Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kedodoran Mengadakan Buku

Oleh

image-gnews
Iklan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan amat kedodoran mengadakan buku pelajaran. Saat tahun ajaran baru dimulai pada Agustus ini, belum semua sekolah menerima buku pelajaran Kurikulum 2013. Kekacauan ini tak akan terjadi andaikata Kementerian merencanakan dan mengawasi secara baik proses pengadaan buku.

Siswa menjadi korban akibat ketidakcermatan para pejabat Kementerian. Sejumlah sekolah di daerah terpaksa "berakrobat" mengatasi ketiadaan buku pegangan. Di Brebes, Jawa Tengah, misalnya, guru meminta murid mencetak soft copy buku yang disediakan Kementerian di Internet. Tentu saja murid mesti mengeluarkan biaya sendiri.

Keinginan menerapkan Kurikulum 2013 secara serentak tahun ini sebetulnya bagus. Tapi program ini seharusnya dipersiapkan dengan matang. Apalagi dibutuhkan lebih dari 244 juta eksemplar buku guna mendukung kurikulum anyar itu. Faktanya, pada pekan pertama Juli, baru sekitar 34 persen buku yang terkirim ke sekolah-sekolah. Jangan mengira hanya sekolah di daerah pelosok, di Bekasi pun ada sekolah yang belum menerima.

Para pejabat Kementerian sigap mencari kambing hitam. Sekolah dituding tidak aktif melakukan pemesanan kepada penyedia buku. Distribusi buku juga terhambat karena terpotong libur sekolah dan Lebaran. Pejabat Kementerian Pendidikan semestinya bisa mengantisipasi dan mengatasi semua persoalan itu lewat manajemen pengadaan yang cermat.

Cara memesan buku pelajaran yang rumit seharusnya disederhanakan. Semua sekolah selama ini mengajukan pemesanan lewat dinas pendidikan di tingkat kota atau kabupaten, kemudian diteruskan ke dinas pendidikan tingkat provinsi. Terakhir, pemesanan buku ini diproses oleh Kementerian Pendidikan di Jakarta dan diteruskan ke Lembaga Kajian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sesuai dengan aturan Menteri Pendidikan, batas akhir pemesanan adalah akhir Mei.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kementerian Pendidikan mengklaim ada sekitar 50 kabupaten atau kota yang belum memesan buku. Namun kalangan guru menegaskan bahwa semua sekolah sudah mengajukan pemesanan dengan menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Masalah muncul karena sekolah belum mendapat kepastian pesanannya sampai akhir Juni. Padahal penggunaan dana BOS selambatnya harus dilaporkan pada 15 Juli. Akibatnya, sekolah tak bisa mengeluarkan dana BOS guna membayar percetakan.

Di sisi lain, ternyata banyak percetakan yang bermodal cekak, sehingga tak mampu mencetak buku pesanan. Sebuah percetakan besar, misalnya, harus merogoh kocek hampir Rp 30 miliar untuk menalangi biaya cetak. Bagaimana dengan percetakan kecil, yang ternyata juga memenangi tender buku Kurikulum 2013 ini?

Sudah sepantasnya Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan turun tangan menelisik berbagai ketidakberesan pengadaan buku ini. Apalagi, pada semester kedua nanti, para siswa harus menggunakan buku baru lagi. Jangan sampai Kementerian ini bagai keledai yang kembali terperosok pada lubang yang sama.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Saran Pakar Saraf untuk Pekerja Penderita Migrain

20 menit lalu

Ilustrasi migrain. Shutterstock
Saran Pakar Saraf untuk Pekerja Penderita Migrain

Pakar mengatakan pekerja yang sering mengalami nyeri kepala jangan menganggap sepele karena migrain merupakan kelainan sistem saraf dan sistem otak.


Tips Penderita PPOK Bersihkan Paru-paru secara Mandiri

2 jam lalu

Ilustrasi wanita batuk. Freepik.com/Jcomp
Tips Penderita PPOK Bersihkan Paru-paru secara Mandiri

Dokter membagi tips pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) untuk membersihkan paru-paru secara mandiri.


Hasil Euro 2024: TImnas Jerman ke 16 Besar Usai Kalahkan Hungaria 2-0, Jamal Musiala dan Gundogan Cetak Gol

3 jam lalu

Pemain Jerman Ilkay Gundogan mencetak gol ke gawang Hungaria dalam pertandingan Grup A Euro 2024 di Stuttgart Arena, Stuttgart, 19 Juni 2024. REUTERS/Heiko Becker
Hasil Euro 2024: TImnas Jerman ke 16 Besar Usai Kalahkan Hungaria 2-0, Jamal Musiala dan Gundogan Cetak Gol

Timnas Jerman berhasil meraih kemenangan penting atas Hungaria pada pertandingan kedua di Grup A Euro 2024.


