Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ketegasan Jenderal Badrodin

Oleh

image-gnews
Iklan

MARKAS Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia akhir-akhir ini seperti dinaungi lebih dari satu "matahari". Jenderal Badrodin Haiti, yang secara formal memimpin korps berbaju cokelat ini, terkesan tidak sepenuhnya memegang kendali. Ia pun beberapa kali menjadi "pemadam kebakaran" terhadap sejumlah langkah anak buahnya.

"Kebakaran" terakhir dipantik penangkapan kontroversial Novel Baswedan. Pada tengah malam, Jumat pekan lalu, Badan Reserse Kriminal mendatangi penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi itu di rumahnya untuk dibawa ke kantor polisi. Sejak 2012, polisi menjerat Novel dengan status tersangka "penganiayaan saksi" untuk kejadian di Bengkulu, 11 tahun silam, ketika ia bertugas sebagai Kepala Unit Reserse.

Penangkapan ini menuai gelombang protes dari khalayak. Mereka menganggap Badan Reserse melanjutkan kriminalisasi terhadap para petinggi komisi antikorupsi. Puluhan ribu orang menandatangani petisi daring kepada Presiden Joko Widodo dan Jenderal Badrodin agar membebaskan Novel. Lalu, melalui media massa, Presiden memerintahkan polisi untuk tidak menahan investigator andal itu.

Di sinilah Jenderal Badrodin menjadi "pemadam kebakaran" yang, sayangnya, tidak terlalu mujarab. Ia tidak bisa segera menjalankan perintah Kepala Negara. Tangannya seolah tak bisa menjangkau bawahannya, terutama Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Budi Waseso. Novel baru dibebaskan lebih dari 1 x 24 jam, setelah ia diangkut ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok; diterbangkan ke Bengkulu; dan dibawa kembali ke Jakarta. Budi Waseso juga berani mengomentari perintah Presiden--atasan langsung Kepala Polri-itu sebagai "lebay" alias berlebihan.

Sebelum Novel, Badan Reserse telah menersangkakan Ketua KPK Abraham Samad dan wakilnya, Bambang Widjojanto. Sejumlah aktivis antikorupsi juga diperkarakan. Semua itu seperti rentetan pembalasan setelah komisi antirasuah menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka, begitu Presiden Joko Widodo mencalonkannya menjadi Kepala Polri, Januari lalu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bulan lalu, Jokowi telah memerintahkan Kepolisian untuk menghentikan kriminalisasi terhadap pemimpin dan penyidik KPK. Badrodin, yang ketika itu masih dalam proses pencalonannya menjadi Kapolri, menyatakan siap menjalankan perintah itu. Kenyataannya, ia terkesan hanya berusaha memadamkan kebakaran setelah didesak kanan-kiri. Kepala Polri selayaknya mengevaluasi anak buahnya.

Jenderal Badrodin seharusnya memastikan personel Kepolisian tidak menggunakan kekuasaan di luar kepentingan penegakan hukum, apalagi demi dendam segelintir elite lembaga itu. Ia sepatutnya menghentikan penelikungan atau gerakan diam-diam bawahannya. Jika perlu, perwira tinggi yang terbukti menjadi biang persoalan dicopot dari jabatannya.

Ketegasan itu diperlukan agar dia menjadi pemimpin Polri yang sesungguhnya. Jika tidak, Polri tetap akan dinaungi lebih dari satu "matahari". Jenderal Badrodin bisa saja bahkan menjadi sekadar bayang-bayang.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pilih Tas Kulit Asli atau Tas Kulit Sintetis? Cek Kebutuhanmu

4 menit lalu

Ilustrasi Tas Elizabeth/Tempo-Mitra Tarigan
Pilih Tas Kulit Asli atau Tas Kulit Sintetis? Cek Kebutuhanmu

Kapan gunakan tas kulit asli dan tas kulit sintetis menurutmu? Simak tips dari Head of Designer dari Brand Tas Elizabeth, Vernalyn Subali.


Saran Neurolog agar Migrain Tak Kumat saat Bekerja

5 menit lalu

Ilustrasi wanita migrain atau sakit kepala. Freepik.com
Saran Neurolog agar Migrain Tak Kumat saat Bekerja

Selain beban dan tekanan kerja yang tinggi, kemunculan gejala migrain juga bisa dipicu kondisi lingkungan tempat bekerja. Bagaimana mencegahnya?


