Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengubur Mafia Migas Petral

Oleh

image-gnews
Iklan

Rencana pemerintah membubarkan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) sudah tepat. Bertahun-tahun Petral menjadi sarang mafia minyak dan gas bumi. Banyak pihak menikmati keuntungan pengadaan impor bahan bakar minyak oleh Pertamina. Akibatnya, terjadi pemborosan.

Mafia migas sulit dipisahkan dari Petral. Sebab, dalam setiap transaksi minyak yang terjadi di Petral selalu ada peluang permainan. Apalagi, selama bertahun-tahun, kewenangan tender pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak untuk Pertamina ada di tangan Petral.

Gelagat adanya penyimpangan di anak perusahaan Pertamina yang berbasis di Singapura ini sudah terendus sejak 2012. Kala itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan mendengar tuduhan praktek bagi-bagi komisi per barel untuk orang-orang tertentu. Sayangnya, tak ada kelanjutan penanganan masalah ini.

Barulah pada pemerintahan Joko Widodo, muncul komitmen untuk memberantas mafia migas yang sudah kronis itu. Salah satunya, ya, dengan membubarkan Petral. Maka, untuk menangani kasus ini, dibentuklah Satuan Tugas Anti-Mafia Migas, yang diketuai Faisal Basri.

Atas rekomendasi Satgas, kewenangan Petral dilimpahkan kepada Integrated Supply Chain (ISC), unit usaha Pertamina. Meski sedikit terlambat, upaya ini layak didukung. Apalagi pengalihan tersebut membuat Pertamina bisa berhemat US$ 20 juta (sekitar Rp 258 miliar).

Rencana pembubaran ini tentu menimbulkan pro dan kontra. Meski begitu, pemerintah tak perlu ragu untuk meneruskan rencana tersebut. Terlebih tugas Petral kini sudah sepenuhnya bisa ditangani ISC. Respons positif datang dari mitra usaha karena mereka bisa langsung berbisnis dengan Pertamina.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebelumnya, berdasarkan keputusan direksi Petral, hanya NOC (national oil company) yang bisa ikut tender. Peraturan ini memberi kesan mata rantai pengadaan minyak menjadi pendek. Padahal justru sebaliknya. Apalagi NOC tak selalu memasok minyak sendiri, tapi juga dari pihak lain.

Di sinilah para mafia minyak bermain. Akibatnya, mata rantai perdagangan makin panjang. Namun tipu muslihat ini akhirnya terbongkar setelah Satgas menemukan kejanggalan pada satu perusahaan dalam daftar mitra usaha Petral, Maldives NOC Ltd.

Tanpa sumber minyak, Maldives bisa menang tender. Begitu pula dengan PTT (NOC Thailand), yang ternyata digunakan sebagai tumpangan saja dalam pengadaan minyak mentah Azeri dari Azerbaijan. Manipulasi pengadaan minyak melalui perusahaan pemerintah asing inilah dosa besar Petral.

Praktek kotor ini tentu saja membuat lembaran dolar mengalir deras ke kantong para petinggi Petral. Satgas menemukan bahwa gaji para bos Petral sungguh tidak masuk akal. Gaji direktur utamanya mencapai US$ 44 ribu (sekitar Rp 567 juta) per bulan. Angka ini jauh di atas gaji Direktur Utama Pertamina, yang Rp 200 juta per bulan.

Cara paling aman untuk mengubur mafia migas adalah Pertamina menangani ekspor dan impor minyak mentah sendiri. Dengan begitu, jika mendapat diskon, ini dinikmati oleh negara, bukan broker.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pengamat Ungkap Keunggulan Risma-Marzuki Jika Melawan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim

1 menit lalu

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bertemu mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Emil Dardak (kiri), di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Jumat, 7 Juni 2024. TEMPO/Sultan Abdurrahman
Pengamat Ungkap Keunggulan Risma-Marzuki Jika Melawan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim

Adi Prayitno menjabarkan keunggulan yang dimiliki Risma-Marzuki untuk melawan petahana Khofifah-Emil.


