Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pelajaran dari Banjarnegara

Oleh

image-gnews
Iklan

Sekali lagi, tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, menunjukkan sikap yang tak peduli terhadap ancaman bencana. Penduduk lebih suka mempertaruhkan nyawa ketimbang hidup sengsara. Pemerintah pun kurang berusaha mencari solusi.

Risiko bencana itu jelas terlihat dari lanskap di sekitar Dusun Jemblung, Desa Sampang, di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara. Dusun ini berada di bawah lereng terjal yang labil. Setelah hujan turun berhari-hari di kawasan tersebut, terjadilah malapetaka yang mengerikan pada Jumat sore, 12 November lalu. Lereng itu tiba-tiba longsor dan menimbun puluhan rumah. Diperkirakan lebih dari 100 orang tewas akibat terkubur longsoran.

Peristiwa menyedihkan tersebut bukan yang pertama kali di Banjarnegara. Pada 4 Januari 2006, tanah longsor dahsyat juga menerjang Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara. Ada sekitar 90 korban jiwa dalam bencana tersebut. Meski tak memakan korban sebanyak itu, pada 2007-2013 juga terjadi beberapa kali tanah longsor di kabupaten ini.

Pada 2007, misalnya, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, tanah longsor terjadi 57 kali. Adapun pada 2008, kejadian tanah longsor meningkat menjadi 76 kali. Pada 2009, bencana alam serupa terjadi 126 kali. BPBD Banjarnegara juga mencatat bencana tanah longsor di kabupaten itu terjadi 200 kali pada 2010. Data dari sumber lain menyebutkan pada 2011 dan 2012 terjadi 379 kasus tanah longsor. Tahun lalu, angkanya menurun menjadi "hanya" 63 kasus.

Data itu menunjukkan bahwa kawasan Banjarnegara jelas rawan longsor. Pemerintah daerah dan pusat seharusnya melakukan langkah preventif. Pemindahan besar-besaran atau "bedol desa" perlu dilakukan untuk menyelamatkan mereka yang tinggal di lereng-lereng bukit rawan longsor.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Peringatan akan hal itu sebenarnya sudah sering disampaikan. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Surono, berkali-kali meminta pemerintah menjauhkan permukiman dari kawasan rawan longsor. Ia pun sudah membuat peta sebaran lokasi rawan longsor. Tapi rekomendasi ini tak dipedulikan pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah jelas bertanggung jawab melindungi rakyat dari bencana, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Aturan itu tidak hanya mengatur soal bagaimana menanggulangi bencana saat sudah terjadi, tapi juga bagaimana mencegah jatuhnya korban yang besar. Tugas pemerintah ini akan lebih mudah dilaksanakan bila masyarakat di kawasan rawan longsor juga menyadari besarnya ancaman bencana itu.

Kawasan rawan longsor umumnya justru merupakan daerah subur yang menggiurkan untuk bercocok tanam. Inilah yang perlu dicarikan solusinya oleh pemerintah pusat dan daerah. Masyarakat boleh saja tetap bertani atau berkebun di kawasan berbahaya. Tapi alangkah baiknya bila permukiman mereka berada di lokasi yang lebih aman.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pemulihan Pusat Data Nasional, Pelayanan Keimigrasian Mulai Beroperasi

7 menit lalu

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan. Tempo/Aisyah Amira Wakang.
Pemulihan Pusat Data Nasional, Pelayanan Keimigrasian Mulai Beroperasi

Upaya pemulihan Pusat Data Nasional yang sempat bermasalah terus dilakukan. Saat ini pelayanan keimigrasian sudah mulai berjalan.


Cerita Bamsoet Ajukan Gelar Guru Besar, Mengaku Temui Nadiem Sampaikan Keinginan

8 menit lalu

Ketua MPR RI/Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Borobudur, Universitas Trisakti, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan RI (UNHAN), Bambang Soesatyo.
Cerita Bamsoet Ajukan Gelar Guru Besar, Mengaku Temui Nadiem Sampaikan Keinginan

Bagaimana cerita Bamsoet ajukan gelar guru besar?


