Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Setelah Ekonomi Melemah

Oleh

image-gnews
Iklan

Perlambatan ekonomi seperti tampak dari data-data kuartal I tahun ini tak boleh dianggap remeh. Pemerintah harus bersikap lebih realistis agar kebijakan yang dibuat tak berujung pada blunder lebih parah. Angka-angka yang baru dikeluarkan Badan Pusat Statistik, dua hari yang lalu, menunjukkan ada beberapa target yang perlu dilihat kembali apakah masih masuk akal.

Mirip mesin diesel yang perlu pemanasan, ekonomi yang sedikit melambat memang biasa terjadi di awal tahun. Itu pula sebabnya para analis biasa menggunakan performa di kuartal kedua agar mendapatkan gambaran lebih baik untuk sepanjang tahun. Yang tak biasa, lesunya ekonomi kali ini terjadi di sisi produksi maupun konsumsi.

Produksi pangan menurun akibat mundurnya periode tanam. Produksi minyak mentah dan batu bara juga tak mampu beranjak, sehingga industri kilang minyak pun tumbuh negatif. Industri manufaktur, yang biasanya diandalkan sebagai penyerap tenaga kerja, hanya tumbuh 3,87 persen. Masalahnya, jika melihat catatan impor barang modal serta bahan baku/penolong yang ikut menurun, agak sulit berharap kinerja sektor ini akan membaik pada kuartal berikutnya.

Pada saat yang sama, dari sisi permintaan angkanya juga buruk. Harga dan permintaan akan komoditas ekspor kita masih bertahan di posisi rendah karena ekonomi di kawasan dan negara-negara mitra dagang utama belum sepenuhnya pulih. Akan semakin berat membuka lapangan kerja baru bagi penganggur yang kini bertambah menjadi 7,45 juta jiwa.

Situasi ini secara teoretis bisa diatasi. Di antaranya jika pemerintah memberi tambahan stimulasi melalui belanja anggaran, yang biasanya disalurkan lewat proyek konstruksi dan infrastruktur atau konsumsi pemerintah lainnya. Tapi, lagi-lagi, jalur ini kurang bisa dijadikan jalan keluar yang memadai lantaran isi kantong pemerintah tak cukup tebal. Apalagi penerimaan pajak pada tiga bulan pertama tahun ini amat memprihatinkan. Sektor ini hanya mampu meraup 13,65 persen dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan sebesar Rp 1.296 triliun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pencapaian hasil pajak terburuk untuk kuartal I dalam lima tahun belakangan ini mencerminkan dua hal. Pertama, target yang ditetapkan terlalu tinggi. Kedua, kinerja aparat pajak belum maksimal. Repotnya, menggenjot penarikan pajak dalam situasi ekonomi yang lesu seperti saat ini jelas bukan cara bijaksana. Bisa pula berisiko membuat investor keder.

Target pajak yang kelewat agresif itu perlu direvisi. Belanja berlebihan juga harus dipangkas. Pemerintah jangan memberi sinyal panik yang justru bisa memperburuk situasi. Pesimisme para pelaku usaha, yang terlihat dari turunnya indeks tendensi bisnis pada kuartal pertama ini, tak boleh dibiarkan berlaru-larut. Debirokratisasi perizinan untuk memudahkan investasi, dan insentif serta keringanan pajak yang dijanjikan, harus benar-benar dijalankan.

Terakhir, barangkali inilah waktunya bagi Presiden Joko Widodo untuk mengganti menteri-menteri ekonomi yang tak kompeten.***

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Agensi Bantah Kim Soo Hyun Pacaran dengan Lim Na-young

4 menit lalu

Kim Soo Hyun saat menerima piala Popularity Award di Baeksang Arts Awards 2024, Selasa, 7 Mei 2024. Foto: Instagram/@baeksang.official
Agensi Bantah Kim Soo Hyun Pacaran dengan Lim Na-young

Sempat dirumorkan menjalin asmara, agensi aktor Korea Kim Soo Hyun membantah rumor tersebut.


