Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Aksi Manusia Pilihan

image-profil

image-gnews
Iklan

E.H. Kartanegara, Wartawan

Ada sebaris doa yang aneh dari khalifah Umar bin Khattab yang dikutip Syu'bah Asa dalam Tafsir Ayat-ayat Sosial-Politik (2000). Bila diterjemahkan secara bebas, bunyinya: "Allah, masukkan aku ke dalam golongan yang sedikit."

Jika doa itu dipanjatkan dalam konteks demokrasi sejauh yang dipahami banyak orang sekarang, jelas, itu jenis doa yang sangat aneh, naif-kalau tidak, malah jadi bahan tertawaan. Golongan yang sedikit (kelompok minoritas) dengan mudah pasti kalah oleh dominasi mayoritas. Tapi justru di situlah rahasia keanehan Sayidina Umar.

Benar, dia seorang pemimpin-dan tentu, banyak pula pengikutnya. Tapi, dalam kaitannya dengan doa di atas, Umar memohon kepada Tuhan-meminjam bahasa sosiologi-sebagai individu dalam kelompok kecil manusia (golongan yang sedikit). Sebab, Syu'bah Asa menuliskan, memang begitulah janji Tuhan yang memberi kemenangan kepada golongan yang sedikit (QS 2 : 249).

Siapa mereka? Merujuk pada ayat itu, "merekalah orang-orang yang sabar". Dalam tafsir sosial-politik Syu'bah Asa, mereka adalah orang-orang yang tahan uji, tabah, disiplin, dan bermutu. Manusia pilihan, jenis manusia yang memang sejak awal "menyediakan diri" terhadap berbagai kemungkinan, kesulitan, ujian, dan tempaan yang bisa muncul tak terduga.

Logika ayat tersebut menyatakan, hanya manusia pilihan yang-tentu, jumlahnya sedikit-bisa mengalahkan golongan yang banyak (mayoritas), tapi-seperti bunyi salah satu hadis-"bagai buih di lautan, gampang lenyap". Bukankah dalam berbagai kasus memang banyak terjadi golongan mayoritas dikuasai manusia pilihan yang sedikit jumlahnya? Manusia gerombolan, manusia beling, yang tak sebanding dengan manusia mutiara yang kilauannya bisa menggetarkan banyak orang?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sekarang, setelah sekian puluh tahun kita mengalami masa kelam Orde Baru yang keji menghabisi manusia-manusia pilihan (kita tentu tak akan pernah lupa kasus Munir yang dilenyapkan), dalam bentuk, tindakan, dan derajat yang berbeda, kita mulai dapat menyaksikan aksi mereka yang tidak hanya menggetarkan, tapi juga menggentarkan banyak orang. Dari perspektif ayat di atas, mereka layaknya bala tentara Thalut yang kecil jumlahnya, menghadapi kekuatan raksasa pasukan Jalut (Goliath).

Dalam sambungan ayat tersebut dituturkan, tentara Thalut menang-atas izin Tuhan. Bagi kita, masih terlalu dini mempersoalkan apakah aksi-aksi yang dilakukan manusia-manusia pilihan itu akan meraih kemenangan. Kalah atau menang adalah akibat suatu tindakan yang diawali dengan niat.

Dari berbagai pemberitaan, sekarang kita dapat menyaksikan berbagai aksi manusia-manusia pilihan menggebrak "sarang penyamun". Dari para pemberani di KPK, para menteri, gubernur, sampai wali kota menghajar pos-pos birokrasi yang sejak dulu memang terkenal sebagai ladang subur korupsi.

Hanya pada era Reformasi dan kebebasan pers sekarang inilah kita bisa ikut menyaksikan betapa berat perang melawan banyak mafia, melibas ratusan pejabat korup, menteri yang berani menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan, dan membasmi berbagai praktek kejahatan lain yang luar biasa besar jumlahnya. Dampak politik aksi-aksi itu bukan hanya menerbitkan harapan dan optimisme, tapi juga menguak kebenaran di republik ini: mana Thalut, mana Jalut.


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mahfud Md Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama, tapi Negara Beragama

54 hari lalu

Mahfud MD di UII Yogyakarta Selasa (30/4). Dok.istimewa.
Mahfud Md Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama, tapi Negara Beragama

Mahfud Md, mengatakan relasi agama dan negara bagi Indonesia sebenarnya sudah selesai secara tuntas. Dia menegaskan bahwa Indonesia bukan negara agama, tapi negara beragama.