Soal Arah Dukungan Rizieq Shihab di Pilkada Jakarta, Yusuf Martak: Masih Dipertimbangkan

2 menit lalu

Rizieq Shihab berceramah dalam aksi Reuni 212 di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Jumat, 2 Desember 2022. Penanggung jawab Reuni 212 Yusuf Martak mengaku telah memaksa Rizieq untuk datang ke perhelatan tersebut. TEMPO/Abdullah Syamil Iskandar
Soal Arah Dukungan Rizieq Shihab di Pilkada Jakarta, Yusuf Martak: Masih Dipertimbangkan

Pandangan eks Ketua Front Pembela Islam atau FPI, Rizieq Shihab mengenai arah dukungan di pilkada Jakarta masih samar.


Ditemukan Tenda Jemaah Haji Tak Layak di Mina, Ini Tanggapan Menteri Agama

3 menit lalu

Suasana jamaah haji berjalan kaki di Mina, Makkah, Arab Saudi, Senin 17 Juni 2024. PPIH Arab Saudi mengimbau jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi agar membadalkan lontar jamrahnya guna menjaga kesehatan dan keselamatan mereka. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ditemukan Tenda Jemaah Haji Tak Layak di Mina, Ini Tanggapan Menteri Agama

Menteri Agama Yaqut Cholil Qouma, mengaku akan mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji.


PPDB 2024: Kecurangan hingga Tanggapan Komisi X DPR

10 menit lalu

Ilustrasi PPDB Online (siap-ppdb.com)
PPDB 2024: Kecurangan hingga Tanggapan Komisi X DPR

PPDB merupakan proses penerimaan siswa baru setiap tahun yang diselenggarakan di seluruh tingkat sekolah


Anies Tanggapi Aturan Baru Bayar PBB-P2 di Jakarta: Harus Ada Sosialiasi

23 menit lalu

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono usai upacara rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-497 dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kaliata, Jakarta Selatan pada Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/Desty Luthfiani.
Anies Tanggapi Aturan Baru Bayar PBB-P2 di Jakarta: Harus Ada Sosialiasi

Pemprov Jakarta, kata Anies, seharusnya membuat Jakarta sebagai kota yang terbuka dan nyaman.


Inilah Kelebihan dan Kekurangan Wireless Charging

24 menit lalu

HP dengan wireless charging. Foto: Canva
Inilah Kelebihan dan Kekurangan Wireless Charging

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan wireless charging.


Egianus Kogoya Disebut Bakal Bebaskan Pilot Susi Air Tanpa Tuntutan Politik

32 menit lalu

Kondisi terkini pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Foto: TPNPB-OPM
Egianus Kogoya Disebut Bakal Bebaskan Pilot Susi Air Tanpa Tuntutan Politik

Egianus Kogoya dikabarkan berencana membebaskan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, tanpa tuntutan politik. Namun pembebasan itu tanpa perantara.


Siswi 16 Tahun Asal Klaten Lolos ke Unair Jalur SNBT: It's All Well Written

37 menit lalu

Kampus Universitas Airlangga Surabaya. ANTARA/HO-Humas Unair.
Siswi 16 Tahun Asal Klaten Lolos ke Unair Jalur SNBT: It's All Well Written

Nickita Agiesya Putri, 16 tahun, menjadi mahasiswa termuda Universitas Airlangga (Unair) yang diterima melalui jalur SNBT 2024.


Cara Menuju Perkampungan Betawi Setu Babakan dengan KRL dan TransJakarta

37 menit lalu

Sejumlah wisatawan berkunjung di kawasan Museum Betawi, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta, Ahad, 28 Juni 2020. Penglola juga membatasi san jam kunjung pada pukul 9.00-15.00 WIB dan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen guna meminimalisir penyebaran COVID-19. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Cara Menuju Perkampungan Betawi Setu Babakan dengan KRL dan TransJakarta

Lokasinya yang strategis membuat Setu Babakan terhitung mudah dijangkau dengan beragam moda transportasi.


Istana Sebut Harun Masiku Mustinya Bisa Ditangkap dalam Waktu Dekat

37 menit lalu

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ditemui di Gedung KSP, Istana Kepresidenen Jakarta, Senin, 1 April 2024. TEMPO/Daniel A. Fajri
Istana Sebut Harun Masiku Mustinya Bisa Ditangkap dalam Waktu Dekat

Moeldoko enggan mengelaborasi saat ditanya apakah Presiden Jokowi mengetahui Harun Masiku dapat ditangkap dalam waktu dekat.