Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Agar Harga Beras Tak Melambung

Oleh

image-gnews
Iklan

Operasi pasar untuk menurunkan harga beras yang belakangan melambung tinggi bisa dipastikan hanya berefek terbatas. Kalaupun hasil yang tak signifikan itu dianggap cukup, rasa berpuas diri di kalangan pejabat bidang perekonomian sebenarnya hanya akan berusia pendek. Mereka semestinya sadar hal yang sama bakal berulang, karena secara sistem tak ada yang berubah.

Seperti yang sudah-sudah, kenaikan harga kali ini--tertinggi di antara yang pernah ada--terjadi di tengah keadaan ketika stok nasional sebenarnya sedang aman. Setidaknya, begitulah menurut pemerintah; stok yang menginap di gudang-gudang Perum Bulog mencapai 1,4 juta ton. Ini cukup untuk kebutuhan hingga saat panen raya pada April nanti. Besarnya kenaikan bervariasi di berbagai tempat. Tapi dugaan mengenai penyebabnya serupa: ada pedagang, mafia, dan spekulan yang menimbun, serta saluran distribusi yang acak-adul.

Dua faktor itu sudah lama bercokol. Jika hingga kini kenaikan liar harga beras masih saja terjadi setiap kali menjelang panen raya, tentu harus dikatakan bahwa kemampuan pemerintah mengatasi sumber masalahnya luar biasa melempem. Itu pun kalau selama ini ada upaya mengadakan perbaikan.

Memang bisa saja kenaikan harga terjadi karena lonjakan permintaan. Dengan kata lain, ada konsumsi yang meningkat. Penyebabnya bisa berupa tambahan pendapatan di kalangan masyarakat miskin akibat pembagian Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, serta Kartu Keluarga Sejahtera, yang merupakan program Presiden Joko Widodo. Bisa pula karena proporsi konsumsi beras dalam rumah tangga yang masih tinggi.

Masalahnya, dengan tingkat produksi beras dalam negeri setahun terakhir yang bisa dibilang normal, sebesar apa pun kenaikan konsumsi itu akan sulit dipenuhi bila distribusinya ropak-rapik. Semestinya inilah yang menjadi pusat perhatian pemerintah. Upaya serius membenahinya mau tak mau wajib diutamakan. Langkah perbaikan pun sebaiknya dilaksanakan sungguh-sungguh.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam penyelenggaraan distribusi, sekurang-kurangnya ada dua hal yang merupakan sumber masalah, yakni kesenjangan produksi antardaerah dan panjangnya mata rantai antara produsen dan konsumen. Daerah yang bukan produsen beras atau yang tingkat panennya rendah berpeluang mendapat harga lebih tinggi ketimbang daerah yang surplus. Tingkat harga yang sama juga tak terhindarkan bila tengkulak lebih banyak berperan sebagai penghubung antara petani dan pasar.

Pemerintahlah yang bertanggung jawab menangkal keadaan itu dengan menutup kesenjangan produksi serta memperpendek mata rantai antara produsen dan konsumen. Inilah tugas yang harus dijalankan oleh Bulog, badan yang bertanggung jawab mengelola serta mengendalikan persediaan, distribusi, dan harga beras. Sebagai prioritas, yang bisa segera dilakukan Bulog adalah menyusun rencana konkret untuk memutus mata rantai itu.

Agar siklus melambungnya harga beras bisa diakhiri, pelaksanaan rencana-rencana tersebut jelas tak boleh sembarangan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pemulihan Pusat Data Nasional, Pelayanan Keimigrasian Mulai Beroperasi

4 menit lalu

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan. Tempo/Aisyah Amira Wakang.
Pemulihan Pusat Data Nasional, Pelayanan Keimigrasian Mulai Beroperasi

Upaya pemulihan Pusat Data Nasional yang sempat bermasalah terus dilakukan. Saat ini pelayanan keimigrasian sudah mulai berjalan.


Cerita Bamsoet Ajukan Gelar Guru Besar, Mengaku Temui Nadiem Sampaikan Keinginan

5 menit lalu

Ketua MPR RI/Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Borobudur, Universitas Trisakti, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan RI (UNHAN), Bambang Soesatyo.
Cerita Bamsoet Ajukan Gelar Guru Besar, Mengaku Temui Nadiem Sampaikan Keinginan

Bagaimana cerita Bamsoet ajukan gelar guru besar?


