar Rempah.


Retno Marsudi Membuka Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya

10 hari lalu

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat wawancara dengan Tempo di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022. TEMPO/Tony Hartawan
Retno Marsudi Membuka Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Retno Marsudi menilai dialog konstruktif itu penting untuk mengatasi berbagai konflik di seluruh dunia.


Isi Liburan dengan Menyaksikan Festival Pasca Penciptaan 2024 di ISI Solo, Catat Jadwalnya!

10 hari lalu

Panitia menggelar konferensi pers penyelenggaraan Festival Pasca Penciptaan 2024 yang akan diselenggarakan ISI Solo di kampus itu dan Pura Mangkunegaran Solo, Rabu, 10 Juli 2024. Festival itu akan digelar Jumat-Ahad, 12-14 Juli 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Isi Liburan dengan Menyaksikan Festival Pasca Penciptaan 2024 di ISI Solo, Catat Jadwalnya!

Festival Pasca Penciptaan 2024 ISI Solo dikemas dalam konsep pergelaran, pameran seni, seni media, dan orasi secara performatif.


Tim Muhibah Angklung Awali Tur Mediterania-Timur Tengah dari Festival di Portugal

11 hari lalu

Tim Muhibah Angklung asal Bandung memulai lawatan keliling Mediterania-Timur Tengah di Portugal, 6-13 Juli 2024. (Dok.Tim).
Tim Muhibah Angklung Awali Tur Mediterania-Timur Tengah dari Festival di Portugal

Tim Muhibah Angklung asal Bandung, Jawa Barat, memulai misi kebudayaan ke negara Arab dan Eropa dari Portugal. Tapi, mereka masih terkendala dana.


KBRI Seoul Menyelenggarakan Festival Indonesia 2024

25 hari lalu

Acara Festival Indonesia 2024 yang diselenggarakan KBRI Seoul pada 23 Juni 2024. Sumber: dokumen KBRI Seoul
KBRI Seoul Menyelenggarakan Festival Indonesia 2024

Melalui Festival Indonesia KBRI Seoul berharap masyarakat Korea Selatan akan semakin mengenal Indonesia, dan terjalin persahabatan.


5 Negara dengan Budaya Unik di Dunia, Ada Perayaan Bunga Mekar

44 hari lalu

Pengunjung berfoto di bawah bunga sakura pada puncak mekarnya di Tidal Basin, di Washington, DC, AS, 18 Maret 2024. Puncak mekarnya, yang didefinisikan ketika tujuh puluh persen bunga sakura mekar, terjadi pada minggu ini. Puncak mekarnya bunga tahun ini, yang dimulai pada tanggal 17 Maret, merupakan yang kedua paling awal dalam sejarah dan dipandang sebagai cerminan dari pemanasan suhu. EPA-EFE/MICHAEL REYNOLDS
5 Negara dengan Budaya Unik di Dunia, Ada Perayaan Bunga Mekar

Ada beberapa negara dengan budaya unik yang dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Ini daftarnya untuk Anda.


KCBN Muarajambi Diharapkan Bisa Jadi Daya Tarik Budaya di Jambi

46 hari lalu

Kiri ke kanan: Anggota DPR RI asal Jambi dari Partai Amanat Nasional, Bakrie; Gubernur Jambi, Al Haris; Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Hilmar Farid; Arsitek, Yori Antar pada acara Prosesi Tegak Tiang Tuo 5 Juni 2024 di KCBN Muarajambi/Tempo-Mitra Tarigan
KCBN Muarajambi Diharapkan Bisa Jadi Daya Tarik Budaya di Jambi

Gubernur Jambi mengajak masyarakat sekitar untuk mengerti sejarah candi-candi di KCBN Muarajambi.


Rempah Nusantara Menghubungkan Budaya Antarbangsa di Asia Tenggara

51 hari lalu

Rempah Nusantara Menghubungkan Budaya Antarbangsa di Asia Tenggara

Kemendikbudristek bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN mengadakan acara "ASEAN Spice: The Connecting Culture of Southeast Asians" guna mendalami lebih lanjut tentang kekayaan rempah Nusantara.