Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pansus Tiada Berguna

Oleh

image-gnews
Iklan

Keinginan Koalisi Merah Putih membentuk panitia khusus mengenai penyelenggaraan pemilihan presiden sebaiknya diurungkan. Panitia yang akan dibentuk di Dewan Perwakilan Rakyat ini mubazir. Soalnya, sengketa pemilihan presiden sudah diputus oleh Mahkamah Konstitusi.

Manuver yang sudah lama digulirkan itu masih dilanjutkan, kendati MK telah menolak semua gugatan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Majelis hakim konstitusi bahkan menjatuhkan putusan secara bulat, tanpa beda pendapat. Kubu pasangan itu berdalih pembentukan panitia khusus alias pansus tidak berkaitan dengan putusan MK, melainkan dengan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Alasan yang antara lain disampaikan oleh Hidayat Nur Wahid, anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, itu mengada-ada. DKPP memang menemukan sejumlah pelanggaran etika dalam pemilihan presiden, tapi lembaga ini telah memberikan sanksi bagi penyelenggara pemilu yang nakal. Sebagian di antara mereka bahkan telah dipecat. Lalu, apa lagi yang akan ditelisik oleh politikus Senayan?

Kalau benar temuan DKPP yang menjadi dasar, anggota DPR seharusnya tidak hanya membentuk pansus untuk pemilihan presiden, tapi juga untuk pemilihan legislatif. Banyak pelanggaran dalam pemilu legislatif. Tak sedikit pula penyelenggara pemilu yang diberi sanksi-sebagian malah dipecat--oleh DKPP karena melakukan pelanggaran etika dalam pemilihan legislatif.

Sikap Koalisi Merah Putih sungguh memprihatinkan. Mereka terlihat belum bisa menerima kekalahan serta terus mencari celah hukum dan politik untuk mendelegitimasi presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla. Selain berancang-ancang membentuk pansus, mereka menggugat keputusan Komisi Pemilihan Umum ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berbagai manuver itu akan sia-sia dan hanya membuat rakyat bingung. Majelis hakim konstitusi jelas menyatakan tak ada pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif dalam pemilihan presiden. Orang tahu putusan MK ini bersifat final dan mengikat. Tak ada lembaga lain, termasuk DPR dan PTUN, yang bisa mengoreksi putusan itu. Para anggota DPR juga tidak konsisten. Mereka tidak percaya kepada KPU dalam soal hasil pemilihan presiden, tapi para politikus itu tak mempersoalkan hasil pemilihan legislatif yang ditetapkan oleh lembaga yang sama.

Partai-partai pendukung Prabowo-Hatta, yang menguasai 60 persen lebih kursi di DPR, seharusnya bersikap bijak. Kekuasaan yang besar ini tidak bisa digunakan secara sewenang-wenang untuk merusak hasil pemilihan presiden dan putusan MK. Mereka bisa menggunakan kekuatan untuk mengontrol dan mengkritik kebijakan pemerintah, tapi bukan untuk mengingkari hasil demokrasi dan putusan MK.

Demokrasi bukanlah peperangan. Pihak yang kalah seharusnya berlapang dada. Kubu Prabowo-Hatta semestinya secara resmi memberikan ucapan selamat kepada sang pemenang, bukannya melakukan manuver politik dan hukum yang tiada berkesudahan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Harga MinyaKita Bakal Naik, YLKI Nilai Pemerintah Seperti Berbisnis dengan Masyarakat

6 menit lalu

Warga membeli minyak goreng bersubsidi Minyakita di Pasar Induk Rau kota Serang, Banten, Ahad, 12 Februari 2023. Pedagang membatasi warga maksimal hanya bisa membeli 2 liter perorang dengan harga Rp15 ribu perliter atau diatas HET yang ditetapkan pemerintah Rp14 ribu perliter akibat terjadi kelangkaan. ANTARA/Asep Fathulrahman
Harga MinyaKita Bakal Naik, YLKI Nilai Pemerintah Seperti Berbisnis dengan Masyarakat

Rencana Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menaikkan harga MinyaKita menuai kritik. Seolah negara sedang berbisnis dengan rakyat.


Rebut Tiket Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo dan Rajiah Salsabillah Ogah Berpuas Diri

7 menit lalu

Dari kiri ke kanan: Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), atlet panjat tebing putra Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing putri Rajiah Sallsabillah, Wakil Ketua Bidang Panjat Tebing Alam dan Rekreasi Rocky Gerung usai pertandingan kualifikasi seri kedua Olimpiade Paris 2024 di Budapest, Hungaria, Sabtu, 22 Juni 2024. Dok. FPTI
Rebut Tiket Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo dan Rajiah Salsabillah Ogah Berpuas Diri

Veddriq Leonardo dan Rajiah Salsabillah akan berusaha tampil lebih baik di Olimpiade Paris 2024.