Ketum GM FKPPI: Kewenangan MKD Sebatas Pelaksanaan Tugas Anggota DPR

9 menit lalu

Ketua Umum Generasi Muda FKPPI, Sandi Rahmat Mandela.
Ketum GM FKPPI: Kewenangan MKD Sebatas Pelaksanaan Tugas Anggota DPR

Kewenangan MKD hanya mencakup pelaksanaan tugas sebagai anggota DPR


KCIC Beri Diskon Tiket Kereta Cepat Whoosh 20 Persen

11 menit lalu

Suasana di Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Halim, Jakarta. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
KCIC Beri Diskon Tiket Kereta Cepat Whoosh 20 Persen

PT Kereta Cepat Indonesia Cina atau KCIC memberi diskon tiket kereta cepat Whoosh 20 persen untuk meriahkan ulang tahun Jakarta.


Keputusan Ketua MPR Tidak Penuhi Panggilan MKD Dinilai Ketum HIPAKAD Sesuai Aturan

25 menit lalu

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) sekaligus Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Hariara Tambunan
Keputusan Ketua MPR Tidak Penuhi Panggilan MKD Dinilai Ketum HIPAKAD Sesuai Aturan

Pernyataan asli yang dikeluarkan Bamsoet berbeda dengan yang dilaporkan atau dituduhkan kepada Bamsoet melalui MKD DPR.


Taiwan Deteksi 41 Pesawat Militer Cina di Sekitar Pulau

37 menit lalu

Pesawat Angkatan Udara ikut serta dalam latihan militer oleh Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) di sekitar Taiwan, dalam tangkapan layar dari video selebaran yang dirilis pada 19 Agustus 2023. (Foto file: Reuters)
Taiwan Deteksi 41 Pesawat Militer Cina di Sekitar Pulau

Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 41 pesawat militer Cina di sekitar pulau itu dalam waktu 24 jam.


Pemerintah Kembali akan Lelang Surat Utang Negara 25 Juni, Targetkan Maksimal Rp 33 Triliun

50 menit lalu

Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO
Pemerintah Kembali akan Lelang Surat Utang Negara 25 Juni, Targetkan Maksimal Rp 33 Triliun

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, akan kembali melakukan lelang Surat Utang Negara atau SUN pada Selasa, 25 Juni 2024.


Traveli ke Hong Kong, 7 Destinasi Wisata Malam Ini Menarik Dikunjungi

1 jam lalu

Victoria Harbour, Hong Kong. Unsplash.com/Ariam Dato-on
Traveli ke Hong Kong, 7 Destinasi Wisata Malam Ini Menarik Dikunjungi

Tidak hanya sekedar hiburan malam, ada banyak aktivitas untuk dapat mengenali dan mempelajari sejarah dan warisan budaya Hong Kong


Kecelakaan di KM 405 Ruas Jalan Tol Batang-Semarang, Jasamarga Evakuasi Korban Pajero Sport Tabrak Tronton

1 jam lalu

Jasa Marga evakuasi korban kecelakaan di Ruas Jalan Tol Batang-Semarang KM 405+200 arah Semarang, Sabtu 22 Juni 2024. FOTO: Jasa Marga
Kecelakaan di KM 405 Ruas Jalan Tol Batang-Semarang, Jasamarga Evakuasi Korban Pajero Sport Tabrak Tronton

Seluruh korban kecelakaan di Jalan Tol Semarang-Batang KM405 arah Semarang itu sudah dievakuasi pada pukul 08.40 WIB.


Absen Perayaan HUT DKI yang Dihadiri Anies di PRJ, Heru Budi Ngaku Rapat untuk Persiapan HUT RI

1 jam lalu

Penjabat  Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (tengah) memberikan pidato saat upacara bendera di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 22 Juni 2024. Pemprov DKI Jakarta menggelar upacara bendera untuk memperingati HUT  ke-497 Jakarta sekaligus tahun terakhir Jakarta menjadi Ibu Kota Negara dan pertunjukan seni di Monas yang berlangsung hingga malam hari. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Absen Perayaan HUT DKI yang Dihadiri Anies di PRJ, Heru Budi Ngaku Rapat untuk Persiapan HUT RI

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkap alasannya absen di acara HUT Jakarta yang digelar di PRJ Jumat malam.