Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kemerdekaan Palestina

image-profil

image-gnews
Iklan

Husein Ja’far Al Hadar, penulis

Salah satu agenda sekaligus misi utama peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung adalah kemerdekaan Palestina. Hal ini menjadi begitu signifikan bukan hanya karena merupakan amanat UUD 1945, atau karena bangsa Palestina berperan penting dalam pengakuan Kemerdekaan RI 1945, atau pula sebagai implementasi dari salah satu janji kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tapi juga juga karena Palestina salah satu anak tangga penting menuju cita-cita perdamaian global. Yang terakhir ini yang sering terlupakan. Dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (almarhum) telah jauh-jauh hari mengingatkan kita bahwa perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi.

Kita memang kerap berilusi. Artinya, tahu tujuan tapi tak tahu atau malah salah jalan menujunya. Salah satunya seperti disindir oleh lirik lagu Perdamaian yang dipopulerkan grup kasidah Nasida Ria: "Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai." Kita cinta, rindu, dan bervisi akan perdamaian, namun masih berdiri di atas dogma politik klasik menyesatkan peninggalan era kekaisaran Romawi: "Si vis pacem, para bellum" (Bila Anda ingin damai, siapkanlah perang).

Ilusi ala Romawi itu kemudian diformat ulang oleh Israel menjadi ilusi lain, yakni perdamaian tanpa keadilan. Israel selalu mengatakan bahwa perdamaian bisa tercapai asalkan Palestina menyepakati kesepakatan yang dibuat secara tak adil oleh mereka. Ilusi itulah yang digebrak Gus Dur. Keadilan adalah syarat mutlak tercapainya perdamaian. Tanpa keadilan, perdamaian hanya ilusi atau, jika pun tercapai, hanyalah semu. Sebab, perdamaian bukan kesepakatan. Ia hanya bisa tegak jika pihak-pihak yang terkait merasa telah diperlakukan dan mendapat keadilan. Karena itu, dalam kaitan dengan konflik Israel-Palestina, kesepakatan demi kesepakatan terus ditorehkan, namun semua itu semu dan ilusi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Karena itu, Presiden Sukarno dalam Pidato HUT Proklamasi 1946 menegaskan, "Kita bangsa yang cinta perdamaian, tetapi lebih cinta kemerdekaan." Sebab, sebagaimana Gus Dur, Bung Karno tahu, sadar, dan yakin bahwa mustahil akan tercapai perdamaian tanpa kemerdekaan sebagai asas paling dasar dari keadilan; dan jika kemerdekaan tercapai, langkah menuju perdamaian tinggal menunggu waktu dan selangkah lagi. Karena itu, kita bisa baca bagaimana Presiden Sukarno mengartikan kemerdekaan seperti ditulisnya dalam Indonesia Menggugat dengan mengutip perkataan Erskin Childers, salah seorang pemimpin Irlandia, bahwa, "Kemerdekaan bukanlah soal tawar-menawar. Dia ada atau tidak ada. Kalau orang menguranginya, maka itu bukan kemerdekaan." Persis, bahwa kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan bukan perkara kesepakatan.

Akhirnya, memang sering kali perdamaian tak pernah tercapai, karena memang kita tak tahu jalan menuju ke sana. Kita bersyukur karena para pendiri dan tokoh negeri ini tahu betul hakikat perdamaian. Karena itu, mereka menjadi pencetus KAA 1955 dan melangkah konkret dengan membentuk Gerakan Non-Blok (GNB) 1961. Sebab, perdamaian tak kan pernah tercapai dengan kita miring ke Timur atau Barat, melainkan hanya jika kita tegak, lurus, dan di tengah. Itulah keadilan. Itulah yang ingin kembali ditorehkan dalam peringatan KAA kali ini, dengan kemerdekaan Palestina sebagai “harga mati”. Titik! *

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Prabowo Sebut Tak Perlu Gerakan Non-Blok Baru

10 hari lalu

Presiden terpilih sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Daniel A. Fajri
Prabowo Sebut Tak Perlu Gerakan Non-Blok Baru

Prabowo mengklaim Indonesia dilihat oleh negara-negara Afrika karena keberhasilan sebagai negara yang berkembang.


