Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Angsa Hitam Pemberantasan Korupsi

image-profil

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Andi Irawan, Peminat Telaah Ekonomi-Politik Indonesia

Sebelum Benua Australia ditemukan, orang yakin bahwa semua angsa di dunia berwarna putih. Adalah kemustahilan bahwa angsa ada yang berwarna hitam, sampai kemudian kemustahilan itu menjadi keniscayaan, bahwa benar ada angsa hitam. Fenomena black swan (angsa hitam) dalam perspektif ilmu sosial adalah fenomena kelangkaan atau mendekati kemustahilan untuk hadir.

Angsa hitam adalah fenomena yang sangat langka. Dengan probabilitas yang kecil, tapi ketika muncul berdampak spektakuler, seraya mendorong semua pihak memberi tafsiran baru bagi fenomena tersebut (lihat Taleb, 2009).

Fenomena Jokowi dalam perspektif politik elektoral bisa dikategorikan sebagai black swan. Dalam kondisi politik Indonesia pada era Reformasi ini, semua orang percaya: menjadi RI-1 hampir mustahil bagi seorang dengan predikat sosial-ekonomi-politik seperti Jokowi pada saat itu. Untuk masuk seleksi sebagai calon presiden saja, pastilah seseorang harus memiliki satu atau lebih dari kategori berikut: elite puncak, bahkan god father/mother partai politik, pengusaha kelas kakap, tokoh-tokoh puncak ormas-ormas besar republik seperti NU dan Muhammadiyah. Diantara semua kategori itu tidak ada yang dimiliki Jokowi.

Masuknya Jokowi dalam bursa pemilihan presiden yang kemudian memenangi Pemilu 2014 menunjukkan fenomena black swan penting bagi pengembangan demokrasi Indonesia. Mengapa? Karena bangsa ini mendapat pelajaran penting bahwa setiap anak bangsa yang bukan siapa-siapa; bukan orang nomor satu partai politik besar atau ormas besar, bukan pengusaha konglomerat atau kakap, bisa menjadi presiden selama yang bersangkutan dinilai oleh rakyat berkinerja sangat prima.

Tapi yang perlu diingat oleh Jokowi, ada fenomena black swan yang perlu dihadirkan bagi bangsa ini, yakni bangsa yang bersih dari korupsi. Bersihnya negara dari korupsi bagi banyak orang hari ini adalah utopia. Pernyataan Lord Acton bahwa "power tends to corrupt" adalah sesuatu yang postulat bagi kita sebagai bangsa. Kekuasaan juga adalah saringan yang paling efektif dalam membuktikan karakteristik kualitas kepemimpinan seseorang (kata Abraham Lincoln).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hari ini, kehadiran seseorang pemimpin yang bisa berkontribusi signifikan dalam memberantas korupsi adalah fenomena black swan bagi bangsa ini. Semua pemimpin yang pernah hadir menjadi pemimpin negeri pada era Reformasi ini selalu berjanji sebelum menjadi pemimpin puncak negara untuk menghilangkan korupsi. Dan masalahnya sekali lagi, belum ada satu pun pemimpin yang bisa diakui oleh publik sebagai sosok yang berpihak total dan berada di garda depan dalam memberantas korupsi.

Fenomena penangkapan salah satu pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi dari kacamata publik yang bernalar sehat, sulit untuk tidak mengatakan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk upaya pelemahan usaha pemberantasan korupsi di Indonesia.

Fenomena black swan ketika Jokowi menjadi presiden, untuk bisa menjadi pelajaran penting bagi pendidikan politik bangsa ini, menjadi kehilangan relevansinya jika ternyata kehadirannya sebagai RI-1 tidak bisa berkontribusi besar menghadirkan black swan (kemustahilan) yang sangat dibutuhkan bangsa kita saat ini, yakni negara yang bersih dari korupsi.


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


KPK Tetapkan Pejabat Pembuat Komitmen BTP Semarang sebagai Tersangka Kasus Korupsi DJKA

9 jam lalu

Direktur Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menghadirkan dua karyawan PT. Amarta Karya (Persero), Pandhit Seno Aji dan Deden Prayoga (kanan), resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2024. PT. Amarta Karya (Persero) merupakan anak perusahan Badan Usaha Milik Negara. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Tetapkan Pejabat Pembuat Komitmen BTP Semarang sebagai Tersangka Kasus Korupsi DJKA

KPK mengumumkan satu Pejabat Pembuat Komitmen BTP Semarang jadi tersangka korupsi DJKA.


Kejagung Kerahkan 30 Jaksa Tangani Perkara Korupsi Timah

13 jam lalu

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Harli Siregar dalam konferensi pers pelimpahan 10 tersangka kasus dugaan korupsi timah ke penuntut umum di Kejari Jakarta Selatan pada Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
Kejagung Kerahkan 30 Jaksa Tangani Perkara Korupsi Timah

Kejagung mengungkapkan ada puluhan jaksa penuntut umum yang menangani kasus dugaan korupsi timah.


