Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mental Subsidi

image-profil

image-gnews
Iklan

Musyafak, Staf di Balai Litbang Agama Semarang

Kegaduhan selalu terjadi saban harga BBM dinaikkan. Ketika Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM bersubsidi, pro dan kontra pun terjadi di kalangan elite politikus, akademikus, hingga kalangan rakyat biasa. Di dalam gaduhnya kritik, dukungan, harapan, bahkan cemoohan itu, kelas menengah dan orang kaya termasuk kalangan yang nyinyir terhadap kenaikan BBM bersubsidi. Media sosial menjadi arena untuk menumpahkan kritik bernada kesal dan cemoohan.

Nyinyirnya orang-orang kaya mengenai naiknya harga BBM bersubsidi itu membuat seorang guru besar geregetan. Dalam linimasa Twitternya, sang profesor menulis: "Jangan pura-pura miskin. Berapa harga handphone kamu? Berapa ongkos Internetmu? Berapa harga air yang kau minum? Kau bayar kepada asing?" Sang profesor itu tentu salah satu dari sekian orang yang mengkritik balik orang-orang kaya yang mengeluhkan kenaikan harga Premium dan solar. Sepantasnya orang-orang kaya membeli Pertamax yang notabene BBM tanpa subsidi.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa subsidi BBM tidak tepat sasaran. Subsidi sejatinya disasarkan untuk orang miskin yang daya belinya rendah terhadap BBM, namun justru lebih banyak dinikmati orang-orang kaya. Konsumsi bahan bakar di kalangan masyarakat kelas bawah yang menggunakan alat transportasi umum atau memakai sepeda motor kuantitasnya sedikit. Sebaliknya, banyak orang kaya bermobil, bahkan punya mobil lebih dari satu, "menggerogoti" subsidi Premium. Besaran konsumsi solar di kalangan nelayan kecil juga tidak seberapa jika dibandingkan dengan konsumsi truk-truk trailer milik perusahaan besar yang omzetnya miliaran rupiah per bulan.

Mental kelas menengah yang doyan menjilat subsidi bagi rakyat miskin itu barangkali tidak salah jika disebut sebagai "mental subsidi". Fenomena "bancakan" subsidi negara memang sudah mengental di masyarakat. Taruhlah beras untuk orang miskin pada prakteknya banyak yang dibagi rata demi menghindari kecemburuan sosial. Pada mental subsidi ini tertanam watak cemburu buta. Watak yang senantiasa menuntut diperlakukan sama.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam sektor apa pun, tak terkecuali energi (BBM), sebenarnya tidak ada yang keliru dari program subsidi. Upaya penyelamatan pemerintah terhadap kalangan bawah dilakukan dengan pemberian subsidi langsung untuk pembelian BBM. Namun hal klise dalam hal kenaikan harga BBM bersubsidi selalu terulang ketika anggaran negara jebol. Kenaikan harga BBM selalu menjadi solusi untuk menyelamatkan kas negara.

Selagi orang-orang kaya bermobil tidak malu membeli 5-10 liter Premium per hari, kenaikan harga BBM bersubsidi akan terus terulang. Belum lagi jika masyarakat tidak mau berhemat dalam konsumsi BBM. Untuk itu, persoalan BBM bersubsidi merupakan problem mental masyarakat yang tidak bisa terus dibiarkan. Orang-orang kaya harus diinsyafkan agar tidak "menjilat" subsidi BBM yang bukan untuknya.

Ada pelajaran mental yang besar di balik kenaikan harga BBM. Presiden Joko Widodo yang menggelorakan revolusi mental semestinya punya perhatian lebih untuk merombak mental subsidi yang sekian lama mengakar di masyarakat. Siasat pemerintah untuk mengamankan kas negara tidak cukup hanya dengan menaikkan harga BBM bersubsidi. Presiden harus mengamankan subsidi dari para pengerat yang tanpa malu menggerogotinya. *


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Napak Tilas Reformasi 1998: Aksi Mahasiswa UI Tolak Pidato Presiden, Tragedi Trisakti, sampai Soeharto Lengser

32 hari lalu

Ribuan mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR saat unjuk rasa menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden RI, Jakarta, Mei 1998. Selain menuntut diturunkannya Soeharto dari Presiden, Mahasiswa juga menuntut turunkan harga sembako, dan cabut dwifungsi ABRI. TEMPO/Rully Kesuma
Napak Tilas Reformasi 1998: Aksi Mahasiswa UI Tolak Pidato Presiden, Tragedi Trisakti, sampai Soeharto Lengser

Aksi mahasiswa UI menolak pidato pertanggung jawaban Presiden Soeharto. Berikut berbagai peristiwa mengiringi Reformasi 1998.


