Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Celah Mengusut Kasus Munir

Oleh

image-gnews
Iklan

Kesaksian Allan Nairn di hadapan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia harus dilihat sebagai celah baru untuk mengusut pembunuhan Munir Said Thalib. Wartawan investigasi dari Amerika Serikat itu mewawancarai Jenderal Abdullah Mahmud Hendropriyono dan mendapat pernyataan penting: Kepala Badan Intelijen Negara ketika aktivis hak asasi manusia itu dibunuh pada 2004 tersebut siap bersaksi di pengadilan.

Allan dipanggil ke Komnas HAM setelah ia menyiarkan hasil wawancaranya dengan Hendropriyono di Allannairn.org. Kesediaan Hendropriyono itu, yang disebutnya sebagai "tanggung jawab komando", cukup berarti karena pengusutan kasus tewasnya Munir berhenti pada eksekutor lapangan, yakni pilot pesawat Garuda Indonesia, Pollycarpus Budihari Priyanto. Polly-lah yang akhirnya dihukum 14 tahun penjara karena berperan menyusupkan racun arsenik ke makanan Munir di pesawat saat ia terbang untuk menempuh studi hukum di Utrecht Universiteit, Belanda.

Dari catatan persidangan, Polly adalah agen BIN. Ia ditugasi Garuda agar ikut terbang dalam pesawat yang ditumpangi Munir. Dan surat tugas itu terbit karena didorong oleh surat rekomendasi yang diterbitkan As'ad Ali, Wakil Kepala BIN. Maka sudah sewajarnya, demi keadilan, para petinggi BIN diusut dan dimintai keterangan.

Deputi Penggalangan Muchdi Purwopranjono memang menjadi terdakwa, tapi ia bebas karena polisi tak bisa membuktikan puluhan kali percakapannya dengan Polly sebagai perencanaan pembunuhan itu. Hendropriyono juga sempat diperiksa, tapi sebatas sebagai saksi di polisi yang hasilnya tak dipublikasikan. Nah, kini kasus Munir bisa dibuka lagi dengan memfokuskan pada peran bekas Kepala BIN ini.

Munir tewas menjelang peralihan politik dari Presiden Megawati Soekarnoputri ke Susilo Bambang Yudhoyono. Dan praktis Munir bukan lagi sosok berbahaya seperti pada 1998, ketika ia secara terbuka menentang tentara untuk melindungi para aktivis yang diculik. Pembunuhan Munir menjadi misterius ihwal alasan sebenarnya ia dilenyapkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Salah satu hal yang bisa dilakukan Komisi Hak Asasi adalah memanggil Hendropriyono untuk memverifikasi keterangan Allan Nairn. Kesaksian itu bisa menjadi novum atau bukti baru yang bisa ditindaklanjuti oleh polisi untuk mengembangkan pernyataan tersebut. Rekomendasi Komisi tak akan berbenturan dengan dalil nebis in idem, mengadili orang yang sama pada kasus yang sama, karena obyeknya bukan lagi Pollycarpus, melainkan petinggi BIN.

As'ad Ali bisa dimintai keterangan soal surat rekomendasi untuk Pollycarpus tersebut guna memastikan keterkaitannya dengan pembunuhan Munir. Di pengadilan, hakim mengabaikan bukti penting itu. Juga percakapan telepon Polly dengan BIN di sekitar hari pembunuhan, 7 September 2004, yang juga tak didalami jaksa dan hakim.

Indonesia akan terus menanggung beban sejarah karena tak tuntas membongkar dalang pembunuhan Munir. Presiden Joko Widodo harus menghapus beban tersebut dengan membuka kembali pengusutan kasus ini. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tim Ahli dari Indonesia Kunjungan Kerja ke India untuk Pelajari Program Makan Siang Sekolah Gratis

1 menit lalu

Rapat di Kota Delhi dengan Shantanu, (kanan) Deputi Departemen Pangan dan Distribusi Umum India. Sumber: dokumen Kedutaan Besar India di Jakarta
Tim Ahli dari Indonesia Kunjungan Kerja ke India untuk Pelajari Program Makan Siang Sekolah Gratis

Kunjungan kerja ini bertujuan membina kerja sama bilateral dan pertukaran keahlian di berbagai sektor antara lain program makan siang sekolah gratis.


Raffi Ahmad Mundur, Aktivis Tak Yakin Proyek Beach Club Gunungkidul Dihentikan

8 menit lalu

Rencana Beach Club yang awalnya melibatkan Raffi Ahmad di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Dok. Instagram
Raffi Ahmad Mundur, Aktivis Tak Yakin Proyek Beach Club Gunungkidul Dihentikan

Pembangunan proyek beach club Gunungkidul ini dilakukan melalui PT Agung Rans Bersahaja Indonesia (ARBI) yang tidak hanya berisi Raffi Ahmad.


