Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ogoh-ogoh sebagai Kritik Sosial

image-profil

image-gnews
Iklan

AGUS DERMAWAN T., PENGAMAT BUDAYA DAN SENI

Saya beberapa kali mengikuti upacara Nyepi untuk menyambut Tahun Saka. Beberapa minggu sebelum memasuki Nyepi, masyarakat Bali selalu membuat ogoh-ogoh, atau boneka besar (ogoh artinya besar, gede). Boneka ini berbahan bambu, jerami, dan kertas, yang bentuknya menggambarkan butha kala (makhluk jahat). Ratusan banjar di seluruh Bali menciptakan ogoh-ogoh ini.

Lantaran hal-hal jahat adalah bagian yang paling menakutkan masyarakat Bali, presentasi ogoh-ogoh menjadi sangat artikulatif. Perwujudan ogoh-ogoh dibikin sejahat-jahatnya, seseram-seramnya, segarang-garangnya, sehingga orang yang melihat akan terentak untuk kemudian membenci sebenci-bencinya. Dan lantaran kejahatan di Indonesia semakin hari semakin besar kadarnya, ogoh-ogoh yang dicipta semakin tahun juga semakin besar ukurannya. Bahkan sering terlihat ogoh-ogoh yang tingginya seatap rumah.

Yang menarik, di balik ogoh-ogoh raksasa itu, kini tercipta ogoh-ogoh mini, yang tingginya sekitar satu meter saja. Ogoh-ogoh kecil ini ternyata diciptakan oleh anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Lho, kok anak-anak ikut-ikutan bertempur melawan kejahatan? Maka terdengarlah kompilasi jawaban para bocah itu.

”Karena sekarang anak-anak juga dijahati. Anak disiksa orang dewasa, dipekerjakan seenaknya. Banyak pemerintah daerah yang tidak mempedulikan sekolah anak-anaknya yang reyot dan nyaris ambruk. Banyak infrastruktur untuk menuntut ilmu tidak dibangun, sehingga anak-anak harus meniti jembatan penuh bahaya untuk menuju ke sekolahnya. Tak sedikit guru-guru yang melakukan pelecehan seks serta memberi hukuman yang keterlaluan kepada anak-anak, suatu hal yang membuat antaranak punya kebiasaan mem-bully.”

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ribuan ogoh-ogoh itu pada malam sebelum Nyepi lantas diarak. Puluhan ribu orang Bali mengusung dan menggoyang-goyang patung makhluk jahat itu dengan tetabuhan menimpali seru. Patung-patung itu diteriaki, dihina, dan dipukuli beribu kali. Lalu di situ dapat kita melihat, betapa ogoh-ogoh ternyata terbangun dari isu sosial yang sedang dominan.

Ketika bom Bali menghancurkan kehidupan orang Bali, ogoh-ogoh itu berbentuk figur teroris yang keji. Ketika narkotik marak, ogoh-ogoh itu berwujud butha gila yang memakan sampah. Ketika polisi sang penjaga rakyat (justru) merusak ketenteraman, ogoh-ogoh bergigi panjang dan berkuku tajam itu bertopi polisi. Ketika korupsi menjadi-jadi seperti sekarang, butha kala memakai jas parlemen mendadak muncul di jalanan.

Arak-arakan usai saat hampir tengah malam. Di bawah langit Bali yang hening, setelah ditaburi doa-doa pengusir setan, patung-patung yang seram namun artistik itu, yang dibangun dari upaya ngayah (gotong-royong), dan dari setumpuk uang hasil urunan sukarela warga, dibakar habis. Musnahlah kejahatan. Kemudian upacara Nyepi berlangsung dalam keheningan.

Dalam Nyepi, saya lantas berpikir ke belakang. Sekitar 70 tahun lalu, ketika antropolog Margaret Mead meminta para seniman daerah Batuan melukiskan sisi-sisi kegelisahan kehidupan, yang muncul di kertas adalah jejak leak yang berkelindan di sekitar rumah dan banjarnya. Kini leak-leak itu, sebagaimana tampak dalam presentasi ogoh-ogoh, nyata sudah ngider ke seluruh Indonesia Raya. *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Langgar Aturan Nyepi Ratna Sarumpaet Dihentikan Pecalang, Begini Syarat Menjadi Pecalang

14 Maret 2024

Ratna Sarumpaet diberhentikan pecalang karena keluar rumah saat Hari Raya Nyepi di Bali, Senin, 11 Maret 2024. Instagram/Planet Denpasar/Jurnalis Rakyat
Langgar Aturan Nyepi Ratna Sarumpaet Dihentikan Pecalang, Begini Syarat Menjadi Pecalang

Ratna Sarumpaet menggunakan mobil saat perayaan Nyepi di Bali pada Senin, 11 Maret 2024, aksinya tersebut kemudian diingatkan pecalang setempat.


Hari Raya Nyepi 2024, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Tutup Sementara

11 Maret 2024

Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi jalan tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Senin, 11 Maret 2024. Pengamanan yang dilakukan oleh Pecalang di seluruh desa adat di Bali tersebut untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menyalakan api (amati geni), tidak berpergian (amati lelungan), tidak bersenang-senang (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Hari Raya Nyepi 2024, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Tutup Sementara

Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi tahun baru Caka 1946 pada hari ini, Senin, 11 Maret 2024.


