Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Titik Temu Sunni-Syiah

image-profil

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ahmad Hifni, Peneliti Moderate Muslim Society (MMS)

Sunni dan Syiah merupakan dua mazhab yang paling penting dalam Islam, dengan sebagian besar umat Islam di dunia menggunakan keduanya sebagai pijakan utama.

Dalam perspektif historis, sesungguhnya para imam Syiah dan ulama Sunni pada masa lampau tidak mempertentangkan perbedaan ijtihad mereka. Setiap orang saling menghargai dan tidak ada yang saling melecehkan ijtihad masing-masing. Mereka memahami bahwa mereka bagian dari keluarga umat Islam. Faktanya, mereka hidup berbaur dan tidak sedikit pun menyalakan api perpecahan.

Hubungan harmonis tersebut terlihat dari hubungan para pemuka mazhab, seperti Zayd bin Ali, imam Syiah Zaidiyah yang belajar fikih dan dasar akidah dari Abu Hanifah, salah satu imam Sunni. Sedangkan Abu Hanifah belajar hadis dan ilmu-ilmu lainnya dari imam Ja'far Shadiq, imam Syiah. Mereka tidak berbeda pendapat perihal fundamen agama, perbedaan terjadi dalam memahami hukum-hukum yang bersifat partikular (al-ahkam al-far'iyyah). Karena itu, perbedaan mereka dalam hal-hal yang parsial, sejatinya merupakan rahmat, berkah, potensi, dan keluasan.

Kondisi tersebut terus bertahan hingga pertengahan abad IV Hijriah dan mulai melemah pada masa dinasti Abbasiah. Mereka kemudian terpetakan dalam polarisasi akibat faksionalisasi politik. Konsekuensinya, lahirlah fanatisme mazhab sebagai cikal-bakal munculnya permusuhan antara Sunni dan Syiah. Ulama dari kedua mazhab tersebut mempersempit kajiannya pada apa yang dipelajari dari imam dan syekhnya (baca: ulama besar), lalu fanatik, kemudian menyerang dengan keras pandangan yang tidak sejalan dengan dirinya.

Sektarianisme Sunni-Syiah terus berkembang akibat pengaruh politik. Kolonialisme memecah belah persatuan umat Islam, khususnya Zionisme yang menggunakan kekuatan militer dan segala tipu daya lainnya. Sungguh yang lebih memprihatinkan, politik friksionis yang dilakukan oleh kolonialisme Zionis sangat aktif dan dinamis di sejumlah dunia Islam hingga saat ini. Mereka memperjualbelikan konflik dengan mengatasnamakan agama.

Padahal, konflik yang terjadi di antara kalangan Sunni dan Syiah sungguh merupakan konflik politik dan bukan konflik keagamaan. Konflik politik akan mengakibatkan luka yang sangat mendalam, sedangkan konflik keagamaan menjadi rahmat.

Perbedaan mendasar dalam kedua konflik tersebut adalah, pertama, konflik sektarian dan bernuansa politik. Konflik ini menanam kebencian di dalam hati sanubari umat, sehingga memporak-porandakan persatuan umat. Maka, meluruskan konflik yang bernuansa sektarian dan politis merupakan sebuah keniscayaan, karena konflik itu dapat menumbuhkan nalar dan sikap diskriminatif di kalangan umat Islam.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kedua, konflik bernuansa keagamaan, khususnya fikih dan mazhab. Konflik pada ranah ini bukanlah persoalan, karena membuktikan dinamika dan revitalisasi. Konflik tersebut dibangun atas dasar perdebatan dengan menggunakan berbagai perspektif, analisis, dan tradisi keagamaan. Sejauh perdebatan menggunakan sumber yang sama, yaitu Al-Quran, sunah, dan tidak mengingkari dasar-dasar yang sudah mapan.

Tidak ada perbedaan perihal fundamen agama antara Sunni dan Syiah. Sebagaimana para imam mazhab Sunni yang sangat populer, yaitu imam Abu Hanifah, imam Malik, imam Ahmad bin Hanbal, dan imam Syafi'i, adalah para ulama yang mempunyai tempat terhormat di mata para ulama fikih Syiah. Sebaliknya, para ulama fikih Sunni tidak mengabaikan keberadaan ulama fikih ahlul bait, mereka menganggap imam Ja'far Shadiq sebagai ulama fikih yang paling cemerlang pada zamannya.

Adapun ulama-ulama Sunni menerima lebih seratus orang perawi hadis dari kalangan Syiah. Sebaliknya, kalangan Syiah juga menerima hadis dari kalangan sunni seperti dikatakan Syekh Muhammad Hasan Shadar dalam kitabnya Al-Syiah, "Syiah selalu menerima hadis dari kalangan Sunni, apabila diketahui perawinya jujur dan kuat hafalannya." Di sinilah dapat kita temui fakta historis titik temu Sunni-Syiah.

Ketika konflik Sunni-Syiah terus terjadi akibat friksi politik, justru di seantero dunia umat manusia membangun aliansi dalam komunitas. Mereka berbondong-bondong membangun kesepakatan bisnis dan politik, meskipun berbeda keyakinan, prinsip, ideologi, dan pandangan. Pertanyaannya, mengapa umat Islam, baik Sunni maupun Syiah, tidak membangun kekuatan besar? Bukankah Tuhan kita satu, nabi kita satu, kitab suci kita satu, dan kiblat ibadah kita juga satu?