Keluarga Terpidana Kasus Vina Cirebon Laporkan Ketua RT ke Mabes Polri atas Dugaan Keterangan Palsu

8 menit lalu

Politikus Dedi Mulyadi mendampingi keluarga tersangka dan saksi kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon saat membuat di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024. Tim hukum keluarga tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon pada 2016 silam melaporkan Ketua RT Abdul Pasren ke Mabes Polri terkait dugaan membuat kesaksian palsu. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Keluarga Terpidana Kasus Vina Cirebon Laporkan Ketua RT ke Mabes Polri atas Dugaan Keterangan Palsu

Keluarga terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, melaporkan Ketua RT Abdul Pasren atas dugaan keterangan palsu.


Cerita Pemain Judi Online: Ada Sensasi Suara Petir Gede Duarrrrr yang Memanggil-manggil

8 menit lalu

Ilustrasi Judi Online (Tempo)
Cerita Pemain Judi Online: Ada Sensasi Suara Petir Gede Duarrrrr yang Memanggil-manggil

Perkenalannya dengan judi online sekitaran akhir tahun 2020. Mulanya dia menyaksikan rekan kerjanya yang pada saat itu memainkan judi online.


Bisa Rugikan Tumbuh Kembang Anak, Waspadai Alergi Susu Sapi pada Anak

10 menit lalu

Ilustrasi makanan penyebab alergi (pixabay.com)
Bisa Rugikan Tumbuh Kembang Anak, Waspadai Alergi Susu Sapi pada Anak

Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi.


3 Film yang Dibintangi Thomas Brodie-Sangster

10 menit lalu

Thomas Brodie-Sangster dan Talulah Riley. Foto: Instagram/@talulahrm
3 Film yang Dibintangi Thomas Brodie-Sangster

Thomas Brodie-Sangster aktor yang belakangan disoroti. Ia menikah dengan aktris Talulah Riley


JPPI: Tipu-tipu Nilai di Jalur Prestasi Dominasi Masalah PPDB 2024

10 menit lalu

Kaum perempuan atau ibu-ibu memukul alat masak saat aksi unjuk rasa mengkritik sistem PPDB zonasi dan afrimasi di depan gedung DPRD Jawa Barat di Bandung, 24 Juni 2024. Perempuan dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan menuntut agar pemerintah menambah jumlah sekolah khususnya SMA/SMK negeri di seluruh wilayah dengan merata serta menuntut penambahan kuota untuk PPDB jalur afirmasi. Minimnya jumlah SMA negeri di Kota Bandung masih jadi celah praktik jual beli bangku dan perpindahan domisili secara ilegal. TEMPO/Prima mulia
JPPI: Tipu-tipu Nilai di Jalur Prestasi Dominasi Masalah PPDB 2024

Kata JPPI soal kekacauan masalah PPDB.


Soal Legalisasi Kratom, Anggota DPR Minta Tunggu Penelitian

11 menit lalu

Warga memetik daun kratom atau daun purik saat panen di perkarangan rumahnya di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu, 10 Februari 2024. Tanaman kratom (mitragyna speciosa) yang merupakan bahan baku minuman sejenis jamu khas Kabupaten Kapuas Hulu tersebut dijual warga setempat dalam bentuk daun mentah/basah seharga Rp2.500 - Rp3.000 per kilogram, dan remahan atau cacahan seharga Rp12 ribu per kilogram. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Soal Legalisasi Kratom, Anggota DPR Minta Tunggu Penelitian

Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto legalisasi kratom masih menunggu penelitian dari BRIN yang didampingi BPOM.


Dokter Jantung Sebut Pentingnya Jaga Tekanan Darah yang Normal untuk Hindari Masalah Koroner

13 menit lalu

Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com
Dokter Jantung Sebut Pentingnya Jaga Tekanan Darah yang Normal untuk Hindari Masalah Koroner

Hipertensi adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner sehingga pemilik riwayat kondisi tersebut harus menurunkan tekanan darahnya.


Alasan Pakar Bilang Ridwan Kamil Tidak Punya Kompetitor di Pilgub Jabar

15 menit lalu

Ridwan Kamil di GIIAS 2023. (Foto: TEMPO/ Erwan Hartawan)
Alasan Pakar Bilang Ridwan Kamil Tidak Punya Kompetitor di Pilgub Jabar

Warga Jakarta menganggap Ridwan Kamil dan Anies Baswedan sebagai tokoh politik yang berhasil memimpin daerah masing-masing.