BEM Undip Sebut Kenaikan IPI Batal: Tetap Kami Kawal

6 menit lalu

Ketua BEM Universitas Diponegoro (Undip) Farid Darmawan ketika ditemui di kompleks DPR Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2024. TEMPO/Defara
BEM Undip Sebut Kenaikan IPI Batal: Tetap Kami Kawal

Kenaikan terjadi pada IPI atau biaya yang dikenakan pada calon mahasiswa baru yang masuk lewat jalur mandiri.


Tablet Perdana Poco Pad Bakal Hadir di Indonesia, Berbekal HyperOS dan Layar Besar

6 menit lalu

Poco Pad (Gizmochina)
Tablet Perdana Poco Pad Bakal Hadir di Indonesia, Berbekal HyperOS dan Layar Besar

Layar Poco Pad yang besar dengan ukuran 12,1 inci membuat perangkat ini mendukung terhadap segala aktivitas pengguna,


Perburuan Harun Masiku, Penyidik KPK Masih Analisis Ponsel Hasto Kristiyanto dan Alat Bukti Lainnya

14 menit lalu

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, seusai memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 10 Juni 2024. Hngga saat ini Harun Masiku masih dalam pelarian dan menjadi buronan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) KPK.  TEMPO/Imam Sukamto
Perburuan Harun Masiku, Penyidik KPK Masih Analisis Ponsel Hasto Kristiyanto dan Alat Bukti Lainnya

KPK akan memanggil kembali Hasto Kristiyanto apabila sudah ada informasi dari penyidik yang menangani kasus Harun Masiku.


Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter

20 menit lalu

Kolom abu vulkanik yang terbentuk akibat aktivitas erupsi Gunung Ibu di Maluku Utara. PVMBG
Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung direkomendasikan tidak beraktivitas di radius 4 kilometer.


Hidangan Idul Adha, 5 Kuliner Khas Nusantara Berbahan Utama Daging

21 menit lalu

Ilustrasi rendang. shutterstock.com
Hidangan Idul Adha, 5 Kuliner Khas Nusantara Berbahan Utama Daging

Saat merayakan Idul Adha, daging hewan kurban yang didapat akan dimasak untuk hidangan makan bersama keluarga


Penjudi Online akan Dapat Bansos, Pengamat: Sama Saja Memberi Insentif pada Pelaku Judi

28 menit lalu

Presiden Jokowi memberikan keterangan tentang bahaya judi online, Istana Merdeka, 12 Juni 2024. Tangkap Layar Sekretariat Presiden
Penjudi Online akan Dapat Bansos, Pengamat: Sama Saja Memberi Insentif pada Pelaku Judi

Center of Economic and Law Studies (Celios) mengkritik rencana pemerintah yang akan memberikan Bansos pada penjudi online.


PAN Usung Ahmad Luthfi di Pilkada Jateng, Adi Prayitno: Tafsir Kedekatan dengan Jokowi

32 menit lalu

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi ANTARA/ I.C.Senjaya
PAN Usung Ahmad Luthfi di Pilkada Jateng, Adi Prayitno: Tafsir Kedekatan dengan Jokowi

Adi Prayitno mengatakan pengusungan Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi menjadi calon Gubernur Jawa Tengah menjadi tafsir kedekatan dengan Jokowi.


Uni Eropa Sepakat Mulai Pembicaraan Aksesi dengan Ukraina dan Moldova

32 menit lalu

Bendera Uni Eropa berkibar setengah tiang di luar markas Komisi Eropa, sebagai bentuk belasungkawa atas wafatnya Ratu Elizabeth dari Inggris, di Brussel, Belgia, 9 September 2022. REUTERS/Yves Herman
Uni Eropa Sepakat Mulai Pembicaraan Aksesi dengan Ukraina dan Moldova

Para duta besar Uni Eropa telah sepakat memulai perundingan aksesi dengan Ukraina dan Moldova.


Bintang MMA Conor McGregor Jagokan Timnas Spanyol di Euro 2024, Bisa Raih Rp 20 Miliar dari Taruhan

35 menit lalu

Petarung MMA, Conor McGregor. Reuters
Bintang MMA Conor McGregor Jagokan Timnas Spanyol di Euro 2024, Bisa Raih Rp 20 Miliar dari Taruhan

Bintang MMA Conor McGregor menjagokan Timnas Spanyol di Euro 2024. Ia yakin La Furia Roja akan menjadi juara.