Kilas Balik 69 Tahun Konferensi Asia Afrika dan Dampaknya bagi Dunia

18 April 2024

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD (ketujuh kanan), Ketua MPR Bambang Soesatyo (delapan kanan) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (keenam kanan) dan puluhan delegasi pimpinan MPR negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) foto bersama seusai pembukaan Konferensi Internasional secara resmi di Gedung Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa 25 Oktober 2022. Konferensi Pimpinan MPR Negara-negara OKI tersebut merupakan pertemuan Internasional untuk membahas forum MPR dalam mewujudkan perdamaian dunia dan penguatan parlemen dari negara-negara Islam. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Kilas Balik 69 Tahun Konferensi Asia Afrika dan Dampaknya bagi Dunia

Hari ini, 69 tahun silam atau tepatnya 18 April 1955, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat.


Dosen Hubungan Internasional Unair: Indonesia Bisa Ajak Negara Peserta KAA untuk Tekan Israel

24 November 2023

Menlu RI Retno Marsudi saat mengisi acara
Dosen Hubungan Internasional Unair: Indonesia Bisa Ajak Negara Peserta KAA untuk Tekan Israel

Rumah Sakit Indonesia di Gaza berada dalam kondisi luluh lantah akibat serangan oleh Israel, peristiwa tersebut pun turut direspon oleh Dosen HI Unair.


Kunjungi Kedubes Palestina, Hasto PDIP: Hubungan Batin Bung Karno dan Megawati dengan Palestina Sangat Kuat

10 Oktober 2023

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan sambutan saat membuka acara pelatihan juru kampanye (jurkam) partai tingkat nasional dalam menghadapi Pemilu 2024 di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu 5 Agustus 2023. Pelatihan tersebut diikuti 100 peserta yang berasal dari utusan masing-masing DPD serta utusan sayap dan badan partai, guna memenangkan Pilpres dan Pileg 2024. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Kunjungi Kedubes Palestina, Hasto PDIP: Hubungan Batin Bung Karno dan Megawati dengan Palestina Sangat Kuat

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengunjungi Kedutaan Besar Palestina untuk menyatakan dukungan kepada Palestina.


Menlu Retno Ajak Anggota PBB Bangkitkan Kepercayaan, Solidaritas Global

24 September 2023

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pernyataan Indonesia dalam Sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York, AS, pada Sabtu, 23 September 2023. ANTARA/HO-Kemlu RI
Menlu Retno Ajak Anggota PBB Bangkitkan Kepercayaan, Solidaritas Global

Menlu Retno menyampaikan bahwa setiap negara memiliki hak yang sama untuk membangun dan tumbuh.


Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Berpisah dengan Gedung Pakuan Usai Purnatugas Gubernur Jawa Barat

9 September 2023

Gedung Pakuan. GooglenStreet View
Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Berpisah dengan Gedung Pakuan Usai Purnatugas Gubernur Jawa Barat

Masa jabtan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat telah berakhir. Ia dan istrinya Atalia Praratya meninggalkan rumah dinas Gedung Pakuan.


Delegasi 5 Negara Ramaikan Parade Asia Africa Festival di Bandung Hari ini

29 Juli 2023

Ribuan Masyarakat Meriahkan Puncak Acara Asia Africa Festival 2019
Delegasi 5 Negara Ramaikan Parade Asia Africa Festival di Bandung Hari ini

Asia Africa Festival mengingatkan kembali peristiwa Konferensi Asia Afrika yang terjadi di Bandung pada 18-24 April 1955.


Bandung Bakal Gelar Festival Asia Afrika Akhir Pekan ini, Museum Tutup Sementara

24 Juli 2023

Meriahnya Festival Peringatan Asia-Afrika Ke-61
Bandung Bakal Gelar Festival Asia Afrika Akhir Pekan ini, Museum Tutup Sementara

Festival Asia Afrika berupa karnaval atau parade di sepanjang jalan bersejarah di Kota Bandung itu terhenti tiga tahun selama karena pandemi.


Profil Acil Bimbo, Kakek Aktris Adhisty Zara yang Sempat Larang Terjun di Dunia Hiburan

10 Juli 2023

Zara Adhisty dan kakeknya, Acil Bimbo. Instagram/@zaraadhsty
Profil Acil Bimbo, Kakek Aktris Adhisty Zara yang Sempat Larang Terjun di Dunia Hiburan

Acil Bimbo pernah melarang cucunya, Adhisty Zara terjun di dunia hiburan. Ini alasannya.


Indonesia Pernah Punya Mendikbud Perempuan Artati Marzuki Sudirdjo, Ini profilnya

20 April 2023

Artati Marzuki Sudirdjo. facebook.com
Indonesia Pernah Punya Mendikbud Perempuan Artati Marzuki Sudirdjo, Ini profilnya

Artati Marzuki Sudirdjo menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Mendikbud. Lantas, siapakah Artati sebenarnya?