Pembatasan BBM Bersubsidi Samarkan Kenaikan Harga, YLKI Dorong Subsidi Tertutup

12 Maret 2024

Revisi Perpres 191 Segera Rampung, BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Pengangkut Bahan Pokok dan Angkutan Umum
Pembatasan BBM Bersubsidi Samarkan Kenaikan Harga, YLKI Dorong Subsidi Tertutup

Pengurus YLKIAgus Suyatno menilai kebijakan pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar distorsi terminologi kenaikan harga.


Kuba Bangkrut, Harga BBM Naik Hingga 500 Persen per 1 Februari

11 Januari 2024

Seorang wanita membawa spanduk bertuliskan dalam bahasa Spanyol:
Kuba Bangkrut, Harga BBM Naik Hingga 500 Persen per 1 Februari

Kuba di ambang krisis ekonomi yang parah. Harga BBN naik hingga lima kali lipat membuat warganya menjerit.


BEM UGM Beri Gelar Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan, Berikut Deretan Kritik BEM Seluruh Indonesia

10 Desember 2023

Baliho besar bergambar Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan dua sisi wajah terpampang mencolok di area bundaran kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Jumat 8 Desember 2023. Tempo/Pribadi Wicaksono
BEM UGM Beri Gelar Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan, Berikut Deretan Kritik BEM Seluruh Indonesia

BEM UGM memasang baliho bergambar Jokowi bertuliskan Alumnus UGM Paling Memalukan. Berikut deretan kritik dari BEM se Indonesia terhadap Jokowi.


50 Tahun Puan Maharani, Begini Perjalanan Karier Politik Anak Megawati

7 September 2023

Ketua DPR RI Puan Maharani saat melihat langsung pameran patung KAWS yang tengah digelar di Candi Prambanan pada Minggu (27/8/2023) sore. Foto: Ist/nr
50 Tahun Puan Maharani, Begini Perjalanan Karier Politik Anak Megawati

Ketua DPR RI Puan Maharani berulang tahun ke-50, pada 6 September kemarin. Tahun lalu, ulang tahunnya jadi masalah karena dilaporkan ke MKD.


Gubernur BI Prediksi Inflasi Pangan pada Semester Pertama 2023 Masih Tinggi: Perlu Dikendalikan

17 Januari 2023

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berbicara dalam pertemuan tahunan bank sentral Indonesia dengan para pemangku kepentingan keuangan di Jakarta, 30 November 2022. REUTERS/Willy Kurniawan
Gubernur BI Prediksi Inflasi Pangan pada Semester Pertama 2023 Masih Tinggi: Perlu Dikendalikan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi inflasi pada paruh pertama tahun ini masih akan tinggi.


Kaleidoskop 2022: 11 Peristiwa Ekonomi, Sengkarut Kelangkaan Minyak Goreng hingga Impor Beras

30 Desember 2022

Warga mengantre untuk membeli minyak goreng curah saat proses penyaluran oleh PT Tanjung Sarana Lestari di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 8 April 2022. Kementerian Perindustrian mencatat kinerja distribusi minyak goreng curah bersubsidi naik pada April 2022 menjadi 5.424 ton per hari atau mengalami kenaikan rata-rata 800 ton per hari dibanding penyaluran pada Maret 2022. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Kaleidoskop 2022: 11 Peristiwa Ekonomi, Sengkarut Kelangkaan Minyak Goreng hingga Impor Beras

Berbagai peristiwa mewarnai perekonomian nasional tahun 2022, dari sengkarut minyak goreng, resesi global, kenaikan harga BBM hingga impor beras.


Demo Sopir Truk Korea Selatan Picu Kelangkaan BBM

6 Desember 2022

Pekerja Korea Selatan dari serikat pekerja terbesar di negara itu berbaris selama rapat umum untuk mendukung pemogokan yang sedang berlangsung oleh pengemudi truk di dekat Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan 3 Desember 2022. Yonhap/via REUTERS
Demo Sopir Truk Korea Selatan Picu Kelangkaan BBM

Demo sopir truk Korea Selatan telah menyebabkan hampir 100 pompa bensin di seluruh negeri mengalami kelangkaan BBM


Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Per Desember 2022 di 34 Provinsi

2 Desember 2022

Pengendara melintas di dekat papan informasi harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu 3 September 2022. Pemerintah menetapkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, Solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter berlaku pada Sabtu 3 September 2022 mulai pukul 14.30 WIB. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Per Desember 2022 di 34 Provinsi

Kenaikan harga BBM ini terjadi pada bahan bakar non-subsidi.


Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

1 Desember 2022

Massa buruh menggelar aksi di sekitar Istana Negara, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2022. TEMPO/Martin Yoga
Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

Sejumlah serikat buruh dan Partai Buruh dijadwalkan menggelar demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk penolakan kenaikan UMP DKI Jakarta 2023.