Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Denny Sakrie Mengisahkan Musik

image-profil

image-gnews
Iklan

Aris Setiawan (etnomusikolog)

Begitu banyak musik dipentaskan dan direkam, namun sangat sedikit yang dituliskan. Dan Denny Sakrie adalah satu di antara sedikit orang yang menziarahkan hidupnya di wilayah itu. Ia menjadi pengamat musik populer dengan kemampuan menulis yang andal. Tulisannya adalah "bank data" sejarah perkembangan musik Indonesia. Kita pun bisa mengetahui sejauh mana musik Tanah Air telah memberi kontribusi penting bagi kehidupan lewat catatan-catatan yang telah dibuatnya.

Dunia musik kita berkembang dan berubah begitu cepat. Kita sering kali melupakan peristiwa penting dalam musik, semata karena tiadanya jejak yang dapat dibaca dan direnungkan. Akibatnya, dokumentasi dan analisis tentang perjalanan karya musik Tanah Air tidak terarsip dengan baik. Denny Sakrie memandang musik tak sebatas fenomena suara dan bunyi. Lebih dari itu, ada kisah yang tersembunyi, seperti latar belakang, konsep, ide, dan proses penciptaan yang menyertainya. Dengan menuliskannya, berarti ada usaha untuk memahami apa-apa yang tak terjelaskan oleh bunyi dari karya musik.

Denny Sakrie mengawali karier sebagai penulis musik sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Pertama kali artikelnya dimuat di media Pedoman Rakyat yang terbit di Makassar (1979). Hal itu kemudian mengantarnya menjadi penulis musik ulung di Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Tempo, Kompas, dan Rollingstone Indonesia. Ia pun kerap muncul di layar kaca untuk mengulas dan mengomentari perkembangan industri musik Indonesia terakhir.

Artikel yang ditulisnya cukup mencerahkan. Ia pandai dalam mengisahkan dunia musik dari berbagai sudut, terutama sejarah. Sebagai kolektor kaset, buku, dan majalah musik lawas, ia membuktikan diri sebagai penulis yang sadar data. Lihatlah bagaimana kuatnya referensi itu digunakan saat ia mengulas musik lewat blognya, https://dennysakrie63.wordpress.com/. Membacanya, seolah kita menemukan sesuatu yang selama ini telah hilang atau terlupakan. Namun Denny juga memiliki daya analisis kuat: mampu mengambil kesimpulan yang mencerahkan, serta melontarkan kritik pedas bagi musikus dan kelompok (band) musik Tanah Air.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apalah artinya jika musik tak memiliki kritikus? Musik akan berkembang tanpa kontrol, dan kreativitas seniman akan mandek. Sayangnya, selama ini musik justru menjadi salah satu dunia seni pertunjukan yang miskin kritikus. Dengan demikian, Denny Sakrie adalah orang langka, kehadirannya sangat dibutuhkan. Kepergiannya semakin menambah kemandulan dunia kritik musik Tanah Air.

Pada usia 51 tahun, Denny pergi meninggalkan timbunan tulisan tentang musik. Itu adalah satu-satunya warisan yang paling berharga. Denny Sakrie memberi inspirasi kreatif tentang dunia kekaryaan, terutama wacana-keilmuan musik di Indonesia. Kita patut khawatir: siapa penggantinya setelah ia pergi?

Maklum, bekerja sebagai pengamat-kritikus musik berarti bersiap untuk hidup tak berkecukupan harta. Komentarnya diburu dan menjadi rujukan banyak media, membesarkan nama artis dan kelompok musik, sementara ia masih setia berkubang di kesederhanaan hidup. Namun Denny Sakrie, dengan segala kesederhanaan itu, telah mampu memberi sumbangan besar demi kemajuan dunia musik Indonesia. Kita patut berucap terima kasih atas segala jasa-jasanya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mengenal Pemutar Musik Winamp

5 hari lalu

Winamp. gamingph.com
Mengenal Pemutar Musik Winamp

Aplikasi pemutar musik Winamp belakangan disoroti di media sosial, nostalgia bagi para penggunanya


Musik Iwan Fals Digemari Lintas Generasi

7 hari lalu

Musik Iwan Fals mampu masuk ke seluruh kalangan usia, dari generasi lama hingga kini.
Musik Iwan Fals Digemari Lintas Generasi

Musik Iwan Fals mampu masuk ke seluruh kalangan usia, dari generasi lama hingga kini.