Tidak dimungkiri lagi, faktor utama yang menyebabkan jatuhnya umat Islam adalah keterbelahan dalam berbagai golongan, aliran, dan partai. Padahal Islam merupakan agama yang mempunyai tujuan mulia untuk melanjutkan tonggak pilar kemanusiaan sebagai landasan bagi tegaknya kebenaran, keadilan, dan kesetaraan, khususnya dalam membangun masyarakat yang humanis, aman, tenteram, dan sejahtera.

Kenyataannya, sangat ironis, penganut mazhab Sunni dan Syiah mudah terjerumus dalam konspirasi pihak ketiga. Sikap kita selama ini seolah-olah memberikan angin segar bagi misi yang dilancarkan mereka untuk memecah belah persatuan umat Islam.


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


10 Negara Eropa dengan Penduduk Muslim Terbanyak, Rusia Nomor Satu

38 hari lalu

Foto udara sejumlah umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri 1445 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 10 April 2024. Salat Idul Fitri 1445 Hijriah yang diikuti ribuan warga muslim dari berbagai daerah tersebut setelah adanya penetapan oleh pemerintah 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu (10/4). ANTARA FOTO/Makna Zaezar
10 Negara Eropa dengan Penduduk Muslim Terbanyak, Rusia Nomor Satu

Berikut ini daftar negara Eropa dengan penduduk Muslim terbanyak berdasarkan jumlahnya pada 2020. Rusia jadi nomor satu.


Makna Isra Miraj 1445 Hijriah dan Rekomendasi 30 Link Twibbon

8 Februari 2024

Isra Miraj artinya perjalanan yang dilakukan Nabi SAW di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk bertemu Allah SWT. Ini sejarahnya. Foto: Canva
Makna Isra Miraj 1445 Hijriah dan Rekomendasi 30 Link Twibbon

Untuk memeriahkan Isra Miraj petang ini, berikut link twibbon untuk media sosial anda.


Nahdlatul Ulama Dorong Pendidikan Madrasah Berkualitas, Moderat & Tak Radikal di Depok

29 Mei 2023

Ilustrasi Madrasah. antaranews.com
Nahdlatul Ulama Dorong Pendidikan Madrasah Berkualitas, Moderat & Tak Radikal di Depok

Nahdlatul Ulama Depok tengah fokus dalam pengembangan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan terutama madrasah.


Mengkaji Islam dalam Ilmu dan Pengamalnya

31 Maret 2023

Mengkaji Islam dalam Ilmu dan Pengamalnya

Ilmu mengkaji Islam berkembang di timur tengah dan negara barat. Namun ihwal pengamalan patut belajar ke Indonesia.


Indonesia Diharapkan Jadi Referensi Keislaman Dunia

15 Maret 2023

Indonesia Diharapkan Jadi Referensi Keislaman Dunia

Indonesia tidak hanya negara muslim terbesar


Hukum Puasa Ramadan Bagi Orang dalam Perjalanan Jauh

9 Maret 2023

Pengamat astronomi Palestina menggunakan teleskop untuk melihat posisi bulan yang menandai awal bulan suci puasa Ramadan di Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel 12 April 2021. REUTERS/Mussa Qawasma
Hukum Puasa Ramadan Bagi Orang dalam Perjalanan Jauh

Hukum puasa Ramadan bagi orang dalam perjalanan jauh adalah boleh dibatalkan atau diteruskan asalkan sesuai ketentuan. Simak hukum puasanya di sini:


Pembakaran Al Quran Pernah Terjadi di 4 Negara Ini

25 Januari 2023

Seorang pengunjuk rasa memegang spanduk di depan Konsulat Jenderal Swedia setelah Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras, membakar salinan Alquran di dekat Kedutaan Besar Turki di Stockholm, di Istanbul, Turki, 22 Januari 2023  .REUTERS/Umit Bektas
Pembakaran Al Quran Pernah Terjadi di 4 Negara Ini

Dunia sedang digemparkan oleh peristiwa pembakaran Al Quran yang dilakukan Rasmus Poludan di Swedia. Berikut daftar negara alami kejadian serupa.


Ada Makam Keramat dalam Kebun Binatang Ragunan, Pusara Siapa?

24 Januari 2023

Makam keramat Eyang Sona Wijaya Sakti di dalam Taman Margasatwa Ragunan. Google Maps
Ada Makam Keramat dalam Kebun Binatang Ragunan, Pusara Siapa?

Tak banyak orang tahu, ada makam keramat dalam kebun binatang Ragunan. Makam tersebut ternyata milik almarhum Syekh Sona Wijaya Sakti, siapakah dia?


4 Manfaat Menghindari Gibah Selain Mahir dalam Bergaul

3 Desember 2022

Ilustrasi bergosip. shutterstock.com
4 Manfaat Menghindari Gibah Selain Mahir dalam Bergaul

Orang yang menjaga lisan dan menghindari gibah akan lancar dalam pergaulan dan mahir menjaga pertemanan.


10 Agama Terbesar di Dunia 2022 Berdasarkan Jumlah Pengikutnya, Islam ke Berapa?

23 November 2022

Warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di hari pertama Idul Adha di kompleks yang dikenal umat Islam sebagai Tempat Suci dan Gunung Kuil, di Kota Tua Yerusalem, 9 Juli 2022. REUTERS/Ammar Awad
10 Agama Terbesar di Dunia 2022 Berdasarkan Jumlah Pengikutnya, Islam ke Berapa?

Berikut daftar 10 agama terbesar di dunia 2022 berdasarkan jumlah pengikutnya versi World Population Review