Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

"Mengharukan, Pemerkosa Nikahi Korban"

image-profil

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Soe Tjen Marching, aktivis dan komponis

Itulah judul berita di sebuah koran yang memuat kabar tentang pemerkosa yang menikahi korbannya yang masih berusia 15 tahun. Menikahkan korban dengan pemerkosa bukanlah hal baru. Pada akhir Januari tahun ini, Mufid Aristanto menikahi perempuan yang telah diperkosanya, di kantor Polres Malang. Dengan pernikahan ini, pihak korban mencabut laporan dan pemerkosa pun bebas.

Siapakah pemerkosa tersebut, bila ia telah menjadi suami korban? Siapa yang bisa menjamin bahwa dia tidak akan memperkosa si korban itu lagi? Pemerkosaan menurut Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1998 Pasal 285 adalah pemaksaan bersetubuh "di luar perkawinan". Jadi, bila pemerkosa dinikahkan dengan korbannya, ini akan terdukung bahwa dia bisa melakukan kebiadaban yang sama, dan akan dilindungi.

Kebanyakan usia pemerkosa dan korban masih belia. Bahkan terkadang orang tua korbanlah yang meminta pemerkosa menikahi anak perempuan mereka, sebuah pengakuan bahwa si korban harus "diselamatkan" oleh pelaku kriminalnya. Pernikahan seperti ini dilandaskan pada ketimpangan hak dan status sosial.

Batas umur pernikahan seolah tidak lagi menjadi masalah. Di Indonesia, telah ditetapkan bahwa 16 tahun adalah umur minimum bagi perempuan. Namun, dalam pernikahan-pernikahan karena pemerkosaan, batas umur ini sering kali tidak lagi diindahkan. Seolah pemerkosaan menjadi pengecualian, dan bahkan bisa menjadi tiket untuk hak-hak "istimewa": hak bebas dari kriminalitas dan menikahi perempuan di bawah umur.

Hal seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Yang paling santer adalah di Maroko. Di negeri itu, adalah aib bagi keluarga bila anak gadis mereka tidak perawan sebelum menikah. Ditambah lagi dengan Pasal 475 Undang-Undang Pidana yang menyebutkan bahwa penculik perempuan di bawah umur bisa dibebaskan dari hukuman bila menikahi korban. Pasal ini yang kemudian sering digunakan untuk mengharuskan korban menikahi pemerkosanya untuk menghindari aib serta membebaskan pemerkosa dari hukuman. Karena peraturan ini, Amina Filali memutuskan untuk bunuh diri pada awal 2012, setelah ia dinikahkan dengan pemerkosanya yang kemudian melecehkan dan memukulinya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun jangan anggap pernikahan antara pemerkosa dan korbannya "direstui" di negara-negara Arab, Afrika, dan Asia saja, karena di Denmark, Amnesty International melaporkan pada 2011 undang-undang di negara itu melegalkan adanya pengurangan atau bahkan pembebasan dari hukum.

Di Indonesia memang tidak ada undang-undang serupa itu, tapi norma seperti itu seolah makin didukung masyarakat, dan berita yang menggambarkan pemerkosa menikahi korbannya semakin bertebaran. Pemerkosaan adalah bentuk pemaksaan. Saat sang korban juga diharuskan untuk menikah, ia telah dipaksa kembali, dan diperkosa ulang oleh masyarakat serta media massa, yang menyoroti hal ini tanpa keberpihakan kepada korban.

Mungkin inilah kabar baik bagi pemerkosa di Indonesia. Kalau si cewek menolak cintanya, perkosa saja. Nanti toh, keduanya akan dinikahkan. Setelah itu, mereka bisa terkenal, masuk koran, bahkan bisa dapat gelar "mengharukan". Bukankah negeri ini semakin edan?


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Laporan Kasus Perkosaan Anak oleh Staf Kelurahan di Polres Tangsel Mandek 1,5 Tahun

38 hari lalu

Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com
Laporan Kasus Perkosaan Anak oleh Staf Kelurahan di Polres Tangsel Mandek 1,5 Tahun

Orang tua korban mempertanyakan penanganan kasus perkosaan ini di Polres Tangsel yang sudah ia laporkan sejak Oktober 2022.