Morrissey akan Kembali Naik Panggung Konser, Mengenal Mantan Anggota The Smiths

10 hari lalu

Musisi asal Inggris Morrissey yang memiliki nama lengkap Steven Patrick Morrissey tampil menghibur penggemarnya dalam konser bertajuk Morrissey di GBK Sports Complex Senayan Jakarta, 12 Oktober 2016. TEMPO/Nurdiansah
Morrissey akan Kembali Naik Panggung Konser, Mengenal Mantan Anggota The Smiths

Morrissey akan kembali mengadakan konser di House of Blues, Las Vegas pada 26 Juli dan 27 Juli 2024


Momen Konser Kolaborasi Angkatan Darat Inggris dengan Yogyakarta Royal Orchestra

12 hari lalu

Band Angkatan Darat Inggris, The Colchester berkolaborasi dengan kelompok orkestra Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) konser mini, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa, 4 Juni 2024 sore. (Dok.istimewa)
Momen Konser Kolaborasi Angkatan Darat Inggris dengan Yogyakarta Royal Orchestra

Kelompok band Angkatan Darat Inggris, The Colchester berkolaborasi denganYogyakarta Royal Orchestra menggelar konser mini di Bangsal Kepatihan Yogyakarta Selasa 4 Juni 2024


Era 1990-an Lagu dan Suara Pance Pondaag Merajai Blantika Musik, Siapa Dia?

13 hari lalu

Pance Pondaag. Wikipedia
Era 1990-an Lagu dan Suara Pance Pondaag Merajai Blantika Musik, Siapa Dia?

Mengenang musisi Pance Pondaag yang meninggal 14 tahun lalu. Lagu dan suaranya merajai blantika musik Indonesia era 1990-an.


Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram, Inovasi dan Pemaknaan Baru Gending Kerawitan Bali

15 hari lalu

Sesi diskusi Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram di Singaraja, Bali, Jumat, 31 Mei 2024. Dokumentasi: Wrdhi Cwaram
Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram, Inovasi dan Pemaknaan Baru Gending Kerawitan Bali

Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram selama tiga hari bertempat di Sasana Budaya, Singaraja, Bali, pada 31 Mei sampai 2 Juni 2024


BAALE dan Fortuna: Perjalanan Menjadi Manusia Seutuhnya

17 hari lalu

Iqbaal Ramadhan
BAALE dan Fortuna: Perjalanan Menjadi Manusia Seutuhnya

BAALE adalah sebuah perjalanan panjang yang ditempuh seorang Iqbaal Ramadhan dalam menemukan dirinya sendiri.


Mengenang P. Ramlee, Seniman Legendaris Malaysia yang Meninggal 51 Tahun Lalu

18 hari lalu

P. Ramlee. discogs.com
Mengenang P. Ramlee, Seniman Legendaris Malaysia yang Meninggal 51 Tahun Lalu

Meskipun sudah meninggal dunia lebih dari 5 dekade lalu, tetapi karya P. Ramlee akan selalu terkenang bagi masyarakat Malaysia dan negara lain, termasuk Indonesia. Simak artikel ini untuk mengetahui profil dan karya seniman legendaris Malaysia ini!


Selain Nonton Konser di BNI Java Jazz Festival 2024, Ini 7 Keseruan yang Bisa Dilakukan

20 hari lalu

Ilustrasi BNI Java Jazz Festival 2024/Tempo-Mitra Tarigan
Selain Nonton Konser di BNI Java Jazz Festival 2024, Ini 7 Keseruan yang Bisa Dilakukan

Selain menikmati berbagai alunan musik Jazz, yuk ikuti 7 kegiatan seru yang ditawarkan oleh para pemilik stan di BNI Java Jazz Festival 2024.


Mengenal Tame Impala, Band Rock Psikedelik yang Katalog Musiknya Dibeli Sony Music

28 hari lalu

Band Tame Impala. tameimpala
Mengenal Tame Impala, Band Rock Psikedelik yang Katalog Musiknya Dibeli Sony Music

Vokalis, penulis lagu, sekaligus produser grup musik Tame Impala, Kevin Parker menjual katalog lagunya kepada Sony Music Publishing