Ketum GM FKPPI: Kewenangan MKD Sebatas Pelaksanaan Tugas Anggota DPR

12 menit lalu

Ketua Umum Generasi Muda FKPPI, Sandi Rahmat Mandela.
Ketum GM FKPPI: Kewenangan MKD Sebatas Pelaksanaan Tugas Anggota DPR

Kewenangan MKD hanya mencakup pelaksanaan tugas sebagai anggota DPR


KCIC Beri Diskon Tiket Kereta Cepat Whoosh 20 Persen

14 menit lalu

Suasana di Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Halim, Jakarta. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
KCIC Beri Diskon Tiket Kereta Cepat Whoosh 20 Persen

PT Kereta Cepat Indonesia Cina atau KCIC memberi diskon tiket kereta cepat Whoosh 20 persen untuk meriahkan ulang tahun Jakarta.


Keputusan Ketua MPR Tidak Penuhi Panggilan MKD Dinilai Ketum HIPAKAD Sesuai Aturan

28 menit lalu

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) sekaligus Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Hariara Tambunan
Keputusan Ketua MPR Tidak Penuhi Panggilan MKD Dinilai Ketum HIPAKAD Sesuai Aturan

Pernyataan asli yang dikeluarkan Bamsoet berbeda dengan yang dilaporkan atau dituduhkan kepada Bamsoet melalui MKD DPR.


Taiwan Deteksi 41 Pesawat Militer Cina di Sekitar Pulau

40 menit lalu

Pesawat Angkatan Udara ikut serta dalam latihan militer oleh Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) di sekitar Taiwan, dalam tangkapan layar dari video selebaran yang dirilis pada 19 Agustus 2023. (Foto file: Reuters)
Taiwan Deteksi 41 Pesawat Militer Cina di Sekitar Pulau

Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 41 pesawat militer Cina di sekitar pulau itu dalam waktu 24 jam.


Pemerintah Kembali akan Lelang Surat Utang Negara 25 Juni, Targetkan Maksimal Rp 33 Triliun

52 menit lalu

Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO
Pemerintah Kembali akan Lelang Surat Utang Negara 25 Juni, Targetkan Maksimal Rp 33 Triliun

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, akan kembali melakukan lelang Surat Utang Negara atau SUN pada Selasa, 25 Juni 2024.


Traveli ke Hong Kong, 7 Destinasi Wisata Malam Ini Menarik Dikunjungi

1 jam lalu

Victoria Harbour, Hong Kong. Unsplash.com/Ariam Dato-on
Traveli ke Hong Kong, 7 Destinasi Wisata Malam Ini Menarik Dikunjungi

Tidak hanya sekedar hiburan malam, ada banyak aktivitas untuk dapat mengenali dan mempelajari sejarah dan warisan budaya Hong Kong


Kecelakaan di KM 405 Ruas Jalan Tol Batang-Semarang, Jasamarga Evakuasi Korban Pajero Sport Tabrak Tronton

1 jam lalu

Jasa Marga evakuasi korban kecelakaan di Ruas Jalan Tol Batang-Semarang KM 405+200 arah Semarang, Sabtu 22 Juni 2024. FOTO: Jasa Marga
Kecelakaan di KM 405 Ruas Jalan Tol Batang-Semarang, Jasamarga Evakuasi Korban Pajero Sport Tabrak Tronton

Seluruh korban kecelakaan di Jalan Tol Semarang-Batang KM405 arah Semarang itu sudah dievakuasi pada pukul 08.40 WIB.


Absen Perayaan HUT DKI yang Dihadiri Anies di PRJ, Heru Budi Ngaku Rapat untuk Persiapan HUT RI

1 jam lalu

Penjabat  Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (tengah) memberikan pidato saat upacara bendera di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 22 Juni 2024. Pemprov DKI Jakarta menggelar upacara bendera untuk memperingati HUT  ke-497 Jakarta sekaligus tahun terakhir Jakarta menjadi Ibu Kota Negara dan pertunjukan seni di Monas yang berlangsung hingga malam hari. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Absen Perayaan HUT DKI yang Dihadiri Anies di PRJ, Heru Budi Ngaku Rapat untuk Persiapan HUT RI

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkap alasannya absen di acara HUT Jakarta yang digelar di PRJ Jumat malam.