Aaliyah Massaid Terima Lamaran Thariq Halilintar, Ditemani Foto Mendiang Adjie Massaid

8 menit lalu

Aaliyah Massaid didampingi Reza Artamevia dan foto mendiang Adjie Massaid dalam acara lamaran dengan Thariq Halilintar, Ahad, 23 Juni 2024. Foto: YouTube Thariq Halilintar
Aaliyah Massaid Terima Lamaran Thariq Halilintar, Ditemani Foto Mendiang Adjie Massaid

Thariq Halilintar melamar Aaliyah Massaid dihadapan keluarga besar mereka pada 23 Juni 2024. Foto mendiang Adjie Massaid terlihat mendampingi.


Kondisi Kuda Nil di Taman Safari Bogor yang Diberi Makan Sampah Plastik oleh Pengunjung

17 menit lalu

Seorang pengunjung memberi makan kuda nil  sampah plastik di Taman Safari Indonesia Bogor pada Kamis, 20 Juni 2024 (Instagram/@fakta.jakarta)
Kondisi Kuda Nil di Taman Safari Bogor yang Diberi Makan Sampah Plastik oleh Pengunjung

Setelah kejadian, petugas kesehatan hewan Taman Safari Bogor pada Kamis, 20 Juni 2024 mengeluarkan kantung plastik dari mulut kuda nil.


Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp24,99 Triliun per Mei 2024

18 menit lalu

Ilustrasi Pajak. shutterstock.com
Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp24,99 Triliun per Mei 2024

Penerimaan pajak kripto per Mei 2024 dilaporkan mencapai Rp746,16 miliar.


Susi Pudjiastuti Masuk Radar Pilgub Jabar, PDIP: Pertarungan Semakin Menarik

38 menit lalu

(dari kiri) Susi Pudjiastuti bersama Megawati Soekarnoputri. Foto: Instagram/@susipudjiastuti115
Susi Pudjiastuti Masuk Radar Pilgub Jabar, PDIP: Pertarungan Semakin Menarik

PDIP merespons positif kemungkinan pencalonan Susi Pudjiastuti dalam Pilgub Jawa Barat.


Berita Bursa Transfer Liga 1: Semen Padang FC Rekrut 11 Pemain Baru Jelang Kompetisi Musim Depan

44 menit lalu

Proses perbaikan Lapangan Sepak Bola Haji Agus Salim agar memenuhi standar AFC. Lapangan tersebut akan menjadi home base Semen Padang FC pada Liga 1 musim 2024/2025. Foto TEMPO/Fachri Hamzah.
Berita Bursa Transfer Liga 1: Semen Padang FC Rekrut 11 Pemain Baru Jelang Kompetisi Musim Depan

Semen Padang FC saat ini telah memiliki 18 pemain untuk persiapan mengarungi Liga 1 musim 2024-2025.


PTUN Batalkan Pencabutan Izin Kresna Life, Pengamat: Sebaiknya OJK Tak Ajukan Kasasi

44 menit lalu

Asuransi Jiwa Kresna Life. kresnalife.com
PTUN Batalkan Pencabutan Izin Kresna Life, Pengamat: Sebaiknya OJK Tak Ajukan Kasasi

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan bila OJK tak mengajukan kasasi maka nasabah Kresna Life mendapatkan kepastian hukum.


Putin Beri Limousine Aurus, Kim Jong Un Hadiahi Anjing Pungsan, Jenis Anjing Apa?

47 menit lalu

Anjing jenis Pungsan [Maeng9981/Sputniknews]
Putin Beri Limousine Aurus, Kim Jong Un Hadiahi Anjing Pungsan, Jenis Anjing Apa?

Presiden Korea Utara Kim Jong Un menghadiahi sepasang anjing Pungsan ke Vladimir Putin. Sementara Putin beri Limousine Aurus ke pemimpin Korut itu.


Gelar Konferensi Pers kematian Mikael Histon Sitanggang, Kantor LBH Medan Didatangi Anggota TNI

48 menit lalu

Irvan Saputra bersama Leni Damanik mengungkap kasus matinya Histon Sitanggang dalam konferensi pers di LBH Medan, Jumat, 21 Juni 2024. TEMPO/Mei Leandha
Gelar Konferensi Pers kematian Mikael Histon Sitanggang, Kantor LBH Medan Didatangi Anggota TNI

Mikael Histon Sitanggang adalah remaja 13 tahun yang diduga meninggal setelah dianiaya anggota TNI di Deli Serdang, Sumatera Utara.