Menko PMK Muhadjir Effendy Hadiri Upacara Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi di Candi Prambanan

11 Maret 2024

Menko PMK Muhadjir Effendy menghadiri Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan, Yogyakarta, Ahad, 10 Maret 2024. Foto: Istimewa
Menko PMK Muhadjir Effendy Hadiri Upacara Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi di Candi Prambanan

Upacara Tawur Agung Kesanga dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendy di Candi Prambanan sehari sebelum Hari Raya Nyepi.


Terkini: Insiden Pilot Batik Air Tertidur Pernah Dialami Ethiopian Airlines, Mulai 10 Maret Barang Impor Bawaan Penumpang Dibatasi

11 Maret 2024

Armada baru batik Air jenis Airbus A320 Neo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis, 6 Februari 2020. Jangkauan jarak pesawat digadang-gadang lebih jauh 900 kilometer ketimbang pesawat sebelumnya. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Terkini: Insiden Pilot Batik Air Tertidur Pernah Dialami Ethiopian Airlines, Mulai 10 Maret Barang Impor Bawaan Penumpang Dibatasi

Insiden mirip pilot dan kopilot Batik Air yang tertidur pulas selama setengah jam, juga pernah dialami maskapai Ethiopian Airlines dua tahun lalu.


Hingga H-1 Nyepi, Jasa Marga Catat 520 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

11 Maret 2024

Sejumlah kendaraan pemudik melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Kabupaten Karawang , Jawa Barat, Sabtu 23 Desember 2023. PT Jasa Marga mencatat volume lalu lintas kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 meningkat 23,52 persen dibandingkan hari biasa . ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Hingga H-1 Nyepi, Jasa Marga Catat 520 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 520.890 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-3 hingga H-1 Hari Raya Nyepi 2024 atau pada Jumat-Minggu, 8 hingga 10 Maret 2024.


Rangkaian Tradisi Hari Raya Nyepi yang Sakral dan Penuh Makna

11 Maret 2024

Umat Hindu membasuh kaki sembari memanggul sesajen untuk persembahan pada ritual Melasti di Pura Melasti Pantai Dupa, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 10 Maret 2024. Upacara Melasti yang digelar sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 itu untuk meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada para Dewata manifestasi Tuhan Yang Maha Esa, untuk menghanyutkan penderitaan masyarakat, menghilangkan papa klesa, dan mencegah kerusakan alam. ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Rangkaian Tradisi Hari Raya Nyepi yang Sakral dan Penuh Makna

Nyepi bermakna sebagai hari kebangkitan, pembaharuan, toleransi, hingga kedamaian. Kenali tradisi Hari Raya Nyepi dalam berikut ini.


Arti Rahajeng Rahina Nyepi dan Maknanya yang Mendalam

11 Maret 2024

Sejumlah penari meramaikan pawai ogoh-ogoh dan pawai budaya Jawa Barat di Cimahi, 10 Maret 2024. Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Cimahi menggelar pawai budaya dan pawai ogoh-ogoh sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Nyepi tahun caka 1946 atau 11 Maret 2024. TEMPO/Prima Mulia
Arti Rahajeng Rahina Nyepi dan Maknanya yang Mendalam

Kalimat rahajeng rahina Nyepi sering diucapkan saat Nyepi. Kalimat ini memiliki makna yang bagus. Lalu, apa arti rahajeng rahina Nyepi?


Presiden Jokowi: Rahajeng Rahina Nyepi 2024, Warsa Anyar Caka 1946

11 Maret 2024

Tangkapan layar - Akun instagram @jokowi memposting ucapan Rahajeng Rahina Nyepi 2024, Warsa Anyar Caka 1946 dilansir di Jakarta, Senin (11/3/2024). (ANTARA/Andi Firdaus).
Presiden Jokowi: Rahajeng Rahina Nyepi 2024, Warsa Anyar Caka 1946

Jokowi mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 2024 kepada umat Hindu lewat akun Instagram.


Makna Hari Nyepi, Salah Satunya untuk Melepas Sifat Serakah

11 Maret 2024

Sejumlah Pecalang berjaga di ruas jalan menuju permukiman umat Hindu saat Hari Raya Nyepi 2024 di Lingkungan Karang Lelede, Mataram, NTB, Senin, 11 Maret 2024. Sejumlah ruas jalan yang menuju permukiman umat Hindu di Mataram ditutup pada Hari Raya Nyepi tahun Saka 1946 saat umat Hindu di Lombok menjalani ritual catur tapa brata penyepian yang dimulai Senin pagi (11/3) pukul 06.00 WITA hingga Selasa (12/3) pukul 06.00 WITA. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Makna Hari Nyepi, Salah Satunya untuk Melepas Sifat Serakah

Nyepi menjadi momen sakral bagi umat hindu untuk merenung dan memohon ampunan. Ketahui makna Hari Nyepi dan aturannya berikut ini.


Nyepi Di Candi Prambanan, Polisi Berkuda Patroli dan Tiga Akses Masuk Dijaga Bregada

11 Maret 2024

Prajurit Bregada berjaga saat Nyepi di Candi Prambanan Yogyakarta Senin, 11 Maret 2023. Tempo/Pribadi Wicaksono
Nyepi Di Candi Prambanan, Polisi Berkuda Patroli dan Tiga Akses Masuk Dijaga Bregada

Kawasan Candi Prambanan Yogyakarta tampak ditutup dari kunjungan wisata pada perayaan Hari Raya Nyepi 1946, Senin 11 Maret 2024.