Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pembatasan Ibadah Haji

Oleh

image-gnews
Iklan

Akhirnya pemerintah berencana membatasi beribadah haji sekali saja seumur hidup. Gagasan yang sudah lama diusulkan ini akan memangkas masa tunggu calon haji yang saat ini sudah mencapai 15-25 tahun.

Pemerintah Joko Widodo tak perlu ragu menerapkan kebijakan itu karena tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Rencana yang akan dituangkan dalam peraturan Menteri Agama tersebut juga sudah mendapat sokongan dari Dewan Perwakilan Rakyat. Para anggota Komisi Agama di DPR tidak berkeberatan terhadap aturan yang akan ditetapkan pada 2015 itu.

Calon haji kini harus menanti lebih lama karena berkurangnya kuota yang diberikan Kerajaan Arab Saudi buat Indonesia. Sejak 2013, kuota dikurangi 20 persen, sehingga kini tinggal 168.800 calon haji yang bisa berangkat per tahun, dari semula 211 ribu orang. Antrean calon haji semakin panjang lantaran peminat ibadah ini kian banyak setiap tahun.

Bukan hanya jatah Indonesia yang berkurang, tapi juga negara-negara lain. Soalnya, Arab Saudi kini sedang merenovasi area Masjidil Haram yang mengakibatkan daya tampung tawaf berkurang. Semula sekitar 48 ribu anggota jemaah dapat bertawaf bersama-sama dalam satu jam, sedangkan kini tinggal 22 ribu. Indonesia harus menerima keadaan ini, meski semula masih berusaha mendapatkan penambahan kuota.

Pembatasan beribadah haji menjadi solusi yang masuk akal untuk menghindari lamanya calon haji menanti pemberangkatan. Mendahulukan calon haji yang belum pernah ke Tanah Suci lebih penting mengingat tingginya animo umat untuk menjalankan rukun kelima dalam Islam tersebut. Harus dicatat, dalam setahun, terdapat sekitar 500 ribu orang yang siap berangkat haji, jauh di atas kuota yang tersedia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam antrean yang panjang itu, ditengarai sebagian besar adalah orang-orang yang berusia di atas 60 tahun alias usia yang berisiko tinggi. Dikhawatirkan, jika tanpa pembatasan kuota ibadah haji, mereka yang berisiko tinggi ini akan gagal berangkat justru begitu gilirannya tiba. Dengan kata lain, jaminan kepastian untuk berangkat haji semakin kecil jika tak ada pemangkasan antrean.

Pemerintah juga perlu mengevaluasi paket haji khusus. Setiap tahun terdapat kuota sekitar 17 ribu bagi peminat paket yang bersedia membayar lebih mahal untuk mendapatkan fasilitas lebih bagus ketimbang haji reguler ini. Sementara haji reguler mesti menunggu belasan tahun untuk dapat berangkat, haji khusus hanya menunggu beberapa tahun. Penghapusan paket ini tentu akan menambah banyak calon haji reguler.

Tidaklah sulit menerapkan pembatasan haji bila pemerintah bersungguh-sungguh. Sistem untuk mendeteksi jemaah yang sudah pernah berhaji juga bisa dengan mudah dibikin. Yang penting dilakukan adalah melakukan sosialisasi agar hal ini dapat dipahami masyarakat luas. Kementerian bisa menggandeng organisasi Islam dan para tokoh agama untuk menjelaskan bahwa kewajiban berhaji hanya satu kali.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mengapa Pria Lebih Rentan Mengalami Buta Warna?

17 detik lalu

Seorang siswi sedang menjalani tes buta warna pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Negeri 6 Yogyakarta, 1 Juli 2015. Meski tak banyak berubah, Dinas Pendidikan tahun ini menerapkan kebijakan cukup ketat terhadap calon peserta didik. TEMPO/Pius Erlangga
Mengapa Pria Lebih Rentan Mengalami Buta Warna?

Karena diturunkan pada kromosom X, buta warna lebih sering terjadi pada pria.


Usut Kematian Bocah 13 Tahun di Kota Padang, Propam Polda Sumbar Periksa 30 Anggota Samapta

9 menit lalu

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Suharyono. ANTARA/HO Polda Sumbar
Usut Kematian Bocah 13 Tahun di Kota Padang, Propam Polda Sumbar Periksa 30 Anggota Samapta

Propram Polda Sumbar periksa 30 anggota Samapta Bhayangkara untuk mengusut kematian AM, bocah 13 tahun yang diduga tewas karena disiksa polisi.