Smelter Nikel PT ITSS Morowali Kembali Meledak, Dua Pekerja Terluka

6 menit lalu

Ledakan tungku smelter PT ITSS di Morowali kembali terulang. Sudah banyak korban.
Smelter Nikel PT ITSS Morowali Kembali Meledak, Dua Pekerja Terluka

Tungku smelter milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park atau IMIP kembali meledak.


Staf Hasto Kristiyanto Laporkan Penyidik KPK ke Bareskrim, PDIP Ingin Uji Keadilan Polri

10 menit lalu

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, seusai memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 10 Juni 2024. Dalam pemeriksaan ini penyidik KPK melakukan penyitaan Handphone milik Hasto. TEMPO/Imam Sukamto
Staf Hasto Kristiyanto Laporkan Penyidik KPK ke Bareskrim, PDIP Ingin Uji Keadilan Polri

PDIP menyinggung respons cepat Polda Metro Jaya memeriksa Hasto Kristiyanto di kasus dugaan penghasutan


Gubernur BI Pamer di Depan Jokowi: Inflasi RI Turun 10 Tahun Terakhir

13 menit lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. TEMPO/Tony Hartawan
Gubernur BI Pamer di Depan Jokowi: Inflasi RI Turun 10 Tahun Terakhir

Di hadapan Presiden Jokowi, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tingkat inflasi Indonesia dalam 10 tahun terakhir menurun dan dapat dikendalikan.


Jokowi dan Ketum Parpol Bahas Duet Ridwan Kamil-Kaesang di Pilgub DKI

13 menit lalu

Menkoperek Airlangga Hartarto Airlangga Hartarto menunjukan kepada Presiden Joko Widodo anggaran belanja kementerian yang telah masuk secara digital saat Penyerahan secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 29 November 2024.  Presiden Joko Widodo menyiapkan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp3.325,1 triliun pada 2024. Dana tersebut akan ditujukan untuk beberapa hal yang menjadi fokus. Dana tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp2.467,5 triliun dan transfer ke daerah Rp857,6 triliun. Pemerintah juga akan menuntaskan proyek infrastruktur prioritas, percepatan transformasi ekonomi hijau dan dukung reformasi birokrasi serta aparatur sipil negara (ASN). TEMPO/Subekti.
Jokowi dan Ketum Parpol Bahas Duet Ridwan Kamil-Kaesang di Pilgub DKI

Ketua Umum PAN Zulhas mengajukan nama Ridwan Kamil untuk pemilihan Gubernur Jakarta dalam rapat bersama Jokowi dan ketum partai lainnya.


Euro 2024: Hadapi Jerman di Laga Pembuka, Skotlandia Tanpa Beban dan Ekspektasi

18 menit lalu

Bek Liverpool, Andy Robertson. REUTERS
Euro 2024: Hadapi Jerman di Laga Pembuka, Skotlandia Tanpa Beban dan Ekspektasi

Skotlandia memasuki pertandingan pembuka Euro 2024 melawan Jerman tanpa tekanan atau ekspektasi. Apa kata kapten Timnas Skotlandia, Andy Robertson?


Lagu Back Door Stray Kids Dapat Sertifikasi Gold dari RIAA

19 menit lalu

Stray Kids di acara Red Carpet Golden Disc Awards ke-38 di Jakarta pada Sabtu, 6 Januari 2024. TEMPO/Marvela
Lagu Back Door Stray Kids Dapat Sertifikasi Gold dari RIAA

Stray Kids grup K-pop kedua setelah BTS yang mendapatkan sertifikasi emas dengan tiga lagu berbeda


KPU Jabar Rekrut 132.261 Orang Pantarlih untuk Pilkada 2024

19 menit lalu

Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO
KPU Jabar Rekrut 132.261 Orang Pantarlih untuk Pilkada 2024

KPU Jabar merekrut sebanyak 132.261 orang petugas pemutakhiran data pemilih atau pantarlih untuk Pilkada 2024


Hasil Australian Open 2024: Ester ke Semifinal Usai Kalahkan Komang, Putri KW Tersingkir

21 menit lalu

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Ester Nurumi Tri Wardoyo. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Hasil Australian Open 2024: Ester ke Semifinal Usai Kalahkan Komang, Putri KW Tersingkir

Ester Nurumi Tri Wardoyo menjadi pemain Indonesia pertama yang memastikan maju ke semifinal Australian Open 2024.