New York Times Meragukan Artikelnya Sendiri Soal Kisah Perkosaan Hamas

27 Maret 2024

Pemandangan dari udara menunjukkan kerusakan yang terjadi setelah infiltrasi massal oleh kelompok bersenjata Hamas dari Jalur Gaza, di Kibbutz Beeri di Israel selatan, 11 Oktober 2023. REUTERS/ Ilan Rosenberg
New York Times Meragukan Artikelnya Sendiri Soal Kisah Perkosaan Hamas

Video baru New York Times soal tentara Israel membantah dugaan perkosaan yang dilakukan Hamas terhadap perempuan selama serangan 7 Oktober


Robinho Akan Jalani Hukuman 9 Tahun di Brasil karena Kasus Perkosaan di Italia

21 Maret 2024

Robinho. Foto/Instagram/Robinho
Robinho Akan Jalani Hukuman 9 Tahun di Brasil karena Kasus Perkosaan di Italia

Mantan pemain Manchester City dan Real Madrid, Robinho, akan menjalani hukuman penjara selama sembilan tahun atas kasus pemerkosaan.


Survei Pernah Ungkap India sebagai Negara Tak Aman untuk Perempuan

10 Maret 2024

Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com
Survei Pernah Ungkap India sebagai Negara Tak Aman untuk Perempuan

Survei yang dilakukan Thomson Reuters Foundation pada 2018 silam pernah mengungkap India sebagai salah satu negara tak aman untuk perempuan.


Perkosaan kepada Turis Kembali Terjadi di India, Ini 5 Negara Paling Berbahaya untuk Perempuan

8 Maret 2024

Sebuah tanah lapang tempat terjadinya perkosaan terhadap turis asal Inggris yang sedang berlibur ke Goa, India. Sumber: CNN.com
Perkosaan kepada Turis Kembali Terjadi di India, Ini 5 Negara Paling Berbahaya untuk Perempuan

Perkosaan kepada turis perempuan asal Spanyol di India mencoreng pariwisata di negara tersebut


Dugaan Pelecehan Seksual Istri Pasien oleh Dokter di Palembang, Bukan Perkosaan Tapi Ini Kata Pelapor

1 Maret 2024

ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)
Dugaan Pelecehan Seksual Istri Pasien oleh Dokter di Palembang, Bukan Perkosaan Tapi Ini Kata Pelapor

Febriansyah, Pengacara TA menjelaskan kliennya yang sedang hamil tersebut bukan mengalami perkosaan oleh dokter MY.


Hamas Bantah Tuduhan Perkosaan dan Kekerasan Seksual dalam Serangan 7 Oktober

5 Desember 2023

Pemandangan rumah-rumah yang rusak, menyusul infiltrasi mematikan oleh kelompol Hamas dari Jalur Gaza, di Kibbutz Kfar Aza di Israel selatan, 18 Oktober 2023. REUTERS/Violeta Santos Moura
Hamas Bantah Tuduhan Perkosaan dan Kekerasan Seksual dalam Serangan 7 Oktober

Hamas membantah tuduhan bahwa anggotanya melakukan pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap warga Israel.


Israel dan AS Tuding Hamas Lakukan Perkosaan pada 7 Oktober, Tapi Tolak Diselidiki PBB

5 Desember 2023

Pemandangan dari udara menunjukkan kerusakan yang terjadi setelah infiltrasi massal oleh kelompok bersenjata Hamas dari Jalur Gaza, di Kibbutz Beeri di Israel selatan, 11 Oktober 2023. REUTERS/ Ilan Rosenberg
Israel dan AS Tuding Hamas Lakukan Perkosaan pada 7 Oktober, Tapi Tolak Diselidiki PBB

Israel dan Amerika Serikat mengklaim terjadinya perkosaan oleh Hamas terhadap sejumlah perempuan dalam serangan pada 7 Oktober lalu.


Pemenang Nobel Perdamaian Mencalonkan Diri sebagai Presiden Kongo

3 Oktober 2023

Ginekolog dan aktivis Republik Demokratik Kongo Denis Mukwege, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2018 mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan presiden pada bulan Desember 2023 di gereja Paroki Fatima di Kinshasa , Republik Demokratik Kongo 2 Oktober 2023. REUTERS/Justin Makangara
Pemenang Nobel Perdamaian Mencalonkan Diri sebagai Presiden Kongo

Denis Mukwege, dokter kandungan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2018, mencalonkan diri sebagai presiden Kongo dalam pilpres Desember


PBB: Rusia Siksa Sejumlah Warga Ukraina Secara Brutal hingga Tewas

25 September 2023

Jasminka Dzumhur, Erik Mose dan Pablo de Greiff, anggota Komisi Penyelidikan Internasional Independen tentang Ukraina, menghadiri konferensi pers di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss, 23 September 2022. REUTERS/Denis Balibouse
PBB: Rusia Siksa Sejumlah Warga Ukraina Secara Brutal hingga Tewas

Metode penyiksaan yang dilakukan Rusia di sebagian wilayah Ukraina yang didudukinya sangat brutal hingga beberapa korbannya tewas