Peralihan Musim Bikin Cuaca Tak Menentu, Bentengi Tubuh dengan Vitamin Berikut

11 menit lalu

Ilustrasi perempuan konsumsi multivitamin. Freepik.com/wayhomestudio
Peralihan Musim Bikin Cuaca Tak Menentu, Bentengi Tubuh dengan Vitamin Berikut

Berikut ragam vitamin yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh di tengah cuaca yang sering berubah di musim pancaroba.


UU Tapera Digugat ke MK, Begini Bunyi Pasal yang Dimasalahkan dan Detail Gugatannya

13 menit lalu

Sejumlah pengunjuk rasa dari berbagai elemen buruh membentangkan poster saat unjuk rasa di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 13 Juni 2024. Mereka menyuarakan sejumlah aspirasi di antaranya menolak program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). ANTARA/Didik Suhartono
UU Tapera Digugat ke MK, Begini Bunyi Pasal yang Dimasalahkan dan Detail Gugatannya

Kebijakan soal seluruh pekerja wajib membayar iuran Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera yang menuai polemik akhirnya digugat ke MK.


Israel Tewaskan 450 Anak Palestina yang Seharusnya Ikut Ujian Masuk Sekolah Menengah

18 menit lalu

Sejumlah siswa Palestina berada di ruang kelas sekolah tenda di Kota Rafah, Jalur Gaza Selatan, Selasa, 30 April 2024. Xinhua/Rizek Abdeljawad
Israel Tewaskan 450 Anak Palestina yang Seharusnya Ikut Ujian Masuk Sekolah Menengah

450 anak Palestina, dengan rincian 430 di Jalur Gaza dan 20 di Tepi Barat tak bisa mengikuti ujian masuk sekolah karena dibunuh Israel.


Komisioner KPK Alexander Marwata Sebut OTT KPK Seperti Hiburan Buat Masyarakat Senang, Apa Alasannya?

22 menit lalu

Wakil ketua KPK, Alexander Marwata, menghadirkan antan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan RI, Muhammad Hatta (kanan), resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2023. TEMPO/Imam Sukamto
Komisioner KPK Alexander Marwata Sebut OTT KPK Seperti Hiburan Buat Masyarakat Senang, Apa Alasannya?

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut OTT KPK seperti hiburan buat masyarakat senang. Apa maksudnya?


Dinas Lingkungan Hidup DKI Jelaskan Penyebab Kualitas Udara Buruk di Jakarta

24 menit lalu

Suasana Monas yang tertutup polusi di Jakarta, Jumat 21 Juni 2024. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 15.53 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta berada pada angka 155 yang menempatkannya sebagai kota besar dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia di bawah Kinshasa, Kongo. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jelaskan Penyebab Kualitas Udara Buruk di Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakartamenjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas udara memburuk.


Asosiasi UMKM: Tingkatkan Pengawasan E-Commerce untuk Cegah Banjir Impor

25 menit lalu

Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Eddy Misero saat menghadiri acara TEMPO Young Enterpreneur Challenge 2022. Jakarta. Selasa, 4 Oktober 2022. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Asosiasi UMKM: Tingkatkan Pengawasan E-Commerce untuk Cegah Banjir Impor

Salah satu ketentuan dalam Permendag itu adalah larangan penjualan produk impor di e-commerce dengan harga di bawah 100 dolar AS


Meriah, Ruth Sahanaya Gandeng Banyak Musisi Ternama di Konser 40 Tahun Simfoni dari Hati

26 menit lalu

Diva pop Ruth Sahananya menggelar konser '40 Tahun Simfoni dari Hati' di JCC untuk merayakan empat dekade kariernya dalam industri musik. Konser ini digelar pada Sabtu, 22 Juni 2024, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. TEMPO/Adinda Jasmine
Meriah, Ruth Sahanaya Gandeng Banyak Musisi Ternama di Konser 40 Tahun Simfoni dari Hati

Dalam konser 40 Tahun Simfoni dari Hati, Ruth Sahanaya mengajak sejumlah musisi ternama menghadirkan malam yang penuh nostalgia dan kegembiraan.


Syarat Ahmad Sahroni Berkontestasi di Pilkada Jakarta

35 menit lalu

Anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem, Ahmad Sahroni, seusai dihadirkan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2024. Dalam sidang, Ahmad Sahroni mengklaim telah mengembalikan uang sebesar Rp 860 juta kepada KPK, setelah diduga berasal dari hasil korupsi. TEMPO/Imam Sukamto
Syarat Ahmad Sahroni Berkontestasi di Pilkada Jakarta

Ahmad Sahroni menutup peluang dirinya bertarung di pilkada Jakarta. Tapi ada satu syarat yang membuat kader NasDem itu maju di pilkada.