Sidang Korupsi Pengadaan Sistem Proteksi TKI, Reyna Usman Didakwa Rugikan Keuangan Negara Rp 17,6 Miliar

15 jam lalu

Mantan Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Reyna Usman, menjalani pemeriksaan lanjutan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 19 April 2024. Reyna Usman, diperiksa sebagai tersangka dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan sistem proteksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kementerian Tenaga Kerja RI Tahun 2012, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.17,6 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
Sidang Korupsi Pengadaan Sistem Proteksi TKI, Reyna Usman Didakwa Rugikan Keuangan Negara Rp 17,6 Miliar

JPU KPK menyatakan Reyna Usman telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam perkara korupsi ini.


5 Drama Korea yang Dibintangi Han Sun Hwa: Termasuk "My Sweet Mobster"

19 jam lalu

Berikut ini alur cerita drakor My Sweet Mobster yang dibintangi oleh Um Tae Goo dan Han Sun Hwa. Drakor ini bergenre komedi romantis. Foto: Viki
5 Drama Korea yang Dibintangi Han Sun Hwa: Termasuk "My Sweet Mobster"

Tak hanya pandai bernyanyi, Han Sun Hwa juga punya kemampuan akting mumpuni dan telah membintangi sejumlah drama Korea populer.


Mantan Kades di Garut Buron karena Bawa Kabur Dana Desa Rp 1 Miliar, Diadili Secara In Absentia

20 jam lalu

Ilustrasi buronan
Mantan Kades di Garut Buron karena Bawa Kabur Dana Desa Rp 1 Miliar, Diadili Secara In Absentia

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung telah menjatuhkan vonis terhadap eks kades di Garut itu pidana penjara 7 tahun 3 bulan.


10 Tersangka Korupsi Timah Masuk Tahap 2 Besok

1 hari lalu

Harli Siregar. Dok. Kejati Papua Barat
10 Tersangka Korupsi Timah Masuk Tahap 2 Besok

Kejaksaan Agung menyebut 10 tersangka kasus dugaan korupsi timah akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum besok.


Karen Agustiawan, Perjalanan Kasus Korupsi Eks Dirut Pertamina

1 hari lalu

Terdakwa mantan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) periode 2009-2014, Karen Agustiawan, mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2024. Penasehat hukum menghadirkan Wakil Presiden RI ke 10 Jusuf Kalla, sebagai saksi yang meringankan untuk terdakwa Karen Agustiawan tindak pidana korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di Pertamina (Persero) tahun 2011 - 2021, mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar USD140 juta atau sebesar Rp.2,1 triliun. TEMPO/Imam Sukamto
Karen Agustiawan, Perjalanan Kasus Korupsi Eks Dirut Pertamina

Karen Agustiawan terdakwa perkara korupsi pengadaan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) di PT Pertamina telah menjalani pleidoi


Saksi Ahli Sebut Korupsi Jalan Tol MBZ Tidak Merugikan Negara, Hakim: Siapa Pemilik PT JJC?

1 hari lalu

Majelis hakim mendengarkan keterangan saksi dalam sidang lanjutan dengan dua terdakwa Ketua Lelang PT. Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC) Yudhi Mahyudin dan mantan Direktur Utama PT. Jasamarga JJC, Djoko Dwijono, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2024. Sidang ini dengan agenda pemeriksaan keterangan 5 orang saksi ahli dalam perkara tindak pidana korupsi pembangunan jalan tol MBZ Jakarta - Cikampek II eleveted ruas Cikunir - Karawang Barat, menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.510 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
Saksi Ahli Sebut Korupsi Jalan Tol MBZ Tidak Merugikan Negara, Hakim: Siapa Pemilik PT JJC?

Saksi ahli menyebut pembangunan jalan tol MBZ tidak menggunakan uang pemerintah, melainkan uang milik PT JCC.


Sidang Kasus Korupsi Jalan Tol MBZ, Hakim: Ada Akal-akalan di Pengujian Kualitas Proyek

2 hari lalu

Jalan Tol MBZ Dibangun di Bawah Standar, Saksi Ungkap Bahaya untuk Truk dan Bus
Sidang Kasus Korupsi Jalan Tol MBZ, Hakim: Ada Akal-akalan di Pengujian Kualitas Proyek

Majelis hakim kasus dugaan korupsi proyek jalan tol Mohamed Bin Zayed (Tol MBZ) menyebut ada akal-akalan dalam pengujian kualitas proyek.


Usut Dugaan Korupsi Jual Beli Gas, KPK Panggil Petinggi PT PGN dan PT IAE

2 hari lalu

Suasana di depan Gedung KPK/Tempo/Mirza Bagaskara
Usut Dugaan Korupsi Jual Beli Gas, KPK Panggil Petinggi PT PGN dan PT IAE

KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas di PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) periode 2017-2021.