Kapan Pasien Penyakit Jantung Perlu Pasang Ring?

4 jam lalu

Ilustrasi Ring jantung. Vidio/Abott
Kapan Pasien Penyakit Jantung Perlu Pasang Ring?

Pakar mengatakan pemasangan ring jantung masih menjadi solusi efektif mengatasi penyumbatan pembuluh darah. Kapan diperlukan pasien penyakit jantung?


Pentingnya Pendekatan Inovatif dan Teknologi Atasi Air Bersih

4 jam lalu

Implementasi IOT Bima Sakti Alterra/Bima Sakti Alterra
Pentingnya Pendekatan Inovatif dan Teknologi Atasi Air Bersih

Teknologi anak bangsa mencoba integrasikan berbagai aspek pengelolaan air bersih, mulai dari infrastruktur, manajemen risiko, hingga analisis data.


Hasil Euro 2024: Kroasia vs Albania 2-2, Klaus Gjasula Jadi Pesakitan dan Pahlawan

6 jam lalu

Pemain Albania Klaus Gjasula melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kroasia dalam pertandingan Grup B Euro 2024 di Hamburg Volksparkstadion, Hamburg, 19 Juni 2024. Gol  Klaus Gjasula di menit-menit akhir membuat Albania menahan imbang Kroasia 2-2. REUTERS/Lisi Niesner
Hasil Euro 2024: Kroasia vs Albania 2-2, Klaus Gjasula Jadi Pesakitan dan Pahlawan

Kroasia gagal mengalahkan Albania setelah gol Klaus Gjasula memaksa pertandingan berakhir imbang 2-2 dalam laga kedua Grup B Euro 2024.


Respons Internal KIM dan Pakar Soal Tawaran Posisi Cawagub Jakarta untuk PKS

6 jam lalu

Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera atau DPP PKS menggelar acara Tebar Kurban di kantor DPP PKS, Selasa, 18 Juni 2024. (Dari kiri ke kanan) Bendahara PKS Mahfudz Abdurrahman, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. TEMPO/Savero Aristia Wienanto
Respons Internal KIM dan Pakar Soal Tawaran Posisi Cawagub Jakarta untuk PKS

Pakar politik menilai posisi PKS di Pilgub Jakarta 2024 strategis.


Honda Mobilio Milik Bos Rental Mobil yang Tewas di Pati Disita Polres Jakarta Timur

7 jam lalu

Petugas Polres Jakarta Timur melihat kondisi mobil milik bos rental, Burhanis, yang disita di Mapolres Metro Jaktim, Rabu, 19 Juni 2024. Burhanis tewas dikeroyok di Desa Sumbersoko, Sukolilo, Pati usai diteriaki maling. Foto: ANTARA/Syaiful Hakim
Honda Mobilio Milik Bos Rental Mobil yang Tewas di Pati Disita Polres Jakarta Timur

Polres Jakarta Timur membawa satu unit Honda Mobilio putih milik Burhanis, bos rental mobil yang tewas dikeroyok di Sukolilo, Pati


Teknologi Hidrofon, Bisakah Memecahkan Misteri Hilangnya Pesawat MH370?

7 jam lalu

Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 yang hilang, terlihat dalam acara peringatan 10 tahun hilangnya pesawat tersebut, di Subang Jaya, Malaysia, 3 Maret 2024. Keluarga penumpang dari Malaysia dan Cina berkumpul untuk mengenang pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing yang hilang pada 8 Maret 2014 silam. REUTERS/Hasnoor Hussain
Teknologi Hidrofon, Bisakah Memecahkan Misteri Hilangnya Pesawat MH370?

Peneliti dari Cardiff, dengan teknologi hidrofon, punya harapan bisa memecahkan misteri hilangnya pesawat MH370.


Uang di 5 Ribu Rekening Terafiliasi Judi Online akan Diambil Negara

7 jam lalu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto memberikan keterangan usai rapat satgas judi online di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/Daniel A. Fajri
Uang di 5 Ribu Rekening Terafiliasi Judi Online akan Diambil Negara

PPATK mencatat ada 5 ribu rekening yang terlibat dalam dalam aktivitas judi online