Prabowo-Gibran Dilantik Oktober 2024, Ini Sosok yang Pertama Kali Menggagas Sumpah Jabatan

25 April 2024

Enam penjabat Walikota dan Bupati diambil sumpah saat dilantik oleh penjabat Gubernur Bey Machmudin di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 20 September 2023. Enam kepala daerah sisa masa jabatan 2023-2024 yang dilantik adalah Pj Walikota Bekasi Gani Muhammad, Pj Walikota Sukabumi Kusmana Hartadji, Pj Walikota Bandung Bambang Tirtoyuliono, Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif, Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman, dan Pj Bupati Purwakarta Benny Irwan. TEMPO/Prima Mulia
Prabowo-Gibran Dilantik Oktober 2024, Ini Sosok yang Pertama Kali Menggagas Sumpah Jabatan

Ritual sumpah jabatan, yang akan dilakukan Prabowo dan Gibran pertama kali dilakukan pada ribuan tahun lalu. Ini sosok yang mencetuskannya


Mengenal Narsisis Spiritual yang Selalu Sok Paling Benar soal Agama

21 Maret 2024

Ilustrasi pasangan. Dok: StockXpert
Mengenal Narsisis Spiritual yang Selalu Sok Paling Benar soal Agama

Narsisis spiritual akan menggunakan ajaran agama dengan maksud membuat orang memenuhi keinginannya atau menyalahkan tindakan orang lain.


Ini Respons Berbagai Pihak soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama

27 Februari 2024

Suasana ijab kabul pasangan pengantin April dan Iyan di Kantor Urusan Agama, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu, 4 April 2020. TEMPO/IJAR KARIM
Ini Respons Berbagai Pihak soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama

Rencana Yaqut Cholil Qoumas menjadikan KUA sebagai sentral pelayanan keagamaan mendapat berbagai respons.


Soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama, Apa Kata SETARA Institute?

27 Februari 2024

Pasangan calon pengantin, April dan Iyan bersiap menikah di Kantor Urusan Agama, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu, 4 April 2020. Pasangan ini terpaksa menunda rencana resepsi pernikahan mereka karena larangan selama pandemi virus corona. TEMPO/IJAR KARIM
Soal Rencana KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama, Apa Kata SETARA Institute?

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, mengatakan rencana KUA jadi tempat pernikah semua agama harus dituangkan dalam PP atau Perpres.


Apa Saja Agama Tertua di Dunia? Ini Daftar dan Sejarahnya

29 Januari 2024

Ada beberapa agama tertua di dunia, di antaranya adalah Buddha dan Hindu. Agama ini sudah muncul sekitar 1.500 SM. Berikut sejarahnya. Foto: Canva
Apa Saja Agama Tertua di Dunia? Ini Daftar dan Sejarahnya

Ada beberapa agama tertua di dunia, di antaranya adalah Buddha dan Hindu. Agama ini sudah muncul sekitar 1.500 SM. Berikut sejarahnya.


Ketua Fraksi PAN Ungkap Video Zulhas yang Bilang Orang-orang Tak Lagi Ucap Amin saat Salat Disalahartikan

20 Desember 2023

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas bersalaman dengan wraga usai blusukan di Pasar TOS 3000 Jodoh, Batam, Minggu (17/12/2023). TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Ketua Fraksi PAN Ungkap Video Zulhas yang Bilang Orang-orang Tak Lagi Ucap Amin saat Salat Disalahartikan

Ketua Fraksi PAN menyatakan tak ada sedikit pun niat Zulhas melecehkan agama.


10 Agama Terbesar di Dunia 2023 Berdasarkan Jumlah Pemeluknya , Islam Ke Berapa?

10 November 2023

Bangunan Gereja Ortodok di pulau Kizhi di Rusia ini menjadi bangunan kayu terbesar dan tertinggi di dunia. Tinggi bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu ini mencapai 37,5 meter. Wayfaring.info
10 Agama Terbesar di Dunia 2023 Berdasarkan Jumlah Pemeluknya , Islam Ke Berapa?

Berikut daftar 10 agama terbesar di dunia 2022 berdasarkan jumlah pengikutnya, pertama Kristen


UIN Jakarta Undang 64 Peneliti Dalam & Luar Negeri Bicara Agama, Sains & Teknologi

6 November 2023

Asep Saepudin Jahar. antaranews.com
UIN Jakarta Undang 64 Peneliti Dalam & Luar Negeri Bicara Agama, Sains & Teknologi

Forum ICONIST 2023 kumpulkan penelitia dalam dan luar negeri bahas relevansi agama menghadapi kecanggihan teknologi dan perubahan iklim.


Semua Kalangan Diundang ke Aksi Bela Palestina Besok, MUI: Tidak Usah Pikir Agama

4 November 2023

Massa dari Koalisi Indonesia Bela Baitul  Maqdis (KIBBM) melakukan aksi bela Palestina di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu, 15 Oktober 2023. Dalam aksinya, mereka melakukan doa bersama dan menggalang dana untuk memberi dukungan untuk warga Palestina. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Semua Kalangan Diundang ke Aksi Bela Palestina Besok, MUI: Tidak Usah Pikir Agama

Aksi Bela Palestina untuk menyuarakan kepada dunia bahwa masyarakat Indonesia menolak dan mengecam segala bentuk penjajahan oleh Israel.